
Saat ini hati Alisa begitu sakit, dia terus menangis sampai matanya sembab.
Diapun segera mandi dan menenangkan hatinya. Orang dirumahnya bisa kepo, bertanya. jika matanya harus bengkak karna cinta yang tidak tersambut.
Sore merambat malam. Tampak terdengar suara musik mulai di mainkan dari arah lapangan yang saat ini, pertanda acara sudah di mulai.
Alisa pun, bersiap mulai memakai bedak tipis, dan memakai pelembab bibir dengan warna bibir, hanya untuk mencerahkan.
Alisa pun beranjak dari kamarnya. Tampak papa dan Mamanya bersantai. Alisa minta ijin.
"Papa, Mama Alisa. mau nonton sebentar"
Kata Alisa.
"Cari adikmu. jam 10 malam, harus pulang. bawa jam tangan jika kalian telat, Papa akan kesana dan langsung membentak kalian. biar kalian malu. ingat itu.!!!"
Dengan nada tegas seperti biasa. Papa sangat otoriter dan sangat menjaga ketiga anak gadisnya dengan sangat baik, Karna nama besar keluarganya nya. Sangat di pertaruhkan di sana. Harga Diri dan martabat dan nama baik. Itulah Point' terpenting yang di jungjung tinggi keluargaku.
Seperti biasa Alisa membungkuk hormat pada Papanya, dia sangat segan.
__ADS_1
" Iya papa. Ini ada jam tangan kupakai"
Memperlihatkan jam tangan yang sudah melingkar di tangannya yang putih bersih.
Alisa pun berlalu dan keluar rumah. pikirannya menerawang mengingat betapa tegas dan disiplinnya Papanya, dalam mendidik anaknya. Walau itu perempuan.
Mamanya hanya menganggukkan kepala. Beliau selalu mendukung suaminya dalam segala hal.
Pernah waktu itu kami bertiga mau dipukul Papa waktu kecil. waktu itu, umurku sekitar 10 tahun. Kami pergi mandi di sungai yang ada waduk besarnya.
Papa sangat marah, dan memuk*l kami bertiga dengan gagang sapu yang kecil dan bulat panjang, Papa sangat marah, memuk*l kami sampai patah gagang sapu. dan Mama hanya berlari keluar menghindar.
Alasannya nanti tidak tega melihat suaminya memuk*l anaknya. sedangkan harus di beri pelajaran berharga, agar tidak mengulangi lagi karna bisa membahayakan nyawa anaknya sendiri. Lebih baik sakit masih bisa di rawat daripada meninggal dan itu mimpi yang sangat buruk bagi semua orang tua di muka bumi ini.
Bagaimana Alisa selalu lari ke depan Adiknya dan terkena pukul*n Ayahnya. Tapi Alisa sangat Gengsi berteriak, dia menahan rasa sakit yang luar biasa. hanya air mata yang keluar membasahi pipinya.
Akhirnya Alisa yang banyak menerima pukul*n, dan tiga hari tidak bisa jalan, kakinya terasa mau patah. Tapi Mamanya merawat lukanya dengan ramuan dan obat dokter. Karna hanya bengkak. dan memanggil tukang urut untuk mengembalikan posisi tulang jika ada yang goyang. Itupun setelah kaki Alisa sudah tidak terlalu sakit
Ayahku sangat tegas dan disiplin.
__ADS_1
Bagaimana Disiplinnya Ayahnya. Adiknya Nia yang berumur 5 tahun. Melakukan kesalahan. Ayahku baru beli sofa yang sangat mahal. Nia waktu itu masih sangat kecil. mengambil pisau kecil, merobek sofa, tak ada sisa. semuanya dia tus"k dengan pisau. tempat duduk dan sandarannya, Nia robek semua, dia keluarkan isinya. Tidak ada yang melihatnya.
Papa pulang dan melihat Nia merobek dengan pisau.dan menghambur isinya. Papa berteriak sangat marah.
Kamipun berlari berkumpul di ruang tengah. Sangat kaget melihat sofa sudah terkoyak - koyak dan isinya yakni Busa. Telah terhambur diluar dan berlobang Karna Nia mengorek mengeluarkan isinya.
Papa mengambil kayu bulat kecil, yang biasa di puk*lkan di telapak tangan kami jika lambat paham masalah pelajaran.
Nia disuruh duduk. Tangannya di rapatkan di lantai. Posisi rapat dan mau dipuk*l. untuk efek jera, tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Alisa tidak tega jari adiknya sangat kecil dan posisi punggung tangan yang ingin di puk*l bukan telapak tangan.
Papanya mulai mengangkat kayu kecilnya. Dan Alisa lari menutup tangan adiknya dengan tangannya. Papanya sangat kesal dan berulang memuk*l. Punggung tangan Alisa sangat sakit, serasa seribu jarum menusuk ke tulang tangannya, bagai tersengat listrik panas dan membakar dan nyeri yang luar biasa. Tapi Alisa tidak mau menyingkirkan tangannya. Sampai Ayahnya puas dan berlalu.
Alisa selalu melindungi adik - adiknya. Dan hanya 2 kali itu Papanya melakukannya. dan kami bertiga tidak pernah mengulang kesalahan lagi. Dan Alisa selalu menekan adiknya dengan membentaknya agar adiknya takut dengannya. Agar Papa tidak memberi pelajaran yang bisa menyakiti tubuh mereka.
Tak terasa Alisa sudah berada di pusat keramaian. Lampu panggung sangat terang dan banyak lampu hias di pasang di pinggir atas panggung.
MC Panggung sudah mulai berpidato dan membawakan acara dengan Ceria. Mulai memperkenalkan Nama - nama sekolah yang akan bertanding malam ini.
__ADS_1
Wajahnya selalu ceria dan sesekali membuat guyonan agar pengunjung tidak bosan. Melihatnya terlalu cerewet.
Bersambung