Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 26. Andre Menyapaku


__ADS_3

Sepulang Ariel. Alisa dan kedua adiknya masuk kembali kerumahnya.


Waktu terus merangkak naik, merambat malam. Semua anggota keluarga Alisa, sudah terlelap dalam tidurnya.


*****


Keesokan harinya. Seperti biasanya. Alisa dan kedua adiknya berangkat ke sekolah.


Waktu terus bergulir, mata pelajaran telah di mulai. Para Siswa dan Siswi serius dengan pelajarannya, yang di pandu guru mereka.


Tak terasa mata pelajaran telah usai, jam istirahat pun, akhirnya tiba. Para Siswa dan Siswi, sibuk dengan kegiatannya masing - masing.


Alisa dan Mila keluar ruangan. Mencari tempat duduk di bawah pepohonan. Ada bangku panjang disana. Mereka menghempaskan bokong di sana. Dan memperhatikan sekitarnya.


Mereka terlibat perbincangan yang serius.


"Mila, boleh aku bertanya?"


Kata Alisa.


"Tumben, serius banget nih, apaan sih, yang dibahas."


Jawab Mila terkekeh.


"Iya nih, ada yang ingin saya tanyakan"


Mila tersenyum.


"Ada apa, kenapa terasa sungkan yah,? aku khan sahabat kamu. Bicara saja."


"Iya nih. apa kamu tahu, aku sebenarnya, sempat cemburu buta sama kamu. Sebenarnya hubungan kamu dengan Andre, saya pikir kalian berpacaran.


Mila terkekeh.


"Hehehe, Aku tahu kok, kamu jealous sama aku. Tapi aku pura - pura bodoh aja. Kamu tahu khan, bagaimana ketatnya ayah kamu. Jadi sy pikir lebih baik kamu tidak mencoba sesuatu, yang akan menyakiti hatimu pada akhirnya.


Menghela nafas dalam.


"Alisa, terus terang, kamu dan Andre bagaikan Bumi dan langit. Di Zaman kita ini. Materi adalah segala - galanya. Ayahmu tidak akan membiarkan hubunganmu berjalan baik. Sebelum kamu tersakiti. Saran ku janganlah memulai. hindarilah sebisa mu.


Alisa merenung, membenarkan perkataan sahabatnya. Tapi rasa cintanya kepada Andre sangatlah besar dan dia tidak mampu menolaknya.


"Iya Mila, kamu sangat benar. Tapi sungguh, aku sangat mencintainya. Aku bimbang. Kamu masih ingat Ariel. Kami sekarang sudah berpacaran. Ternyata dia juga sangat mencintaiku. dan aku tidak bisa menyakiti hatinya."

__ADS_1


Mila terkekeh kembali.


"Hehehe....., sangat rumit kisah cintamu kawan, aku tidak menyangka kamu memiliki dilema sebesar ini. Tapi Ariel juga sangatlah tampan. Apalagi dia sederajat denganmu. Ayahmu pasti menyetujuinya.


"Kamu benar Mila, tapi aku tidak mencintainya, hanya takut menyakiti hatinya.


Ariel terlalu baik untuk ku sakiti. Mila apa bisa kamu membantuku untuk......


Selingkuh....,!"


Mata Mila membeliak indah.


"WHAT??????,


Apa kamu gila yah, kepalamu kayaknya perlu sy pukul dulu, jangan sampai ada pergeseran. Dan ku sarankan saat ini kamu butuh seorang psikiater."


Alisa merengek sedih.


"Please...., Jangan memperburuk keadaanku, dengan mengolok ku seperti itu, sungguh aku benar - benar bingung."


Mila mengernyitkan keningnya dan mulai berpikir.


"Baiklah kawan, apa yang harus kulakukan untuk membantumu."


"Mila mari aku ingin memelukmu, kamu sangat baik,cantik,manis,....."


"Sudah stop, jangan memujiku, aku sangat jengkel denganmu. Katakanlah dengan cepat, apa maumi sekarang."


"Baiklah Mila, jika suatu saat nanti aku berpacaran dengan Andre. Dan dia melihatku dengan Ariel. Kamu harus mengakui kalau dia pacarmu."


"WHAT????,"


Mata indah itu, membeliak indah kembali. Gila elo, apa kamu sadar dengan ucapan mu. Apa kamu lupa dengan pepatah. Sebaik - baiknya, menutupi kebusukan pasti akan tercium juga."


"Please, Mila jangan memikirkan hal itu sekarang. Jika memang itu terjadi. Khan ada pepatah juga. Tiba Masa Juga Tiba akal"


Mila tertawa,


"Sepertinya kita saat ini butuh pelampung. Sepertinya tidak akan lama lagi, kita akan tenggelam bersama - sama."


Alisa tertawa disambut Mila. kedua sahabat itu, tertawa terpingkal.


"Ha..ha..ha...,"

__ADS_1


Tampak Siswa dan Siswi. Memperhatikan keceriaan kedua bidadari sekolah mereka, yang sedang tertawa bahagia.


Terdengar suara menyapa, di telinga mereka.


"Wah, sepertinya, ada hal yang sangat membahagiakan."


Sapanya.


Mereka berdua serempak menoleh, Mila tersenyum sumringah, sedangkan Alisa sangat shock. Dia tidak menyangka. Orang yang mereka bicarakan sudah ada di belakangnya.


Seraut wajah yang sangat tampan, terlihat tersenyum manis.


"Waaah....,Panjang umur. Kami baru saja, membicarakan mu dengan Alisa.


Alisa sangat malu. Pipinya yang sangat putih, itupun memerah dan merona.


"Hai, Alisa, kita bertemu lagi."


Sapa Andre.


Hati Alisa, sangat bahagia. Alisa sangat senang dan berbunga mendengarnya.


"Senangnya Andre Menyapaku."


Alisa Tersenyum dan mengangguk. Hatinya kembali depresi.


"Kenapa Penyakit Mila Yang Bar bar, kambuh di saat yang tidak tepat begini.


Aduuh...., Kenapa Mila, mengatakan itu."


Hati Alisa meracau kacau dalam hatinya.


Saat ini jantungnya berdetak sangat cepat. Tubuhnya terasa, dialiri aliran listrik, begitu menyentak dan menimbulkan desiran dan sensasi, menelisik menyusuri seluruh tubuhnya.


Sedangkan Mila menarik tangan pria tampan itu, yang ternyata pemiliknya adalah Andre.


"Mari duduk bersama kami. Mila menggeser duduknya, merapat Alisa dan Andre sudah duduk disamping mereka.


Mila dan Andre memang sudah sangat akrab. Karna intens bertemu. Karna Mila sering belanja di toko bosnya.


Alisa terlihat sangat canggung. Rasanya mau pingsan dia sangat malu dan tegang. Seluruh tubuhnya terasa nyeri. Dan hatinya berdebar indah.


"Begini kah, yang di namakan cinta. Sungguh sangat indah dan mendebarkan hati"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2