
Hai..🙏🙏 My Readers Grup Chatku sudah aktif lho. Bernama Author Munira. Kritik dan saran kalian amat Author butuhkan untuk penulisan yang lebih baik lagi 🥰🥰
Lanjut..Bab 88.
Kedua pasangan pengantin baru itupun tertidur lelap sambil berpelukan.
Di sebuah kamar di dalam rumah Alisa tampak Papa dan Mama Alisa berbincang.
"Aku akan membuat Si Andre itu, meninggalkan anak kita, lebih baik j*nda daripada memiliki menantu yang cuma modal tampan doang, aku sangat kesal melihat mereka berdua."
"Jangankan Mama,
Papa juga rasanya ingin memukuli Si Andre brengsek itu, wajahku ini entah mau di simpan di mana. Minggu depan pesta perkawinan Mayang dan Nia lagi. Untunglah Calon Suaminya sepadan dengan kita, setidaknya ada dua anak kita yang menyelamatkan wajah kita pada keluarga besar kita."
"Iya pa....aku akan membuat Andre meninggalkan anak kita secepatnya."
__ADS_1
"Terserah mama saja..."
Mereka pun akhirnya mulai tertidur.
Dunia begitu indah jika di pandang dengan hati yang tulus dan ikhlas. Tapi jika Dunia dipandang dengan kemewahan saja, itu cuma akan membuat hati kita ternoda dengan pikiran yang jahat dan tak bersyukur. Bukankah Sang Pencipta, menciptakan hambanya untuk saling menyayangi dan menghargai, tapi hidup pilihan. Dan harus siap menanggung resiko perbuatan buruk dan resiko baik untuk perbuatan baik.
Manusia di beri otak berpikir dan di beri hati untuk saling mencintai dan menyayangi. Tapi jika manusia tidak menggunakan seperti fungsinya. Roda dunia selalu berputar, begitupun roda kehidupan manusia, terkadang di bawah dan terkadang di atas. Karma akan selalu berlaku, tergantung manusia memilihnya. karma baik dan karma buruk, sesuai pilihan masing - masing dan siap menghadapi konsekuensi nya.
Lanjut lagi gaes 🥰🥰
Bias jingga mulai menghilang dan tergantikan
sang Surya dengan cahaya nya yang terang benderang, seolah memberi semangat penghuni bumi, untuk mencari rejeki dan penghidupan yang lebih baik lagi.
Di sebuah kamar, tampak pasangan muda yang sangat tampan dan cantik mulai mengerjabkan mata indah mereka.
__ADS_1
Mata wanita yang begitu elok dipandang, wajah seputih embun, bibir yang indah dan merekah, barisan gigi yang putih bersih, senyuman nan manis dan memabukkan hati, hidung yang mancung sangatlah serasi dengan wajahnya yang cantik jelita.
Mata teduh, nan indah begitu menggetarkan kalbu yang memandangnya, begitu menusuk Sukma, Mata elang yang perkasa, bersanding dengan alis tebal, hidung yang mancung. bibir yang memerah alami begitu menggoda, dan wajah putih sebening embun, wajah seorang pangeran tampan yang begitu tampak, elok dan penuh karisma memikat.
Mereka adalah Andre dan Alisa, yang saling memandang menikmati wajah masing - masing yang selalu menggetarkan hati dan sanubari mereka, karna rasa cinta yang begitu besar dan sayang yang memenuhi rongga hati mereka dan tak ada tempat untuk yang lainnya lagi.
"Selamat pagi bidadari cantikku, kamu sangat cantik dan menggemaskan.
Bolehkah aku mencium mu sayang..."
"Selamat pagi juga, pangeran ku yang tampan, apapun boleh untukmu."
Mulai membalas kebucinan Suami yang begitu di cintainya.
Mereka pun tenggelam dengan ciuman yang lembut, dan penuh kasih sayang, yang selalu membara di dalam hati, seolah tak akan pernah padam, walau di terjang badai sebesar apapun. Semoga selalu langgeng dan saling mencintai sampai ajal memisahkan cinta mereka yang begitu tulus, putih dan bersih.
__ADS_1
Bersambung