Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 96. Andre Sayang Aku Hamil


__ADS_3

Keesokan sorenya selesai Alisa kuliah dia pun membersihkan rumah kembali. mbok Ratih sudah istirahat bekerja, padahal hampir 20 tahun mengabdi. Alisa sangat sedih tak ada lagi mbok Ratih yang selalu sayang dia.


Orang tua Alisa masih cari pengganti mbok Ratih tapi belum ada.


Seperti biasanya ibunya selalu marah setiap hari, selalu ada bahan untuk menumpahkan kekesalannya kepada Alisa.


Waktu terus bergulir, setiap 2 Minggu Suami Alisa selalu datang menjenguk istri kesayangannya. Hari ini datang, besoknya pulang.


Tak terasa 3 bulan berlalu, Alisa hari itu, terasa mual, dan pusing, dia mencoba ke apotik membeli tes kehamilan.


Alisa pun mencoba memeriksa sendiri, dengan mengetes urine nya. Dengan hati berdebar dia memasukkan alat test itu di wadah kecil yang ada air urine nya. tiap detik berlalu bagai dentuman palu di dadanya.


Garis pertama muncul dan akhirnya garis kedua pun muncul, Alisa terduduk dan menangis, dia sangat bahagia.


"Andre sayang...Aku hamil....Kita akan segera memiliki anak yang lucu sayangku..."


Alisa kemudian kembali bersedih.

__ADS_1


"Aku sedang hamil, huhuhu..huhu....Kasian kamu nak, kamu telah hadir di dalam rahim ibu, tapi Ayah dan Ibu, masih hidup terpisah dan kekurangan waktu untuk menemanimu sayang."


Alisa menangis terharu dia bingung apakah dia bahagia atau tidak. Cukup lama Alisa di dalam kamar mandi, menangis dan bimbang.


"Jika ibu tahu, dia pasti marah dan menghina lagi kekurangan Suamiku, aku bingung aku mau pergi ke tempat Suamiku besok, iya aku harus memberinya kejutan."


Keesokan paginya, Alisa mempersiapkan tas dan pakaiannya. kebetulan dia ada liburan kuliah 2 Minggu. Jadi dia bisa pergi menemui Suaminya tercinta.


Ibunya melihatnya berbenah.


"Kamu mau kemana ?"


"Apa ..!! kamu mau ke tempat kumuh itu, apa kamu bisa hidup disana, itulah ibu tidak mau kamu menikah dengan orang susah itu, dasar tak punya pikiran kamu hah..!! tidak usah kesana, pasti sangat kumuh dan banyak nyamuk"


Ibunya terus mengomel tapi Alisa tidak peduli. Alisa hanya diam dan tetap mengepak barangnya.


Tak lama ibu keluar dengan supirnya, dua jam berlalu ibu sudah datang dengan banyak belanjaan.

__ADS_1


"Bawa ini, makanan kemasan, kue, minuman ,susu ,roti dan banyak ini, kamu pasti akan kelaparan, berapa sih gaji suami mu. Uang jajan mu saja jauh lebih banyak dasar anak bodoh kenapa memilih orang susah, kamu tinggalkan dia saja masih banyak keluarga yang mau denganmu. Nanti ibu simpan kamu di Jakarta sama pamanmu dan kita yang akan urus perpisahan kamu dengan Suamimu. Apa kalau begini ? kamu menderita juga Suamimu."


Alisa sudah sering mendengar kata - kata ini dari ibunya yang tak pernah bosan mengulanginya. Alisa hanya diam dengan berbicara menentang ibunya, pasti lebih cerewet lagi.


Alisa sudah memesan mobil, dan sudah menunggu di luar, walau ibunya mengomel dia tetap membantu Alisa membawa barangnya, dan memberikan uang dalam amplop, Alisa mau menolak pasti ibunya akan lebih marah lagi.


"Coba lihat, jika kamu menikah dengan orang susah tetap kami harus mengeluarkan uang untuk mengongkosi mu. Kamu sangat bodoh Alisa memilih orang rendahan seperti itu."


Telinga Alisa bertambah panas. tapi dia tetap diam, ibunya memang selalu begitu.


"Ibu janganmi kasih saya uang, Khan ada juga banyak makanan ini, saya hanya 2 Minggu ini"


"Apa kamu bilang, tidak usah banyak gaya kamu, sudah syukur ibu mau kasih kamu uang. ambil saja itu uang, walau terpaksa ibu tidak ingin kamu kelaparan di sana, buat malu saja keluarga ibu."


Alisa hanya bisa tertunduk lesu, dan menahan air matanya untuk tidak keluar, Alisa hanya bisa menguatkan hatinya.


"Yaa Allah Maafkan Aku...Aku telah mengecewakan ibuku...Izinkan lah suatu hari saya bisa membuatnya bangga Yaa Allah. Amin."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2