
Tak terasa waktu terus bergulir, hari berganti Minggu, dan Alisa sudah kembali lagi ke kota nya dan melanjutkan kuliahnya.
Minggu pun berganti bulan, kandungan Alisa bertambah besar setiap bulannya, bukannya orang tuanya senang malah sangat jengkel, setiap omelan orang tuanya dia anggap Alisa sebagai nyanyian saja, agar dia tidak stres, kasian bayinya.
Perkawinan kedua adiknya pun telah berlangsung, di sebuah kota besar tempat pamanku, di lain propensi. Ibuku melarang ku ikut, Karna kandunganku sudah mulai membesar, dan sangat memalukan bagi mereka jika keluarga banyak lagi bertanya - tanya pekerjaan suami Alisa. Apalagi saya juga sudah dekat KKN.
Satu Minggu berlalu, orang tua Alisa sudah datang. Dan Alisa hanya bisa melihat pernikahan kedua adiknya yang hanya tamat SMA di nikahkan, di album foto yang di bawa orang tuanya. Suami mereka juga masih muda, lain denganku yang ingin di nikahkan dengan orang yang dua kali lipat dari umurku.
Alisa hanya bisa menangis melihat pernikahan kedua adik yang di sayang nya, tak ada fotonya di sana.
"Maafkan kakak...kalian pasti sangat kesal denganku. Sejak aku menikah. Dan mereka Tamat SMA, mereka pun di ambil kedua pamanku di kota yang jauh itu"
Tak terasa kandungan Alisa sudah masuk 7 bulan, Suaminya masih sering pulang tiga kali dalam sebulan. Dan Alisa sudah KKN di sebuah desa yang cukup jauh dari rumahnya, Alisa tinggal di sebuah rumah bapak kepala desa di daerah itu, Alisa sangat senang Karna kehamilannya, dia sangat di sayang teman - temannya. Jika tempat jauh temannya melarangnya ikut, bahkan membantu kerja tugas Alisa, mereka selalu membantu Alisa. Bahkan tas nya pun di bawakan temannya. Dia sangat terharu teman - temannya dan Bu desa dan warga sangat menyayanginya dan sangat peduli padanya.
Tak terasa KKN berakhir juga dengan waktu 50 hari, dan Alisa sudah dekat melahirkan, Suaminya pun, jika datang menjenguknya di rumah pak desa, membuat teman - teman dan warga dan Bu desa jadi sangat Bucin, melihat bagaimana romantisnya kedua pasangan ini.
Bagaimana tidak. Makan di suap, suka dipijitin kakinya, di bawakan tasnya sambil Alisa merangkul lengan Suaminya. Walau Suaminya hanya dua hari jika datang, sudah menjadi bahan gosip teromantis di daerah itu. Dan membuat para jomblo sakit hati bercampur iri dan merana, dan mengidamkan mendapatkan
jodoh secantik Alisa bagi jomblo pria dan bagi jomblo wanita mendapat jodoh setampan Andre.
Suami sangat tampan dan istri sangat cantik, bagi mereka tak ada lagi kekurangan yang di alami kedua pasangan serasi ini, padahal jauh di lubuk hati mereka ada luka yang sangat pedih, di keluarga Alisa yang menganggap mereka pasangan yang sangat buruk, dan mencoreng bibit, bebet, dan bobot keluarga besar mereka.
Suaminya sudah kembali ke kota nya, tempat dia bekerja.
Tiga hari berlalu.
Sore itu, Alisa merasa perutnya mulas, tapi tidak memberitahu ibunya. Setelah dia masuk ke dalam kamar mandi, ada bercak darah di ****** ********. Dia pun memberitahu ibunya.
__ADS_1
Ibunya segera menelpon ayahku dan mengabarkannya. Ibu pun keluar entah kemana
Alisa sudah mulai kesakitan sekali, orang tuanya belum datang.
"Kenapa mereka lama sekali, ? seharusnya mereka membawaku ke rumah sakit."
Dua puluh menit berlalu, Ayah dan ibunya datang membawa banyak belanjaan. dari baju baru, sarung baru, baju bayi dan semua perlengkapannya. bahkan makanan dan snak.
Alisa sangat kesal tapi tak menampakkan nya.
"Mengapa mereka seperti ini..? Aku sudah sangat kesakitan mereka hanya sibuk belanja.."
Alisa menangis kesakitan. Ayahnya secepatnya menggendongnya dan membawanya ke mobil
Dirumah sakit, Alisa sudah di masukkan lagi ke dalam kamar persalinan. Dan Alisa kembali kesal karna tidak ada Dokter. Kata ibunya tunggu Dokter Spesialis yang bagus.
Alisa pun berteriak kesakitan, darah sudah mulai keluar.
Sabar Bu...Dokternya sudah menuju kesini. Mereka pun mulai memeriksa Alisa..Tekanan darah dan memeriksa jalan bayi.
"Belum Bu...baru pembukaan satu...Ayo...kita jalan dulu Bu.."
"Aku tidak bisa Bu....sakit sekali...Aaaahhh...."
Tante Alisa yang ada di sana...langsung menyumpat mulut Alisa memakai sapu tangan yang sudah di gulungnya.
"Jangan berteriak...buat malu saja...!!!"
__ADS_1
Ibunya takut menemani Alisa jadi tantenya yang judes yang masuk.
Alisa terus berteriak dia sungguh sangat kesakitan, punggungnya terasa mau terbelah, sungguh sangat sakit sekali, tangannya berkeringat, badannya bermandi peluh..Dia memegang pinggiran ranjang. Alisa menangis mengingat Suaminya.
Alisa berteriak Andre......Andre.....sakiiiittt....!!!"
Tantenya makin menyumbat mulutnya, air mata Alisa sudah banjir membasahi pipinya. Sedih dan rasa sakit berbaur jadi satu. Seorang bidan pun memeriksa dan berteriak.
"Bayinya...sudah mau keluar...Mengapa begitu cepat padahal tadi baru pembukaan satu..."
Kata perawat muda itu.
"Kamu kali salah lihat, mungkin sudah pembukaan 7"
Kata temannya yang lain.
"Iya juga sih, tadi aku hanya perkirakan,. Karna pasien baru masuk"
"Sudahlah cepat bantu ibu itu, mengatur nafas."
Kata perawat yang lebih tua.
Mereka pun ada sekitar 6 orang mulai panik, dan pintu terbuka. Seorang Dokter pria yang sudah berumur langsung mengambil alih.
Dokter itupun menuntun proses kelahiran dan sibuk tangannya di bawah sana, di bantu dua perawat di sebelah kanan dan kirinya. Pak dokter pun menyuruh menyuntik paha kanan Alisa.
Alisa terus menangis, dan berteriak dan tantenya bukannya prihatin, malah makin menekan mulut Alisa. Dan selalu memarahinya.
__ADS_1
"Diam Alisa !!! kamu sangat memalukan !!!
Bersambung