Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
143. Kami Ingin Bertemu Dengan Andre.


__ADS_3

Beberapa jam kemudian dan hari semakin sore menjelang magrib. Afkar pun pulang di antar Kakak Andre.


Andre sangat sedih melepaskan anak kesayangannya, cukup lama dia memeluk dan mencium anaknya.


"Afkal pulang dulu yah. Papa Ande....ecok pagi Afkal datang agi yah."


Andre mengangguk dan mencium anaknya gemas. Anaknya sangat tampan, imut dan berkulit putih bersih dan badan yang berisi dan padat.


Andre dengan berat hati melepaskan anaknya, air matanya kembali mengalir begitu deras di pipinya.


Kakak Andre pun hanya bisa meneteskan air mata juga, begitu terharu dengan nasib adiknya.


Afkar pun di sambut Kakek dan Neneknya,


Kakak Andre pun mohon diri pamit, Tampak Didi Prayana langsung berdiri menghampiri Afkar, memeluk dan menciumnya gemas.


Afkar berteriak girang, diapun berbicara dengan riang, yang membuat semua orang mendengarnya terlonjak kaget.


"Papa Didi cekarang Afkal punya dua Papa, namanya Papa Ande, "


Papa Alisa dan Mama Alisa pun saling berpandangan dengan roman wajah yang sangat resah.


Didi pun sangat kaget dan tampak wajahnya begitu pucat, badannya terasa lemas.

__ADS_1


Hatinya mulai berperang.


"Sepertinya Alisa memang masih sangat mencintainya, dia benar - benar menganggap aku sudah tak ada bersamanya, dia tidak ada lagi pikiran menjaga perasaan ku, dan menampakkan prilakunya yang sangat hancur dan kacau di hadapanku, Sepertinya dia ingin kembali lagi pada Andre. Ini tidak boleh terjadi aku tak akan membiarkan Alisa kembali ke Andre, Alisa milikku."


Mama Alisa melihat menantunya sangat depresi, dan sangat murung dengan wajah yang sangat frustasi. Diapun segera menggendong Afkar masuk ke dalam rumah. Kini Papa Alisa dan Didi Prayana berdua.


"Menantuku, ayo kita ke belakang menemui Andre, dan berbicara baik - baik padanya..Agar Andre jangan menganggu lagi Alisa.


Didi pun menatap mertuanya dengan mata berkaca.


"Papa....aku tak akan membiarkan Andre menganggu keluarga ku, Alisa dan Afkar sekarang adalah milikku, aku tak akan membiarkan Andre merebut yang sudah menjadi milikku."


"Papa akan mendukungmu, Ayo kita temui Andre dan bicara baik - baik padanya, kita shalat magrib dulu baru kesana, jangan memberitahu Alisa."


Setelah shalat, Kedua Pria itu pun berjalan keluar rumah, dan naik keatas mobil Didi Prayana. Mereka berdua ingin menemui Andre, mobil pun mulai melaju keluar pekarangan menuju rumah Andre.


Mereka tidak melihat kalau Alisa sedang memperhatikan gerak gerik mereka, melihat Papa dan Suaminya naik ke mobil, dan mulai melaju keluar rumahnya. Alisa mengikuti dari belakang tampa seseorang pun yang melihatnya.


Sesampai di sana, Papa Alisa dan Didi Prayana masuk ke teras rumah Andre, dan mulai mengetuk pintu.


"Tok...Tok...Tok....Asaalamu Alaikum Wr Wb."


"Terdengar balasan salam Papa Alisa."

__ADS_1


"Wa Alaikum Salam Wr Wb."


Papa Andre dan Mama Andre terlihat pucat dan shock melihat kedatangan mantan besannya.


Mereka pun segera mempersilahkan masuk.


"Silahkan masuk...."


Papa Alisa pun masuk dan Didi Prayana. Merekapun duduk di ruang tamu.


Papa Alisa pun berkata dengan nada pelan dan sopan.


"Kami ingin bertemu Andre, kami ingin berbicara baik - baik."


Papa Andre dan Mama Andre saling berpandangan.


Tak berselang lama, wajah tampan Andre keluar dari kamarnya, menatap dengan tatapan dingin kepada mantan mertuanya, dan Suami mantan Istrinya..


Andre pun duduk di samping Papa dan Mamanya dengan tatapan dingin.


Alisa yang baru sampai berjalan pelan, mengendap di samping rumah, duduk bersandar bersembunyi disamping pot bunga yang besar. Untungnya lampu samping rumah Andre tak ada lampu, jadi tak akan ada yang melihat keberadaannya.


Dia ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi, mengapa Andre meninggalkan dirinya, padahal Andre masih sangat mencintainya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2