
Alisa tertawa dan berkata, membalas kebucinan Bapak Mertuanya.
"Jika aku ada di zaman Bapak mertua pasti aku akan memilihmu, bapak mertua, Habisnya Bapak Mertuaku Memang Tampan."
"Hahaha....."
Ayah Andre terkekeh geli.
"Untunglah di zaman ku hanya Ibu Andre yang paling cantik, jika ada Alisa pasti aku memilih Alisa."
"Hahaha...." Mereka tertawa geli bersama.
Mama Andre pun tak mau kalah.
"Itupun kamu sangat sulit mendapatkan aku, kalau kamu tidak merengek terus seperti bayi mana aku terima kamu, sampai rela di gigitin nyamuk karna tunggu aku pulang mengaji."
Papa Andre garuk kepalanya.
"Jadi malu...kok buka kartu sih sayang, aku Khan mau juga menyombongkan ketampanan ku sayang masa tidak ngerti sih."
"Hihihi...hihihi...."
Alisa terpingkal geli dan memeluk suaminya bahkan air matanya keluar, Karna tawanya yang susah berhentinya. Mertuanya sangat kocak. Andre pun tertawa geli bukan karna Ayahnya, karna sudah biasa dengan kekocakan ayahnya yang memang humoris. Yang membuat nya geli, tawa istrinya yang sangat lucu di pandangannya. Akhirnya semua pun menertawakan Alisa.
"Sayang ini baru pemanasan sayang, Ayahku adalah pelawak sayang, jadi siap - siap saja gigimu kering di buatnya."
__ADS_1
kata Andre yang tertawa geli, cukup lama mereka tertawa. Alisa sampai - sampai memegangi perutnya, karna kecapaian tertawa membuat perutnya sakit.
"Sudah Pa...jangan bicara lagi dan melawak lagi, istriku sudah sakit tuh, perutnya !!. ayo sayang ke kamar di sini kamu bisa - bisa lemas tertawa."
Ibu pun membenarkan Andre.
Iya Andre bawa istrimu ke kamar, ibu saja sudah puluhan tahun bersamanya, Papamu masih selalu sukses membuat ibu tertawa, apalagi Alisa yang baru satu hari."
Andre pun menarik istrinya ke kamar.
Papa Andre hanya menggaruk kepalanya.
"Tapi aku masih tampan Khan Alisa.."
Alisa berbalik dan mengacungkan kedua jempol nya
"Benarkah...Memegang kedua pipinya dan mengerjabkan matanya, saking senangnya di puji. Tapi Mama Andre secepatnya menarik Suaminya masuk ke dapur."
"Ayo ke dapur bantu aku masak..."
Alisa pun di tarik Suaminya masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamar.
Alisa masih terus tertawa geli.
"Sayang Ayahmu sangat lucu dan bucin dan masih sangat tampan, pantas kamu tampan sayang, menurun dari dia."
__ADS_1
"Iya sayang, ayahku memang sangat kocak. Sudah aaah... sayang jangan bahas dia. Kita olahraga senam cinta lagi sayang, di kamarku...ini. Besok khan pulang, jadi hari ini aku minta jatah 4 kali."
"Aaah kamu mesum sayang...itu Khan banyak sekali sayang...."
Andre memeluk Istrinya dan membekap bibirnya kembali dengan bibirnya, ciuman panas pun tak terelakkan dan acara bertukar keringat pun mereka lakoni kembali.
Andre benar - benar memuaskan dirinya, menikmati setiap inci tubuh istrinya, tampa tersisa dan menumpahkan lagi benih cintanya di rahim istrinya untuk kesekian kalinya.
Tak terasa waktu terus bergulir, mereka pun tertidur siang.
Sorenya merekapun sehabis mandi, makan bersama di ruang dapur, dengan Mertuanya dan Kakak Iparnya yang sangat baik dan penyayang.
Seumur hidupnya, Alisa barusan melihat sebuah keluarga yang begitu harmonis dan saling menyayangi, senyum bahagia selalu terukir di wajah mereka. Harta bagaimanapun tak bisa tertukar dengan kebahagian yang begitu tulus, murni, suci dan membuat semua keluarga yang ada d muka bumi ini, akan sangat iri melihat keluarga yang begitu sempurna ini.
"Trima kasih Tuhan, engkau memberikan hamba harta yang tak ternilai harganya seperti ini, trima kasih membuatku sangat seberuntung ini. Mereka adalah harta yang paling terindah dalam hidupku."
Pikiran Alisa seolah berada di sebuah taman surga yang dikelilingi bunga - bunga yang semerbak wangi, burung - burung yang beterbangan dengan sayapnya yang warna - warni, kupu - kupu cantik beterbangan di atas kepalanya. Angin semilir yang begitu menyejukkan hati, membuat nya terasa melayang ke udara, di bawah badannya seperti ada gumpalan awan yang membawanya terbang melayang dengan aroma semerbak wangi bunga dan semilir angin yang lembut yang membawa ketenangan dan kedamaian hati yang tak ternilai harganya. Sungguh perasaan yang tak bisa di urai dengan kata - kata. Begitulah kira - kira perasaan Alisa saat ini.
Andre memiliki dua kakak dan dia anak bungsu dan sangat di manjakan oleh orang tuanya dan saudaranya.
Sungguh keluarga yang sangat harmonis, dan saling sayang menyayangi satu sama lain.
Bagaimana Ayahnya yang selalu membelai kepala kedua anaknya, bagaimana senyuman tulus kakak Andre ke Andre, begitupun Andre ke kakaknya dan saling membela satu sama lain. Bagaimana ibu yang selalu mengelus wajah kedua anaknya penuh kasih sayang, tutur kata yang lemah lembut dan gurauan kocak dari Ayah yang humoris dan romantis. Sungguh keluarga yang teramat sempurna yang membawa kedamaian hati yang memandangnya.
Wajarlah Alisa merasa sangat beruntung berada di tengah keluarga yang bahagia dan romantis itu.
__ADS_1
Bersambung