
Alisa menatap Didi kesal. dan hendak meninggalkannya.
Didi Prayana berdiri, dan menahannya.
"Sayang...maafkan aku...yaah, aku begitu mencintaimu.."
Alisa mengambil ponselnya, memanggil Pak Amat menjemputnya.
Didi Prayana terus meminta maaf pada Alisa.
"Maafkan aku sayang....Menikahlah denganku , aku sungguh mencintaimu sayang..."
"Sudahlah...Didi, aku malas membahasnya, aku masih ingin bebas dan kuliah."
"Sayaaang...baiklah....aku akan selalu setia menunggumu"
Hati Alisa sangat resah.
"Didi...Ku mohon kamu bisa menciumku, tapi tolong jangan menyentuh dadaku lagi, jika kamu lakukan lagi. Kita putus."
Didi tersentak, diapun merasa sangat bersalah.
"Maafkan aku sayang..Aku khilaf, aku tidak akan mengulanginya."
Didi berdiri dan memeluk Alisa dan mencium keningnya sangat lama.
Alisa melepaskan pelukan Didi Prayana.
"Aku mau pulang, Pak Amat tidak lama datang."
Didi Prayana mengangguk dan merangkul pinggang Alisa menemui Kakeknya, untuk pamit pulang.
Setelah berbincang dengan Kakek Didi dan Mamanya. Alisa di antar ke teras. Tak lama Pak Amat datang, Alisa pun pulang.
Di Perjalanan Alisa minta di pak Amat antar Alisa ke Toko Buku.
Alisa akhirnya sampai di Toko Buku, mulai masuk ke dalam toko buku.
Alisa mulai melihat dan membaca, dia mencari buku Biologi yang selain Buku Biologi yang di ajarkan Gurunya, untuk menambah wawasannya.
Sedang asik memilih buku sambil membacanya.
Tiba - tiba ada yang merangkul pundaknya.
Alisa tersentak dan menoleh, Alisa tersenyum mendapatkan wajah tampan Ariel, yang tersenyum manis kepadanya. Alisa menoleh kesamping tampak beberapa pasang mata memperhatikan. Tapi Alisa tidak mau ambil pusing malah merangkul pinggang Ariel.
"My Honey...sedang apa di sini sayang.."
"Lagi cari buku juga sayang..."
Jawab Ariel mesra.
"Cepatlah cari buku, aku ingin traktir kamu makan, seumur hidupmu belum pernah khan aku traktir sayang. Terus kita pergi nonton Bioskop dan keliling kota."
"Waahh...!!! Ide bagus sayang."
Alisa pun memilih buku dan cepat membayar ke kasir dan minta pamit di Pak Amat untuk ikut Ariel.
"Pak Amat aku ikut Ariel yah, mau ke rumahnya."
__ADS_1
Ariel sengaja memasang wajah masam.
Pak Amat terkekeh.
"Hehehe....hehe.... Nak Ariel, tolong jaga Nona ku yah..."
Dengan nada mengejek, dan masih terkekeh, melihat Nona nya menempel seperti prangko tapi Ariel cuek seperti biasanya.
Ariel hanya menatap jengah, sedangkan Pak Amat tertawa geli dan menutup kaca mobil.
"Ayo...sayang..."
Beberapa pasang mata memperhatikan kedua pasangan yang serasi itu, ada yang kagum dan ada pula yang iri.
Alisa duluan naik di mobil Ariel, Supir Ariel tertawa geli, dan mulai meledek.
"Wahhh.. Tuan muda. dapat bidadari di toko buku"
Ariel hanya menatap jengah.
"Trima kasih pak supir yang ganteng, mata anda ternyata sangat bersih dan terang, bisa melihat wajahku yang seperti bidadari ini, tidak seperti mata beruang kutub ini, matanya tertutup salju."
Supir Ariel terpingkal kembali.
Alisa seperti biasa memiringkan kaca spion di depan supir Ariel.
"Jangan ngintip yah, aku tidak sabar mencium kekasihku."
Alisa menarik kepala Ariel dan mencium pipinya.
"Cup cup..."
"Apaan siih..!!!"
Ariel berpura - pura kesal, padahal realitanya dia sudah mendekatkan bibirnya ke belakang kursi supirnya, dan mencium Alisa gemas, dia terus mengecup tampa membuat suara berisik. Ariel mencium dengan sangat lembut dan mulai menghisap kuat Bibir Alisa, dan melepaskan dengan sangat lembut pula.
"Ariel aku mau makan bakso.
Pak ganteng...."
Panggilan Alisa pada Supir Ariel dari dulu.
"Tolong singgah di warung bakso di depan, aku mau di traktir Ariel, seumur hidupku dia tidak pernah mentraktirku...Hik Hik..
hik..."
Pura - pura menangis.
Supir Ariel terkekeh. Dan mulai memarkir Mobil Ariel di depan warung Bakso yang cukup terkenal di Kota ini.
"Alisa turun dan melewati Ariel dan menarik tangan Ariel dan merangkulnya.
"Pak ganteng, Ayo masuk..."
Supir Ariel mengunci pintu mobil dan mengikuti Alisa dan Ariel.
Mereka masuk dan duduk. Alisa mau berdiri Ariel menarik tangannya.
"Tunggu di sini, biar aku yang pesan, tidak kubiarkan kamu mempermalukan ku, seolah kamu yang traktir, dasar gadis menyebalkan."
__ADS_1
Alisa tersenyum sumringah, dengan mata berbinar dengan Kedua telapak tangannya, menutup bibirnya, mulai berkata lebay seperti biasa.
"Aaaaah.....Pacarku sangat romantis, aaaaah....jadi tambah sayang...."
Dengan sengaja memperbesar suaranya yang membuat pengunjung berbalik, melihat seorang gadis cantik yang sangat senang ditraktir pacarnya. Merekapun ikut baper dan tersenyum.
Sedangkan Supir Ariel terpingkal, melihat wajah tuannya sangat kesal dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tiga Mangkok bakso pun sudah datang, dan di hidangkan di depan Alisa, Ariel dan Supir Ariel yang duduk di samping Ariel. Seperti biasanya, Alisa mulai berulah lagi.
"Suap aku....sayang...aku Khan wanita lembut dan sangat cantik, aku butuh kasih sayang, perhatian, cinta...."
Ariel cepat menyuapi mulut Alisa dengan pentolan bakso, agar mulut bawelnya tidak berkicau lagi. Dan pura - pura tersenyum manis.
Supir Ariel hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum geli.
Belum habis di mulutnya, Ariel mau menyuapnya lagi, Alisa sudah menutup mulutnya.
Ariel membawa pentolan bakso itu ke mulutnya.
"Sayaang....belum ada kecap dan saos sayang, juga sambalnya. Campurkan sayang, baru menyuapiku lagi...."
Alisa mulai bawel kembali, membuat Ariel menghentak kakinya.
Supir Ariel tetap makan dan menggelengkan kepala, tetapi senyum terus terhias di bibirnya. Dia tahu nona Alisa tidak akan berhenti memerintah jika Ariel tidak menuruti nya.
"Sayang....bibirku...gatal lho sayang mau cium kamu lagi, melihat kesombongan mu, membuat hatiku bertambah cinta dan sayang sama kamu, aku cium yaah..."
Ariel secepatnya mengambil mangkok bakso Alisa dan mulai mencampurnya.
Alisa pun, mulai bawel kembali.
"Sayang...jangan terlalu pedis yah....Jika pedis aku mau mencucinya pakai bibirmu lho, kalau kamu tidak mau, aku akan menangis sangat kencang...."
Nada manis tapi penuh ancaman.
Ariel pun Di luar menatap Jengah, tapi dalam hati sangat menginginkannya.
"Sayang....kenapa kamu sangat menggemaskan sayang, jika tidak ada orang, aku pasti memberinya Rica yang sangat banyak, biar ku bersihkan pakai bibir dan lidahku pasti sangat menyenangkan, melihatmu terus merengek untuk terus di cium olehku..."
Ariel tampa sadar tersenyum geli.
Alisa pun mulai meledek kembali.
Supir Ariel pun tertawa lepas.
"Hahaha...haha...kalian sungguh sangat menggelikan. Hahaha...haha..."
Ariel tidak mampu menahan senyumnya.
Alisa pun meledek kembali.
"Pak ganteng, lihatlah betapa ganteng nya, pacarku tersenyum. Akhirnya meleleh juga es batu di hatinya."
Alisa mencubit pipi Ariel gemas, Ariel pun melepaskan dan mengomel.
"Aku tidak tersenyum padamu, aku cuma tersenyum melihat wajah Pak ganteng mu itu yang tertawa."
Alisa pun merengek kembali.
__ADS_1
Bersambung.
"