Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 8. Ke Sekolah Ariel


__ADS_3

Aktivitas Sekolah berlangsung kembali. Saat ini pelajaran Matematika. Diajarkan ibu Nuraida.


"Beliau sangat galak dan suka menunjuk sembarangan siswa naik mengerjakan soal, jika tidak bisa, harus menjadi pajangan di depan kelas. dan dalam 1 jam mengajar, sudah 6 orang temanku yang menjadi pajangan." Kata Alisa di dalam hatinya.


Alisa ditunjuk naik, menyelesaikan Soal di depan kelas. Alhamdulillah semua bisa dia atasi, Karna dari SD Kemudian SMP, Alisa selalu peringkat 1 di kelas.


Tidak Berselang lama. Bel Jam pulang berdentang. Semua Siswa dan Siswi merapikan peralatannya, bersiap pulang.


Alisa dan Mila sudah berjalan keluar sekolah, dan berpisah di luar gerbang sekolah.


"Aku teringat Ariel, aku mau ke sekolahnya. Aku lewat depan sekolahnya saja. Dan mencoba mencarinya."


Pikiranku Menerawang rindu Ariel.


Alisa masuk di mobil jemputan nya, dan mengarahkan supirnya, Bang Amat, lewat depan sekolah Ariel.


15 menit kemudian, Mobil Alisa sudah di depan gerbang sekolah. Alisa menyuruh supirnya memarkir mobilnya, dan mulai memperhatikan Siswa dan Siswi yang sudah pulang dan keluar gerbang.


Tiba - tiba Alisa melihat sosok Ariel.


"Pacarku memang sangat tampan" Pekik Alisa..


Bang Amat, hanya tertawa, dia sudah tahu bagaimana kami tidak pernah akur.


Akupun segera keluar dan berteriak.


"My Honey, ...!!"


Tentu saja suara teriakan ku, Bagaikan bom yang meledak. Semua mata memandang Alisa. Seorang gadis cantik yang dengan tangan melambai ke atas. sedang ingin menyebrang jalan. Mereka sangat penasaran Siapa my Honeynya.


Wajah tampan Ariel ikut mendongak dan terkejut melihat Alisa yang meneriakinya.

__ADS_1


Dia mencoba menunduk dan melangkah dengan cepat. Tapi Alisa sudah menyebrang dan mengejar langkahnya.


"Ariel......!!"


Langkah Ariel terhenti. Semua Mata memandang mereka saat ini. Tatapan lajang di sekolahnya sangat shock dan langsung patah hati seketika. Melihat pria idola sekolahnya, sudah memiliki kekasih yang sangat cantik.


Alisa tersenyum dan langsung berlari ke Ariel dan memeluk lengannya dan segera menariknya, membawanya ke mobilnya.


Alisa tidak ambil pusing lagi dengan apapun pikiran dalam otak teman sekolah Ariel.


"Semoga tidak ada lagi wanita di sekolahnya. yang mau dengannya, setelah melihatku."


Alisa tersenyum manis sedangkan Ariel sangat malu dan sangat kesal dengan Alisa.


Alisa mendorong Ariel masuk ke mobilnya dan diapun segera masuk dan menutup pintu dan mengarahkan supirnya ke rumah Ariel.


Alisa terkekeh. Hehehe"


Memeluk Ariel dan mau menciumnya. tapi telunjuknya sudah menahan dahi Alisa.


Alisa langsung meremas pinggir paha Ariel, Menyentuh langsung pinggir area pribadi Ariel.


Dengan terpaksa Ariel pun pasrah dicium berkali - kali di pipinya. Oleh Alisa. Dengan wajah sangat menderita.


"Kamu selalu melecehkanku...."!!


"mmmpp... mmmppphhh...."


Alisa mencium Ariel berkali - kali.


"Kamu selalu menggemaskan sayangku. " Kata Alisa gemes, dan menghentikan ciumannya.

__ADS_1


Ariel sangat frustasi. Area pribadinya tersentuh lagi untuk kesekian kalinya oleh Alisa.


"My honey, kok stres begitu, Perjakamu juga tidak lama kumiliki. Apalagi aku sudah terbiasa menyentuhnya bahkan merasakannya jika duduk dipangkuan mu." Kata Alisa dengan polosnya.


Mata Andre, Membeliak lebar dan memeluk Alisa dari belakang dan menutup mulutnya. Dia sangat malu dengan Bang Amat yang sudah tertawa terpingkal - pingkal.


Bang Amat sudah punya istri dan Anak 3 orang jadi dia langsung faham, dan Bang Amat terus tertawa. Melihat Alisa yang selalu Bar bar jika bersama Ariel padahal sangat kalem dan cuek jika berhadapan dengan pria lain.


" Aishhhhh........!!


Wanita ini, sungguh bermuka tembok...


Tak punya malu....


Kamu sangat menyebalkan...


kapan kamu tidak mengangguku untuk seminggu saja......"


Mulut Ariel pun, menjadi sangat cerewet jika bersama Alisa.


Ariel terus mengomel. Padahal aslinya dia pria dingin dan sangat pendiam tapi sangat hobby mengomel jika bersama Alisa.


Tapi Alisa sangat menyukai dan menganggap Ariel sangat seksi jika mengomel.


Bang Amat terus tertawa dan menggelengkan kepalanya. Bang Amat sudah lama menjadi supir pribadi Ayahnya. Sejak Alisa dan Ariel masih di bangku SD. Pemandangan seperti itu, sudah hal biasa bagi bang Amat. Dan selalu bisa tersenyum melihat tingkah konyol dua remaja yang sangat serasi itu, dan berharap mereka nantinya berjodoh.


Bersambung


Dukung Author yah dengan like, Vote dan Comment.


Love Love You All

__ADS_1


__ADS_2