
Keesokan sorenya, Alisa dan bayinya sudah diperbolehkan pulang, Ayahnya dan ibunya Alisa datang menjemput mereka.
Mereka pun naik bersama ke dalam mobil, Mama Alisa menggendong cucunya.
Mereka pulang ke rumah besar Alisa.
***
Keesokan harinya Andre membantu Alisa merapikan kamar istrinya dan meletakkan ranjang bayi yang sudah di belikan orang tuanya di kamar Alisa. Andre benar - benar sangat bersemangat melakukannya.
"Sayang...Aku harus pulang besok agar bisa masuk beberapa hari, kemudian minta ijin lagi sayang untuk datang lagi. Karna 4 hari lagi anak kita mau perayaan aqiqah sayang..."
"Iya sayang .."
Andre datang memeluk istrinya dan selalu mencium pipinya, bahkan selalu menghisapnya lembut menjepitnya dengan bibirnya.
"Sudah aaahhh....pipiku sudah penuh liur kamu sayang..."
"Cium aku juga doong kayak aku mencium kamu sayang."
Merapatkan pipinya ke bibir istrinya.
Alisa pun mengecupnya berapa kali, tapi Andre tidak bosan di cium dan Alisa pun kesal.
Alisa mendorong dada Suaminya dan Andre pun langsung menarik tengkuk belakang kepala istrinya. mencium bibir istrinya mesra dan menghisapnya lembut, sangat lama mereka berciuman sambil bertukar rasa. Andre tak pernah bosan mencium bibir istrinya yang sudah menjadi candu untuknya.
Bayi tampan mereka menangis, ciuman mereka pun terhenti.
"Sayang...gendongkan Imam Maulana dong sayang."
Imam Maulana adalah nama yang dipilih Andre dan Alisa. Untuk nama anak kesayangan mereka.
__ADS_1
Andre pun menggendong Imam yang sedang menangis kencang karna kehausan.
"Anakku sayang...cepat sekali Kamu lapar anakku sayang...padahal baru tadi lho Mimi nya, gemeessh deeehh.."
"Bantu susu formula dong sayang...kamu nanti kecapaian lho sayang..."
Alisa mengambil bayinya dan langsung menyusuinya, bayinya dengan cepat menyusu dengan lahapnya.
"Anakku sayang...kayaknya ada yang sedang cemburu lho sayang...tenang saja sayang...Mama pasti membelamu sayang.."
Mengelus gemas pipi anaknya.
"Sayang...aku khan hanya kasian sama kamu sayang..."
Andre membela diri dan datang duduk dan memeluk lengan istrinya dan menciumnya.
Alisa hanya tersenyum geli.
Alisa merasa kegelian lengannya di cium terus Suaminya.
Andre pun mulai mengganggu Imam dengan menarik ****** Alisa keluar dari mulutnya yang mungil, Imam pun sangat marah dan menangis kencang.
"Oeeekk...oeeekk.."
Alisa langsung mencubit paha Suaminya. Andre pun langsung merengek, dan menjatuhkan tubuhnya di kasur.
"Kalian....sungguh telah sekongkol sayang..!!"
Mulai merengek lebay.
"Apaan ...sih...!! Sama anak sendiri tak mau mengalah...apa mau saya cubit lebih keras lagi."
__ADS_1
Andre pun langsung menelungkup kan kepalanya di bantal dan menendang - nendangkan kakinya dan masih merengek.
"Istriku...kenapa rasanya seperti ibu tiriku saat..ini..Aaaahhh..."
Alisa terpingkal dan mengajak anaknya berbicara.
"Sayang...jangan dengarkan kakak sulung kamu yah...dia hanya iri dengan kamu sayang...tenang sayang aku pasti membelamu....!!"
Andre makin merajuk.
"Aaaaaaahhhhh.....sayang...mengapa kamu begitu tega sayang...? Aku mau pulang..saja."
"Pulang saja sana...Khan sudah ada Imam temani ibu yah sayang..."
Mengelus pipi anaknya gemes yang sangat asik menyusu pada ibunya, dan tak mau tahu apa yang orang tuanya pertengkarkan.
"Aaaaaaahhhh....sayaaaang.....kamu sangat tega padaku..."
Andre langsung bangun dan mencium lengan istrinya kembali, yang membuat Alisa kegelian kembali.
"Sudaaah...Andre...geli..tahu."
Andre pun kembali menjatuhkan badannya ke kasur dan merengek kembali.
"Imam sudah miminya kenapa lama sekali."
Alisa hanya bisa tertawa kecil, Suaminya memang sangat kocak dan sangat menggemaskan tingkahnya.
Malam pun semakin larut, Bayi Alisa sudah tertidur, mereka pun tertidur lelap. Malam itu, Alisa berapa kali bangun menyusui bayinya.
Keesokan harinya, Alisa masih tertidur, Karna berapa kali bangun untuk menyusui bayinya. Andre pun tidak menganggu nya. Andre bangun dan mandi dan berganti pakaian.
__ADS_1
Andre pun keluar kamar, dia sangat sedih mendengar percakapan orang tua Alisa.
Bersambung