
Keesokan paginya, Andre dengan memakai seragam karyawan berwarna biru campur abu - abu tengah bersiap. Andre walau berpakaian apa saja tetap sangat tampan, jangankan wanita, pria pun yakni teman - temannya suka memuji ketampanannya.
Di kantor pun, banyak karyawati patah hati mendengar Andre sudah menikah, dan mencoba melupakan Andre dan menerima kodrat mereka, bahwa mereka tidak akan pernah memiliki Andre, kecuali memiliki saja sebagai teman.
***
Alisa pun mulai masuk kuliah lagi, tak jauh beda dengan suaminya, Mahasiswa di kampus Alisa pun, banyak patah hati Karna gadis idaman mereka telah menikah.
Tampak kedua temannya mendekati. Lisa dan Hani.
"Hai...Alisa selamat yah !! atas pernikahanmu. Suamimu sangat tampan Alisa, waktu ke pestamu kami berdua baper lho, lihat kalian sangat serasi...!!"
Kata Lisa, teman akrab Alisa sejak berkuliah di kampusnya.
"Iya Lisa benar, Suamimu kerja di mana Alisa..?"
Tanya Hani.
Alisa terdiam, mau terus terang nanti keluarganya lebih malu lagi, jika akan banyak yang mengetahui dan menjadi perguncingan.
"Lho Kok diam Alisa..?"
Tanya Hani kembali penasaran.
"Tidak apa - apa kok, Suamiku kerja di luar kota di sebuah perusahaan."
__ADS_1
"Waah..!! pasti dia seorang CEO perusahaan...aaaahhh beruntung sekali Alisa....!!"
Kata Lisa baper.
"Bukan kok, hanya karyawan saja kok...Aaahh..sudah aaaahh, kalian ingatkan aku sama Suamiku lagi, jadi rindu nih...."
Lisa tersenyum mesum.
"Sakit sekali yah, waktu Suamimu melakukan malam pertama kalian...."
Alisa tersentak dengan pertanyaan Lisa.
"Sudah aaahhh...nggak boleh bahas itu, Karna dosa lho."
Alisa segera menarik kedua tangan temannya,
Mereka pun mengikuti jadwal kuliah mereka sampai jam istirahat.
***
Di sebuah Negara yang sangat Maju yakni Negara Amerika Serikat. Tampak seorang lelaki sangat tampan, sedang duduk di dalam sebuah cafe. Dia tampak sangat murung dan sedih.
"Kalian telah bahagia di atas penderitaan ku, tunggu saja aku akan kembali, merebut Alisa ku dari kamu Andre kepar*t."
Pemilik wajah tampan itu ternyata Didi Prayana.
__ADS_1
"Kasian kamu nduk...jangan menyiksa diri segitunya nduk, kamu tampan, tajir dan style, keren, pokoknya cakeep deeh...kayak tidak ada saja wanita lain nduk , yang sabar yah Aden ganteng. Author doain deeh dapat jodoh yang jauh lebih cantik, manis dan lembut daripada Alisa.
Sana lihat noh...My Readers banyak ngantri tuh.... pada senyam senyum tuuhh... dari tadi, lihat comment Author wkwkwkw..."
Lanjuuut....gaess..
Didi terus memikirkan Alisa yang begitu dia cintai, tapi telah menyakiti hatinya, Pria tampan itu sangat kesal, dan dendam pada Andre yang telah merebut Alisa dari hidup dan impiannya.
Didi bahkan tak ada selera meminum, apalagi makanan yang terhidang di hadapannya, hatinya sangat kacau dan sedih. satu bulir air mata telah menetes di pipinya, menyusul bulir air mata yang lain, Didi sungguh terguncang karna masih sangat mencintai Alisa. Diapun secepatnya menghapus air matanya dan keluar dari Cafe itu, dan terus masuk ke dalam mobilnya.
Didi menumpahkan kesedihannya di dalam mobilnya, menangis sepuasnya.
"Alisa....Mengapa aku tak bisa melupakan mu ? Walau kutahu cintaku hanya sepihak.
aaaaaaahhhhh...."
Didi meremas rambutnya dan terus menangis.
"Ibu....huhuhu....Mengapa nasibku se-malang ini...ibuuu....aku tak bisa melupakannya...Tolong aku ibuuu....huhuhu....Mengapa kalian berdua meninggalkanku sendiri? ...huhuhu....Apa salahku..pada kalian...huhuhu ...aku hanya mencintai kalian...Mengapa kalian masuk dalam hidupku...jika kalian juga mau meninggalkanku...huhuhu...."
Didi Prayana terus menangis dan meratap sedih.
Sedangkan di Negara lain, di tanah air, di rumahnya hati Kakek tiba - tiba terasa sangat perih, begitu juga hati Ayah Didi Prayana. Karna ikatan darah dan rasa saling menyayangi, menjadi kesedihan satu orang pun, akan di resapi oleh keluarga tercinta yang lain, yang walau dalam keadaan apapun takkan pernah meninggalkan kita, dan akan selalu ada dan support kita dan menyayangi kita dengan sangat tulus tampa pamrih. Cinta tampa batas, itulah cinta orang tua.
Mereka pun mendoakan Didi agar tabah, dan selalu sehat, dan segera menemukan kebahagiaannya.
__ADS_1
Bersambung