
Mila membuka pembicaraan.
"Andre, Apa sudah masuk barang baru bos kamu,? Agar aku akan datang belanja di toko mu.
Tanya Mila.
"Belum masuk Mila, mungkin besok aku akan mengabari kamu. Nomer ponsel kamu waktu itu, masih tersimpan di ponselku.
Jleb....
Hati Alisa mendidih, saat ini dia sangat cemburu melihat keakraban meraka. Tampa sadar wajahnya sudah cemberut dan masam. dan itu pun tidak luput dari perhatian Andre.
"Apa dia cemburu...., Senangnya jika dia cemburu. berarti cintaku tidak bertepuk sebelah tangan."
Andre terkekeh dalam hati. tapi diluar dia hanya tersenyum kecil.
Mila menoleh ke sahabatnya, diapun tersenyum.
"Dasar Alisa ratu polos, dia sama sekali tidak tahu menutupi perasaannya."
Mila tersenyum lebar dan mulai menggoda Alisa. Diapun menyenggol bahu Alisa dengan bahunya.
"Ciyeeee......, Kayaknya ada yang cemburu nih...
Jleb...
Alisa terperanjat, dia langsung Salting. Pipinya yang sangat putih dan mulus terasa panas terbakar rasa malu. Pipinya langsung memerah dan merona.
Andre sangat terpana dan terpukau.
"Dia sangat cantik, dengan pipi yang merah merona. Semoga Mila benar, Alisa cemburu dan menyukaiku.
Alisa....
aku juga menyukaimu...."
Ucap Andre dalam hati.
Pikiran Andre melambung indah ke nirwana khayalan.
Mila menggodanya kembali. Dan berdiri, dan menarik tangan Andre, untuk bertukar tempat duduk dengannya dan Andre sudah bergeser duduk disamping Alisa. Dan Mila juga sengaja duduk dan menggeser duduknya ke samping. Mendorong Andre, mau tidak mau Andre menggeser duduknya. Dan bahu Andre dan bahu Alisa sudah bersentuhan.
Deg....
Deg.....
__ADS_1
Jantung Alisa saat ini, berdetak sangat cepat. Tubuhnya terasa panas dingin. Seluruh tubuhnya terasa ada aliran listrik yang menyentak. Menimbulkan desiran - desiran halus yang menusuk jiwanya, menyentak dadanya Namun mengapa Hatinya sangat nyaman dan berbunga- bunga. dan terasa melayang - layang ke udara. Rasa ini lah, yang selalu di carinya jika berdekatan dengan Ariel, tapi tak pernah di dapatnya.
Tidak jauh beda dengan perasaan Andre, dia pun merasakan hal yang sama, yang dia rasakan Alisa. Dua pasang insan yang serasi ini. Memiliki kontak batin yang sama karna saling mencintai dan Tampa mereka sadari. sudah menjadi tontonan Siswa dan Siswi yang ada di sekitar mereka. sebagian sudah ada yang sibuk berguncing, ada pula yang cuma diam dengan tatapan patah hati. Iri. dan marah dan sebagian pula ada baper. Kalangan guru pun ada yang memperhatikan mereka. Tapi guru - guru itu, menatap senang dan bahagia. Seolah setuju jika dua pasang insan yang serasi ini jadian dan menjadi sepasang kekasih.
Saat ini satu sekolah sudah menjadi hari patah hati satu sekolah yang mengidolakan mereka, dan hari baper satu sekolah melihat kedua pasang insan yang tampak saling tertunduk malu dan saling tebar pesona. Chemistry kedua insan ini benar - benar pemandangan yang romantis bagi yang baper.
Sejenak mereka berdua berdiam diri. Tak lama terdengar suara Mila berdehem.
"Eeheeem......,. Ciyeeee....., kayaknya kalian berdua memang saling menyukai. Lihatlah betapa polosnya wajah kalian,...., kalian sungguh tidak bisa menutupi perasaan kalian. Sungguh kalian pasangan yang sangat serasi."
Mila terkekeh.
"Hehehehe....."
Alisa tambah tertunduk malu. Dan Andre mencoba membuka suaranya, untuk melawan gejolak perasaannya.
"Mila.....,jangan menggoda Alisa terus....., Iya Khan Alisa."
Alisa mengangkat wajahnya dan mencoba berbalik menatap Andre. Wajah mereka kini sangat dekat.
Jleb....
Jantung Alisa terasa mau berhenti berdetak. Serasa nafasnya tercekat. keempat pasang mata yang memikat itu, saling berpandangan dengan jarak sangat dekat. Mereka bersamaan mengalihkan pandangan.
"Hehehehe......kalian sungguh menggelikan. Hehehehe....."
Alisa rasanya ingin berlari, tapi dia takut Andre kecewa dan merasa tidak di hargai.
"Mila....., awas kamu, bukannya menolongku malah terus meledekku. Tidak lama aku bisa pingsan disini."
Hati Alisa terus meracau, dia terus mengutuk Mila yang hanya menertawakannya, bukannya menyelamatkannya, dengan mengajaknya pergi dari tempat yang membuat jantungnya tidak sehat ini.
Mereka belum sadar. Saat ini mereka juga sudah jadi tontonan gratis, teman - teman sekolah mereka.
Andre akhirnya bersuara kembali.
"Alisa...., Sebagai tetangga apa bisa kita berteman baik.? Ternyata selain aku kakak kelas mu, ternyata kita juga bertetangga. Senang bisa kenal baik dengan kamu."
Dalam hati Alisa sangat senang, dia sangat terbuai dan sangat bahagia.
"Andre jangankan jadi temanmu. Jadi pacar kamu ataupun istrimu bahkan jadi ibu dari anak - anak kamu. Aku..... mau sekali...., Andre.
Sayangnya kata - kata Alisa itu, hanya sebatas tenggorokan saja.
Diapun menoleh memberanikan diri menatap wajah tampan Andre, dan tersenyum manis dan mengangguk senang.
__ADS_1
"Ciyeeee......, Andre!! jangankan jadi teman kamu saja. Bahkan biar kamu minta Alisa jadi pacar kamu pun, pasti dia mau."
Jleb Byuuur......,
Alisa seperti dibuang di lautan yang dipenuhi ikan hiu yang sangat banyak....,
"Kayaknya.....aku tidak akan pingsan saja disini. Mungkin sudah akan langsung mati mendadak Karna serangan jantung disini..Huwaaa.....huwaaaa.....Sungguh tega dirimu Mila....Kamu benar - benar ingin membunuhku....."
Seluruh tubuh Alisa terasa lumpuh, Tampa tulang.
"Bagaimana jika Andre menolakku. sungguh sangat memalukan.? Apa Mila tidak kasian denganku?... Huwaaa..... Huwaaa.....,bukannya menolongku, tapi dia membawaku ke seorang Algojo.... yang akan mengeksekusi kepalaku..."
Alisa terus menangis dalam hati. Dia sangat depresi. Walau di dalam menangis tapi di luar dia tersenyum dan tersipu malu.
Lain halnya dengan Andre. Kata - kata Mila membuatnya sangat bahagia.
"Benarkah.... Alisa juga menyukaiku....., Ooooh senangnya....,Aku benar - benar telah jatuh cinta dengannya.
Hati Andre sangat bahagia. Apalagi dia melirik gadis pujaannya sedang tersenyum dan tersipu malu. Rasanya dia ingin sekali memeluk dan mencium seluruh wajah yang setiap malam dia rindukan. Sejak pertama kali melihatnya, sejak datang pertama kali waktu pindahan rumah.
Gadis cantik berbaju kuning dengan celana jeans biru yang sobek di bagian lututnya. Yang membuatnya terduduk mematung di Deker lorong dekat rumahnya dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan setiap bertemu pujaan hatinya. Dia selalu terhipnotis dengan berdiri mematung.
Cintanya pada Alisa sungguh membuatnya seperti patung hidup. Hanya bisa memandang tampa berkata apa - apa, selain menatap dengan kekaguman dan rasa cinta yang begitu besar, dan mengunci otaknya untuk bergerak.
Bunyi lonceng sekolah tanda istrahat telah usai sudah berdentang. Menyadarkan lamunan kedua insan yang sangat serasi ini, yang sudah saling mencintai satu sama lain.
Mila segera berdiri dan menarik tangan Alisa, dan melambaikan tangan kepada Andre. Disambut lambaian tangan Andre.
Sekilas Alisa dan Andre saling menatap mesra. Alisa tersenyum sangat manis dan Andre menyambutnya dengan senyum yang juga sangat manis kepada Alisa.
Hanya hati mereka yang saling menyapa dengan kata cinta.
"Alisa aku mencintaimu....,
Kata Andre dalam hati dan tersenyum manis.
Dan Alisa pun menjawabnya dalam hati, dengan membalas senyum, yang tak kalah manisnya.
"Andre aku juga sangat mencintaimu...."
Mereka pun akhirnya berpisah dan untuk seterusnya, mereka pastinya akan semakin dekat.
Bersambung
.
__ADS_1