Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 48. Didi Prayana Membawa Perubahan Positif


__ADS_3

Sejak kejadian memalukan di sekolah, yakni menerima hukuman dari Pak Aswat. Hubungan pertemanan sesama Siswa dan Siswi Kelas A1. Bunga Mawar, bukannya merenggang tetapi semakin akrab. Di waktu senggang tidak belajar.


Mereka tampak sering bergerombol dan berkumpul dan bercerita. Siswa dan Siswi berbaur bersama, selalu ada canda tawa diantara mereka.


Didi Prayana pun, sudah sangat rajin ke sekolah dan mengerjakan tugas - tugas sekolah. Dia sebenarnya sangat pintar hanya waktu itu dia hanya malas, dan masa bodoh dan tidak peduli dengan hidupnya, serta masa depannya.


Sejak pertama kali bertemu Alisa, semuanya berubah.


Pertama melihat Alisa. Dia hanya bisa duduk terpaku dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertama masuk di kelasnya, gadis itu menatapnya dengan senyum yang manis, dan membuat jantungnya berdebar indah.


Detak jantungnya pun, berdetak dengan kencangnya. Pertama dalam hidupnya, dia merasa hidupnya berharga, dan memiliki semangat untuk masa depannya.


Wanita itu membuatnya dunianya yang gelap gulita menjadi terang benderang.


Membuat hidupnya yang hanya punya kekosongan yang hampa, berubah penuh dengan hal - hal yang indah, menumbuhkan rasa melindungi, menyayangi Serta mencintai yang begitu besar.


Membuat seorang Didi Prayana yang dulunya tidak bersahabat, Pemarah, egois dan dingin dan arogan dan pemberontak menjadi Pria manis, yang mulai tersenyum. Mulai memiliki rasa cinta, memiliki semangat untuk kehidupan yang lebih cerah dan berwarna.


Saat ini, dia tidak pernah mau jauh dari Alisa. Dia selalu menarik Alisa untuk duduk bersamanya.

__ADS_1


Dia suka sekali mengepang kecil - kecil rambut Alisa. Bahkan membeli karet kecil dan berwarna, untuk mengikat ujung rambut Alisa yang di kepangnya.


Alisa tidak menampakkan rasa tidak suka, wajahnya tetap ceria dan tetap bercerita tentang hal - hal apapun dengan Didi yang setia mendengarnya dengan senyum yang selalu terhias dari bibirnya.


Jika mereka berbicara berhadapan, Didi akan mengepang kecil rambut Alisa bagian samping kanan rambutnya. Jika Alisa bercerita membelakanginya. Dia akan menyisir rambut Alisa yang sepunggung dan mulai mengepang nya.


Kebiasaan Didi juga mengelus, mencubit dan menguyel - nguyel kedua pipi Alisa. Dan terkadang mengecup pipi Alisa. Didi selalu gemas jika melihat wajah Alisa yang cantik dan menggemaskan.


Bagi Alisa, Didi di anggap nya seperti Kak Yusuf dan Kak Adrian. Yang suka iseng.


Berbanding terbalik dengan Didi yang sangat tulus mencintai Alisa sekaligus sangat menyayanginya. dan memanjakannya.


Semua teman sekelasnya berbaur jadi satu di belakang. ngerumpi. Cerita Film, Cerita mantan. cerita keluarga dan Bla bla lainnnya..


Mereka bergerombol dengan suasana akrab, Ada yang berdiri, dan ada juga banyak, menarik bangku dan meja, mereka duduk di atasnya dan bergerombol. Saling bercerita dengan suasana kekeluargaan yang sangat dekat dan akrab.


Kebiasaan Didi Prayana ini tertular di pria satu kelasnya, bahkan Mila pun harus pasrah rambutnya di kepang oleh Boby kadang Doni juga Rey serta joy. Mereka mengepang rambutnya sambil bercerita. ada yang mengepang di depan dan ada di belakangnya.


Siswi yang lain pun jadi korban siswa yang lain. Hampir semua siswi di kelas Alisa Korban rambutnya di kepang.

__ADS_1


Siswa sibuk mengepang dan Siswinya sibuk curhat dan para siswa sambil mengepang rambut, dengan setia mendengar curhatan para siswi yang mereka kepang rambutnya, dan memberi masukan, ide dan dukungan.


Para Siswi sangat senang, Siswi yang kerjanya curhat jadi senang dan terhibur. Mereka merasa ada kakak dan sahabat yang mau mendengar keluh kesah para cewek yang suka Halu dan bergosip ini.


Siswa sibuk mengepang dengan mengambil rambut sedikit yang hasil buah karya kepangan mereka,terkadang sampai belasan jumlahnya, yang bisa mereka ikat ujungnya, dengan karet berbagai warna.


Hampir semua siswa memiliki karet berwarna yang kecil di tasnya, bahkan sisir. Apapun yang dilakukan Didi Prayana sangat mereka contoh,


Kebiasaan Didi Prayana juga, mencubit pipi dan menguyel - nguyel pipi Alisa. Mewabah juga di kelasnya. Menular pada teman Siswa lainnya di kelasnya.


Dan para siswi rela pipi mereka di cubit dan di uyel - uyel yang penting curhatan mereka di dengar dengan baik apalagi jika sudah ada saran dari Siswa teman kelasnya yang menenangkan hati mereka yang pada Halu dan suka curhat. Mereka sangat bahagia.


Bahkan Mila pun pasrah pipinya di uyel uyel. di cubit dan rambutnya yang sepunggung di kepang. oleh geng Boby. Mila curhat dan di beri solusi dan masukan. Dan dukungan.


Dan inilah yang membuat satu kelas ini merasa mereka adalah saudara kandung, dan sahabat yang terbaik di dunia Halu mereka. Yang membuat mereka sangat akrab satu sama lain.


Didi Prayana membawa perubahan Positif yang sangat besar di dalam kelas Ai. Bunga mawar.


Rasa cinta, sayang dan memanjakan Alisa sedemikian rupa membawa contoh positif pada teman sekelasnya. Bahkan terkadang para Siswa gantian curhat. diapun rela pipinya di uyel - uyel oleh teman Siswinya. Dan rambutnya di belai sayang jika curhatan mereka menyedihkan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2