
Waktu terus bergulir, hari berganti hari, bulan pun terus berganti. Di Negara lain pun tampak Andre sedang berbincang dengan kawan karibnya.
"Tak terasa 6 bulan lagi, kontrak kita selesai, Apa rencana mu jika pulang nanti ?"
Andre tersenyum getir.
"Entahlah apa yang harus aku lakukan."
"Mengapa kurang semangat kawan, tak lama lagi kamu akan ketemu istri dan anakmu, sedangkan aku akan mencari jodoh di sana dan membuka usaha. Tabunganku sudah cukuplah aku pakai."
Andre tersenyum dan menepuk bahu temannya.
"Semangat bro..!! Aku akan selalu mendukungmu."
"Makasih kawan, mau menjadi teman baik aku..."
"Akulah yang seharusnya berterima kasih, Karna kamu mau jadi teman baikku juga."
Balas Andre.
Mereka pun bareng tertawa terpingkal, dan saling menepuk bahu.
Merekapun kembali bekerja kembali, Andre teringat kembali anak dan istrinya yang sudah di miliki orang lain.
"Untuk siapa aku pulang, kedua kesayanganku telah diambil orang."
Hatinya kembali sedih, dua bulir kristal bening mengalir keluar di pelupuk matanya, tapi segera di hapusnya.
__ADS_1
*****
Di sebuah kamar tampak Didi dan Alisa berpelukan. Seperti biasanya.
"Sepi yah rumah sayang, kesayangan kita sudah diambil lagi kakeknya."
Alisa terpingkal.
Dia mengusap dada Didi dengan telapak tangannya. Tubuh itu sangat kekar dan atletis. Alisa suka mengelusnya dan merebahkan wajahnya disana. Dia selalu mengingat Andre jika memeluk tubuh Didi, yang sangat mirip tubuh Andre.
Didi semakin mendekapnya dan sesekali mencium ubun rambut Alisa.
"Apakah kamu suka juga memperlakukan Andre seperti ini sayang..?"
Alisa menjawab spontan.
Alisa langsung bungkam, dan dengan tatapan
risih dan takut, Alisa mendongak menatap wajah Didi dengan tatapan rasa bersalah yang sangat besar.
"Apakah kamu marah sayang...? Maafkan aku yah...!"
Didi menatap dengan tatapan cemburu, membuat Alisa semakin resah dan ketakutan.
"Aku sangat cemburu sayang, dia sungguh sangat hebat masih bisa berada di hatimu, walau kamu sekarang sudah menjadi milikku."
Menjawab dengan nada sendu, Alisa semakin kalut dan hanya bisa memeluk dan mencium dada Didi, memberikan beberapa kecupan di dada Didi Suaminya, di bagian hatinya.
__ADS_1
"Maaf..sayang...aku tak akan berkata seperti itu lagi."
"Sayang...kamu milikku, dan takkan aku biarkan Andre mengambil kamu dariku sayang..."
Alisa mengangguk , dan mencium dada Didi kembali.
"Apakah kamu sedang membayangkan dada Andre lagi yah, sepertinya aku harus menghukum kamu agar jera sayang..."
Didi Prayana langsung menarik Alisa dan merengkuh lehernya dan memeluknya. Bibir Didi langsung membungkam bibir Alisa, mengecup dan menghisapnya. Alisa mencoba mengimbangi dan ciuman panas pun tak terelakkan lagi. Lidah Andre mengorek habis dan menari dan meliuk panas di dalam rongga mulut Alisa, dan selalu mengakhiri dengan hisapan bibir mautnya di bibir Alisa.
Cukup lama mereka berciuman dan bertukar rasa.
Bahkan tangan Didi yang nakal sudah meremas kedua bukit lembut Alisa bergantian, bahkan berani masuk untuk pertama kalinya menembus pembungkus kedua dada Alisa, meremas dan memainkan pucuknya bergantian. Alisa tak kuasa menolaknya. Sudah satu tahun lebih berumah tangga dengan Didi Prayana. Alisa belum pernah melakukan tugas dan kewajibannya sebagai istri. Didi hanya bisa mencium dan menyentuhnya di luar pakaiannya.
Alisa membiarkan saja ulah nakal Didi Prayana.
Melihat tak ada penolakan dari Alisa, Ciuman Didi semakin memanas. Dia pun dengan berani membuka baju atasan Alisa dan mencari pengait belakang pembungkus dadanya.
Saat ini Didi untuk pertama kalinya melihat tubuh polos Alisa. Dia Memandang takjub tubuh istrinya yang begitu indah di pandangan matanya.
Tatapan pasrah dari Alisa membuatnya semakin berani, menyentuh area itu, memainkan pucuknya bersamaan dengan kedua tangannya.
Alisa pun sudah pasrah, dan mencoba menikmatinya, sentuhan Didi membangkitkan gairah yang lama tak pernah di rasakan nya.
******* halus Alisa membuat Didi semakin mabuk kepayang, dan semakin berani berbuat lebih. Saat ini Didi mendekatkan bibirnya dan mulai menyusu di bukit lembut itu, dia benar - benar menikmatinya dengan sangat baik dan penuh gairah.
Bersambung.
__ADS_1