Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab123. Bagaimana Kabar Istri Dan Anakmu Sekarang. ?


__ADS_3

Cukup lama Alisa menangis.


Satu jam berlalu Alisa pun minta pamit pulang ke rumahnya, setelah membasuh wajahnya. Diapun memeluk Ibu mertuanya.


Ibu mertuanya hanya bisa memberi semangat dan akan selalu mendoakan Alisa dan Andre akan bersatu lagi.


***


Sudah satu Minggu berlalu, Alisa semakin merindukan Andre, begitu pula .Andre sangat merindukan istri dan anaknya. Mereka hanya bisa menangis setiap saat saling mengingat kebersamaan mereka.


Orang Tua Alisa hanya membiarkan saja anaknya, melawan sendiri kesedihannya. Alisa banyak melamun, dia tidak pernah menegur Ayah dan Ibunya. Dia kebanyakan mengurung diri, sedangkan anaknya dirawat Mama Alisa dan pengasuhnya.


Bahkan Minggu berganti bahkan sudah lima bulan berlalu sejak mereka berpisah, mereka masih saling menangis jika saling mengingat satu sama lain.


Andre sudah di berangkatkan ke Korea, setelah kursus bahasa Korea, dan kebetulan banyak pekerja di sana di butuhkan, jadi Andre pun di berangkatkan ke Korea, meninggalkan negaranya yang begitu dia cintai, begitu pula istri dan anaknya, yang masih menjadi raja dan ratu di hatinya.


Orang Tua Alisa belum mau membahas pernikahan. Padahal sudah ada lamaran untuk Alisa, dan Orang Tua Alisa meminta waktu satu tahun, untuk Alisa memulihkan diri.


Bulan terus berganti, sesekali Alisa membawa Afkar, ke rumah mertuanya. Alisa mencoba kuat berpisah dengan Andre, walau tiap malam merindukan pelukan dan ciuman Suaminya, dan selalu menanyakan kabar Suaminya, tapi jawaban selalu sama, Orang Tua Andre merahasiakan keberadaan Andre kepada Alisa, seolah mereka tak pernah di hubungi Andre


Orang Tua Andre sungguh tidak ingin berbohong, tapi dia sudah janji pada anaknya, agar tidak membongkar keadaan yang sebenarnya. Agar Alisa secepatnya melupakan Suaminya, sesuai kemauan Andre.


Sudah satu tahun berlalu, Alisa hanya tinggal di rumah dan mengurus anaknya, yang sudah berjalan bahkan berlari. Afkar sudah berumur satu tahun empat bulan.


*****


Di sebuah rumah besar, tampak pelayan sangat sibuk memasak di dapur, sepertinya ada tamu yang akan datang.

__ADS_1


Banyak macam makanan, dan kue telah tersaji di meja makan.


Tampak dari luar rumah, masuk sebuah mobil mewah, memasuki pekarangan.


Seseorang kakek sedang berjalan keluar rumah, menyambut tamu yang sudah datang.


Seorang Pria setengah baya keluar dengan seorang perempuan, di kursi mobil bagian depan. Pintu mobil di kursi tengah terbuka, keluarlah sebuah kaki yang memakai sepatu kulit berwarna coklat. bercelana jeans biru, Memakai baju kemeja biru tua.


Pria yang sangat tampan yang memakai kacamata hitam.


Kakek pun yang melihatnya langsung melebarkan kedua tangannya, dan memeluk pria yang sangat tampan itu.


"Didi....cucuku...Akhirnya kamu balik ke Indonesia cucuku..."


"Iya kakek...aku sangat merindukan mu, Kakek dan Rumah ini kakek.."


*****


Di negara lain di sebuah kota, tampak seseorang pemuda tampan bekerja di sebuah pabrik, dia bekerja di bagian gudang menerima dan mencatat barang yang masuk.


Di jam istrahat, mereka ada kantin khusus untuk tempat karyawan makan, yang biayanya di tanggung perusahaan yang mereka tempati bekerja.


Seseorang telah menepuk bahunya.


"Hai Andre..."


Ternyata pemuda tampan itu adalah Andre.

__ADS_1


"Hai..Iwan...Mari duduk makan bersamaku..."


"Andre nanti malam aku di undang pacar Korea ku, makan malam di rumahnya."


"Waaahh...hubungan kalian semakin dekat yah...!"


"Iya...Alhamdulillah...sepertinya tidak lama lagi aku menikah kawan."


"Amin...kawan, aku akan selalu mendoakan kamu."


"Bagaimana kabar, Istri dan anakmu sekarang,? aku tidak pernah melihat kamu menelponnya. Padahal dia wanita yang sangat cantik kawan, kalian pasangan yang sangat serasi."


Andre memang pernah memperlihatkan foto istri, dan anaknya dengan dirinya, yang fotonya selalu rapi tersimpan di dompetnya.


"Alhamdulillah baik.. kawan..."


Andre menyembunyikan masalah rumah tangganya, kepada temannya, dia tidak mau


orang lain tahu masalahnya.


"Pasti kamu sangat merindukan Istri dan anakmu ..tapi sayang kontrak kita masih dua tahun lagi kawan."


Andre hanya tersenyum kecut.


Mereka tinggal di sebuah mess khusus karyawan, yang dia sediakan perusahaan juga. Dan mereka dalam satu kamar terdiri dari empat orang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2