
Semua berbahagia menyambut putri kedua Alisa yang sangat cantik, Alisa pun pulang ke rumah Didi Prayana, Karna Didi takkan lama tinggal hanya tiga hari. Jadi Alisa putuskan tinggal disana dengan Suaminya. Mereka menempati kamar tamu.
Semua sedang sibuk berbincang dan bercanda.
Didi banyak bercerita tentang kegiatannya, tentunya aktivitas nya, dengan pacarnya yang kebanyakan materialistik.
Semua hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepala mereka.
Menurut semua pandangan yang melihat Didi Prayana, yang pernah menjadi Suami Alisa, Pastinya Didi sungguh sudah bisa move on dari Alisa, tampa orang ketahui kalau di hatinya masih sangat mencintai Alisa.
"Sudahlah Didi jangan menceritakan pacar kamu terus, aku sudah bosan mendengarnya."
Kata Alisa mulai kesal.
"Aku cuma suka saja jika melihatmu, kelihatan sangat cemburu, jika aku punya banyak kekasih yang jauh lebih cantik darimu."
Alisa menatap jengah, semua pun terpingkal.
"Ooh Ya. Didi besok antar aku ke rumah Ariel, Karna Andre banyak rapat. Kata adiknya nanti malam dia mau datang dengan istrinya, akhirnya dia menikah juga, dia adalah makhluk fresher, dan beruang kutub, sepertinya wanita itu begitu mental dan tahan banting dan bermuka tembok, menghadapi Ariel harus bermental baja."
Kata Alisa dengan senyum sumringah di wajahnya.
"Ariel sahabat dan teman kecilmu itu khan."
Tanya Didi Prayana.
"Iya kamu benar, dia juga adalah pacar pertamaku, sebelum pacaran dengan Andre."
Didi Prayana menatap jengah.
"Sungguh memang kamu Alisa, Wanita yang serakah !!!. Stok pria tampan di kota ini habis kamu borong."
Menggelengkan kepalanya, dan menatap Alisa sinis.
Alisa hanya bisa tertawa geli, begitupula keluarga Didi Prayana.
"Mengapa lalu kamu tidak memberitahuku.?
"Apa kamu bertanya...?
__ADS_1
Jawab Alisa sengit.
Didi hanya bisa memijat kepalanya.
"Aku ternyata mendapatkan mu, setelah menjadi bekas dua pria itu, kami sungguh bodoh, padahal sangat banyak stok gadis cantik di kota ini. Sungguh kami telah membuang waktu berguna kami, hanya untuk Playgirl tega sepertimu."
Alisa hanya bisa menatap jengah.
Didi pun terus memijat kepalanya.
Alisa sungguh kesal, Diapun mendatangi Didi Prayana, dan duduk di sampingnya langsung mengambil lengan Didi Prayana dan menggigitnya kuat.
"Aaaaaaaaahhhhh....!!!!!!."
Didi berteriak kesakitan, semua keluarga Didi Prayana terpingkal.
Alisa pun melepaskan gigitannya. Semua pun terpingkal sedangkan Didi Prayana hanya bisa mengelus lengannya, yang sudah panas dan perih.
"Apa salah..ku...?"
Alisa menatap jengah.
Didi Prayana pun, merangkul bahu Alisa dan mencium ubun rambutnya.
Didi Prayana pun tersenyum manis, melepaskan ciuman nya di ubun rambut Alisa.
Semua menjadi tenang kembali, semua pun akhirnya sibuk berbincang tentang apa saja, yang nyaman di bahas.
Suami Alisa sudah ke kantor, malam hari baru ada di rumah, tapi kadang juga libur dan pulang cepat.
Keesokan Paginya Didi Prayana mengantarkan Alisa ke rumah Ariel. Alisa sangat terharu melihat Ariel sudah lama tak bertemu.
Alisa memeluk Ariel, tapi sebelumnya minta ijin ke Istrinya.
Alisa mengagumi kecantikan Fumiko Sora, Ariel sungguh beruntung pikirnya, padahal Fumiko begitu sangat berjuang mendapatkan cinta Ariel.
Fumiko pun mengagumi kecantikan wajah Alisa, yang begitu cantik, manis dan anggun.
"Pantas saja Ariel susah melupakan kamu Alisa, kamu sangat baik dan sangat cantik."
__ADS_1
Gumam Fumiko dalam hati.
Orang tua Ariel banyak memasak makanan enak, dan sebagian memesannya di restoran.
Semua berbahagia.
Alisa banyak berbincang dengan keluarga Ariel, juga Ariel dan Istrinya.
"Alisa aku sangat senang bisa melihat wajah kamu lagi, yang menyebalkan itu."
Ariel mulai mengajak perang seperti biasanya.
Alisa menatap jengah.
"Aku juga sangat bahagia bertemu dengan manusia sombong ini."
Semua pun terpingkal.
Alisa membawa Afkar dan Bayinya. Semua sangat senang melihat anak - anak Alisa yang sangat tampan, dan bayinya juga sangat cantik.
Ariel dan Istrinya juga keluarganya, berkenalan juga dengan Didi Prayana.
Mereka sangat bangga dengan Didi Prayana, Karna mau melepaskan Alisa, kembali kepada Andre.
Wajah tampan, dan baik hati, Itulah gambaran di pikiran Ariel dan keluarganya.
Tak terasa telah banyak berbincang dan makan dan minum, waktu terus merangkak naik menjadi Sore. Alisa dan Didi. Prayana pun pamit pulang.
Keesokan harinya Alisa berkunjung kembali, dan dia diantar oleh Andre Suaminya.
Semua akhirnya bahagia, semua telah menemukan jalan terbaik untuk mereka semua. Walau Didi Prayana dan Ariel masih mencintai Alisa dengan tulus, mereka pun hanya bisa menyimpan nya di dalam lubuk hati mereka yang paling dalam.
Melihat Alisa selalu tersenyum dan tertawa bahagia. Hati Didi Prayana dan Ariel menjadi tenang dan bahagia. Dan menanamkan dalam hati. Cinta itu tak selamanya memiliki, melihat orang yang kita cintai dan sayangi hidup bahagia, itulah adalah kebahagiaan mencintai dengan tulus dan murni, dan itulah cinta sejati, walau tak di cintai tapi bisa mencintai dan menyayangi, tampa siapapun yang tahu biarlah menjadi rahasia hati, yang terkubur dalam hati.
Mencoba mencari kebahagiaan yang lain walau hanya di cintai dan disayangi oleh wanita yang memang tulus mencintai mereka apa adanya.
Semoga cinta baru akan tumbuh dengan sendirinya, sesuai harapan mereka yang masih sulit move on mencintai Alisa.
TAMAT.
__ADS_1