
Mereka saling berpelukan. Ariel melepaskan pelukannya. Menatap wajah Alisa dengan tatapan sendu. Mengusap wajah cantik yang akan begitu susah dia lupakan. Ariel mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir Alisa, mengecupnya berkali - kali. Bibir itu mengapa semakin nikmat dan membuatnya ketagihan bukannya membuatnya puas dan cepat bosan pada Alisa.
Rasa haru dan sedih bersatu dan tumpah ruah di hatinya. Kesedihannya sudah di puncak tertinggi, tubuhnya sudah mulai terguncang. air matanya sudah tumpah begitu deras, hatinya begitu sakit, dia pun menangis tersedu - sedu.
Melihat Ariel benar - benar terluka Karna dirinya. Tubuh Alisa pun terguncang dan puncak kesedihannya pun sudah di tingkat tertinggi. Ariel menghentikan ciumannya. Mereka menangis tersedu - sedu sambil menempelkan dahi mereka dan tangan mereka saling menggenggam begitu kuat. Untuk sesaat mereka saling diam, mereka hanya bisa terus menangis.
Alisa membawa tangan Ariel ke bibirnya dan selalu mengecup punggung tangannya. Ariel semakin bersedih dia sudah benar - benar akan kehilangan sinar kehidupannya. Kehilangan semangat hidupnya. Dunianya sudah gelap gulita, tak akan ada yang bisa menyelamatkannya sekarang. Ariel sangat bersedih, dia benar - benar terpukul menghadapi kenyataan cintanya yang bertepuk sebelah tangan, dia benar - benar telah kalah, sungguh benar - benar kalah dan takkan pernah ada kemenangan apapun dalam hidupnya, kecuali hanya pelarian saja, yang akan menghias hari - hari kedepannya.
Untuk sesaat mereka hanya bisa terus menangis. 15 menit berlalu kesedihan Ariel sudah mulai bisa di kuasainya. Diapun melepaskan dahinya yang menempel di dahi Alisa, mulai menatap wajah Alisa, mengusap wajah yang mengapa bertambah sangat cantik itu. mengusap air matanya yang masih mengalir di kedua pipinya. Bahkan mencium kedua pipi Alisa dan tampa rasa jijik menghisap air mata Alisa, yang walau terasa asin dia tidak pedulikan lagi.
Alisa berhenti menangis, dia sangat kasian dengan Ariel yang begitu mencintainya bahkan mau meminum air matanya.
__ADS_1
Alisa mendorong tubuh Ariel, pikirannya telah kotor. Saat ini biar Andre telah memiliki hatinya, hanya Ariel lah yang berhak memiliki tubuhnya dan dirinya. Alisa menindih tubuh Ariel dan mulai mencium setiap inci wajah tampan Ariel, dengan sangat lembut. Dan menempelkan bibir ke bibir Ariel dan mulai menghisap bibir atas dan bibir bawah Ariel dengan sangat lembut. Tak ada balasan dari bibir Ariel.
Alisa pun menyusupkan lidahnya masuk lebih dalam ke dalam rongga mulut Ariel, mengabsen di setiap sudutnya. Lidahnya terus meliuk di dalam sana. dan menekan kuat barang berharga Ariel yang belum merespon ciumannya. Alisa melepaskan ciumannya dan duduk diatas perut Ariel membuka kancing bajunya dan melepasnya, membuka baju dalam putihnya. Meninggalkan Baju Bra hitam nya dan mulai membuka pakaian Ariel juga.
Ariel sudah mulai tergoda mengusap tubuh bagian depan Alisa. Alisa menjatuhkan badannya dan di sambut ciuman ganas Ariel, dia sudah mulai agresif menghisap bibir Alisa, menghisap tampa jeda, bibir atas dan bibir bawah, dihisapnya di sambut Alisa yang juga mencoba mengimbangi dan menangkap setiap tangkapan Ariel di bibirnya, Lidah Ariel mulai menyusup dan menari di dalam rongga mulut Alisa.
Tangan Ariel mulai nakal membuka pengait Bra Alisa dan melepasnya. dan membalik posisi Alisa di bawahnya. Ariel semakin ganas mencium Alisa. Ciumannya sudah beralih ke leher Alisa, terus turun kebawah. Diapun mulai melepas Bra penutup Alisa dan memandang dua bukit lembut yang sangat indah di pandangannya. Bibirnya pun langsung menghisap ke dua pucuk kemerahan yang sangat menggoda itu, yang sangat menarik di pandangannya. menghisapnya silih berganti.
Alisa mulai mengeluarkan suara lembut yang mendayu di telinga Ariel yang semakin ambisi bermain di kedua pucuk kemerahan itu, permainan lidahnya membuat Alisa mencengkram rambut Ariel, meremasnya dan membuat suara lembut yang pelan memanggil nama Ariel. Seumur hidupnya barusan dia merasakan rasa yang membuatnya mabuk kepayang.
"Aku tidak akan melakukan dosa ini...kamu tidak mencintaiku...pakailah bajumu Alisa. Aku bukan laki - laki bejat, dan aku tidak mau kamu kasihani, aku butuh ketulusan bukan kepalsuan."
__ADS_1
Alisa pun duduk dan mulai memakai pakaiannya kembali. Dia pun bangun dan duduk di samping Ariel dan menunduk dengan wajah sendu.
Ariel berbalik dan memegang kedua jari Alisa, mengusap dan mencium keduanya silih berganti.
"Aku mencintaimu dengan hatiku, bukan karna nafsuku..
Maafkan aku yang telah berbuat hal yang tak sepantasnya pada tubuhmu....Alisa maafkan aku yang khilaf karna cinta buta ku.
Aku akan menunggu jika kamu adalah jodohku dan mencoba ikhlas jika aku hanya sebagai penjaga jodoh orang lain dan menyerahkan dirimu yang masih suci untuknya atau untuk diriku...jika akulah pria beruntung itu. Ikhlaskan aku kuliah di luar negeri. Dekat denganmu Alisa membuatku sangat tersiksa, apalagi cinta itu, belum menjadi milikku.
Alisa hanya bisa terus menangis, Ariel memeluk Alisa yang badannya sudah bergetar hebat, terguncang dengan Isak tangisnya yang di tahannya, agar tidak terdengar dari luar.
__ADS_1
Hatinya sangat sedih, Ariel benar - benar akan pergi jauh darinya. Pria yang sangat di sayangnya akan meninggalkan dirinya. Alisa sangat terpukul dan terus menangis, air matanya seolah tak mau kering.
Bersambung