Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 118. Ayah.. Aku Mau Jadi TKI Ke Korea Saja.


__ADS_3

Sudah satu hari satu malam Andre belum pulang, ponselnya tidak aktif. Alisa sejak Alisa bangun tidur dan mandi dan berpakaian diapun menemukan dua kertas di atas meja. Dengan hati berdebar dia mengambil kertas yang ada materei yang sudah di tanda tangani Suaminya, Alisa terduduk lemas membaca surat yang sudah ada di tangannya.


Air matanya pun berderai dan tangisannya pun pecah.


"Huhuhu....huhuhu...huhu....Andre kamu sangat tega...menceraikan aku...huhuhu....Apa salahku..? Apa kekuranganku..? Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku tanpamu...? huhuhu...huhu...Kamu segalanya bagiku...Bagaimana Anak kita Afkar, jika merindukan kamu..? Dia...huhuhu..huhu..


masih sangat kecil..dan belum mengenal kamu...huhuhu...huhu...Jika kamu bosan dan tidak mencintai aku...huhuhu...seharusnya kamu memikirkan Afkar...sayang...Andre kamu di mana...? Huhuhu...ku mohon jangan tinggalkan aku...Beritahu aku..


huhuhu..Apa kesalahan ku..huhuhu...aku janji tidak akan mengulanginya lagi..huhuhu...huhu..."


Alisa terus menangis ber jam - jam sampai matanya bengkak, diapun memesan mobil on line, mencari Suaminya dan sampai tengah malam, sudah lima mobil on line yang dipakainya, Alisa terus mencari Suaminya, semua tempat bahkan sudut kota, semua telah di lewati, mencari Suaminya, tapi tak menemukannya.


Alisa terus mencari Suaminya berputar mencari keberadaan Suaminya, semua tempat sudah di carinya, dia mencari seperti orang tidak waras, di penuhi linangan air mata, dia sudah ke pantai, ke terminal ,ke pelabuhan dan keliling kota, sampai beberapa supir on line, yang di pakainya kebingungan dan mencoba menguatkan Alisa yang terus menangis.


Tengah malam Jam sudah menunjukkan pukul 02.00. Alisa pun akhirnya pulang ke rumah. Matanya sudah bengkak, seharian menangis, Diapun berbaring di kasurnya, air matanya tak mau kering dan tak lama diapun tertidur.


*****

__ADS_1


Tak jauh beda dengan Andre, Diapun terus menangis mengingat Istri dan anaknya.


Andre sudah berada di Kota kelahirannya, dia sudah naik pesawat, dan melanjutkannya dengan naik mobil sewaan dan sudah berada di rumah orang tuanya.


Orang tuanya sangat kaget, dan shock melihat anaknya datang, dan menangis dan memeluk Ayahnya.


Ayahnya menepuk bahu anaknya, dan membawanya duduk di sofa, Ibunya pun duduk di sebelahnya, dan selalu mengelus dada anaknya dan menenangkannya.


"Ada apa Nak..? Ceritakan pada kami nak, Apa yang terjadi..?


Sambil menangis Andre terus menceritakan awal pernikahan nya dengan Alisa, dan bagaimana dia harus selalu menerima penghinaan orang tuanya, Bagaimana dia mau membawa istrinya dan mandiri dengan hasil keringatnya tapi Ayahnya mengancam mau lebih baik membun*h anaknya daripada melihat anaknya menderita, bagaimana Alisa sangat mencintainya, dan sangat baik padanya, tapi keluarganya selalu menyiksanya dan menyuruhnya menceraikan anaknya karna tak ingin Alisa menjadi contoh saudara sepupu lainnya.


Ibu Andre hanya bisa menangis, Ayah Andre pun meneteskan air mata.


"Baiklah nak, ini hidup kamu nak. Kami orang tua hanya akan selalu mendukung kamu nak


Walau kamu paksakan pun hidup dengan Istri dan anakmu nak, lambat atau cepat hal inipun tetap akan terjadi.

__ADS_1


Jadi Apa rencana kamu nak.?


"Ayah...aku mau jadi TKI ke Kotea saja, seperti keluarga kita yang lain. Bantu urus Ayah..aku lebih baik menjauh dari Alisa. Dia pasti akan berusaha mengejar, dan mendapat kan aku lagi Ayah. Istriku sangat mencintai ku. Dan akupun sangat mencintainya, jika aku menghilang dari negara ini. Semoga waktu bisa menyembuhkan luka kami."


Baiklah nak, Ayah akan mengurusnya.


Ayah, ibu..bisa temani aku besok pagi bertemu dengan orang tua Alisa di rumahnya..aku ingin melihat anakku untuk terakhir kalinya..huhuhu...huhu...Aku pasti sangat merindukan mereka...huhuhu.


huhu...Andre terus menangis dan memeluk Ibunya.


Ibunya hanya bisa memeluk dan mengusap bahu anaknya.


Ibu berdoa nak, semoga waktu bisa membuat kamu akan kembali pada Istri dan anakmu lagi nak, biarlah saat ini takdir yang akan menguji cinta kalian berdua nak.


"Aku sangat mencintai mereka berdua Ibu. Doakan aku ibu, agar kami bisa kuat menjalani hari - hari kami berdua."


Andre melepas pelukannya dan mencium tangan Ibunya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2