
Alisa naik ke pembaringan dan naik kembali ke pangkuan Ariel.
Ariel langsung menarik tengkuk Alisa, menciumnya kuat - kuat. Bibir Ariel begitu rakus menghisap bibir Alisa. lidahnya menari - nari diatas bibir Alisa, dan mulai menyusup masuk ke dalam rongga mulut Alisa. Alisa menyambutnya penuh gairah. Saling membelit dan mengikat sampai nafas mereka tersengal.
Ariel kembali mengecup bibir bibir Alisa yang sangat lembut dan ranum dan sangat manis terasa di bibirnya. Mereka saling menikmati bibir masing - masing. Saling bertukar rasa. terkadang Ariel menghisap bibir Alisa terkadang Alisa yang menghisap bibir Ariel.
Rintihan halus Ariel membuat Alisa semakin semangat menekan di bawah sana yang sudah mengeras, dan memegang kedua wajah Ariel dan langsung meraup bibir Ariel dan saling bertukar rasa, saling menghisap. Alisa tidak peduli lagi. Nafas Ariel yang panas Karna Demamnya yang masih tinggi. Dia benar - benar. Ingin menikmati ciuman itu, agar bisa membuat jantungnya berdebar.
Ariel merasa sangat nikmat, mulutnya yang terbuka dan matanya terpejam. Dan merintih lembut. Alisa terus menghisap bibirnya dengan agresif. Alisa tidak tahu Karna dia terlalu menekan dan selalu bergoyang. Akhirnya Ariel pelepasan.
Ariel pun menangkap bibir itu dan menghisapnya kuat. Sampai Alisa kesakitan dan melepaskannya
Kedua wajah itu, saling menatap. Ariel memegang kedua pipi Alisa dan mengecup seluruh wajahnya penuh kasih sayang.
"Sayang...terima kasih..telah datang menemui ku...Aku sangat merindukanmu."
"Aku..juga ..My Honey.."
Alisa menatap Ariel dengan tatapan sendu.
"Aku ingin belajar mencintai Ariel, kenapa hati ini masih terus mengingat Andre."
Kata Alisa dalam hati dan mulai mencium Ariel kembali. Menghilangkan Andre di pikirannya.
Ariel menyambut bibir Alisa dengan membalas mengecupnya lembut. Mereka pun berciuman kembali. tetapi ciuman yang sangat lembut. saling mengecup ringan.
Ariel melepaskan ciumannya. cairan yang keluar dari tubuh bawahnya terasa lengket dan sangat lembab dan basah.
"Sayanaag...aku..mau ke kamar mandi dulu. Aku harus segera menghindari mu gadis mesum. Aku bisa - bisa tidak bisa mengendalikan diriku. Kamu sangat menggoda..."
Ariel tersenyum.
Alisa langsung meraup bibir Ariel kembali, menciumnya lebih agresif. Menunggu debaran jantung yang selalu dia dapatkan jika dekat dengan Andre..tapi dia tidak mendapatkannya..hanya rasa suka menikmati Bibir Ariel yang empuk dan lembut. Tak lebih. Ariel pun membalasnya dengan sengaja menghisap kuat - kuat bibir Alisa. Biar Alisa melepaskannya.
Dugaannya tepat Alisa melepaskan bibirnya dan memegang bibirnya.
"Sakiit... Ariiiiiiel......Aku jadi takut berciuman denganmu..."
Ariel terkekeh. Dan menarik tengkuk Alisa dan mengecupnya ringan berkali - kali dan lidahnya menyapu bibir gadis itu dengan lembut. Dan mengecupnya lembut.
"Sudah...sakitnya...,"
Tersenyum dan mengelus kedua pipi Alisa yang sudah tersenyum.
"Sayaaang....Bisakah kamu turun dari pangkuanku...aku benar - benar butuh kamar mandi sekarang...."
__ADS_1
Alisa pun tersenyum. dan segera turun dari pangkuan Ariel.
Ariel pun, berdiri dan mengambil pakaian ganti dan masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi. Dia membuka seluruh pakaiannya. Dia pun tersenyum sumringah. Melihat perutnya dan bagian kejantanannya, penuh cairan yang meledak tadi. Tampa Alisa ketahui.
"Alisa sungguh telah membuatku pelepasan. Dia sangat kuat menekannya. Apa dia tidak merasakannya? atau pura - pura bodoh.? Dasar gadis mesum. Dia benar - benar menggodaku...."
Ariel segera mencuci badannya yang separuh kebawah dan memberinya sabun dan mulai mencuci ****** ******** dan celana kain sebatas lututnya. dan mengeringkannya di jemuran besi panjang di kamar mandinya.
Alisa segera mempersiapkan obat dan menunggu Ariel keluar.
Tak berselang lama Ariel sudah keluar dengan pakaian baru. Baju kaos putih dengan celana pendek hitam selutut. Rambutnya agak basah habis mencuci mukanya.
Alisa tersenyum. Dan memujinya.
"Waaaahhhh....pacarku selalu tampan. Walau sedang sakit.. Di minum dong obatnya...."
Memberi segelas air dan 2 butir obat.
Ariel pun iseng mengerjainya.
"Aku mau minum obat...tapi minta cium dulu...'
Alisa tersenyum manis.
"Dia sangat cantik jika tersenyum seperti itu..."
Gumamnya dalam hati.
"Yang mana sayang...mau di cium."
Ariel segera menunjuk keningnya. Karna postur tubuhnya yang tinggi. sekitar 180 cm. sedangkan Alisa sekitar 165 cm. Ariel pun menunduk sedikit dan segera di cium oleh Alisa yang masih memegang segelas air, dan obat.
Ariel menunjuk keningnya, pipi kanan, pipi kiri, hidung, bibirnya bahkan dagu bahkan lehernya. Alisa tetap sabar dan membuat bibirnya mengecup di tempat itu. Tapi diapun jengah dan mulai kesal karna Ariel selalu membuatnya siaran ulang.
"Sudaaahlah....Aaaah...Apa kamu sedang memamerkan wajah ganteng mu kepadaku Hahhh!!
Minum cepat obat ini...Dasar pameer...!!!
Ariel terpingkal dan menekan kedua pipi Alisa yang membuat bibirnya maju ke depan dan segera bibir Ariel meraupnya seolah memakan bibir itu kemudian mengecupnya kuat, dan melepasnya. Diapun menggoda kembali.
"Tapi..aku memang...ganteng..Khan sayang.."
"Iyaaa....kamu...sangat...tampan...sekali...jadi cepatlah minum obat ini. dan makan."
__ADS_1
Ariel tersenyum sumringah dan segera mengambil gelas dan obat di tangan Alisa.
Alisa berjalan membuka pintu kamar, dan kembali datang mengambil sepiring nasi dan lauk dan segera duduk di samping Ariel yang sudah duduk bersandar di kepala ranjang. Alisa pun segera menyuapinya. Dan Ariel sangat lahap makannya.
Setelah selesai makan. Alisa mengambil kain handuk seperti sapu tangan dan mulai mengompres wajah, dahi dan leher Ariel. Tangannya terus mengompres dan Ariel memandangnya penuh cinta dan selalu menatap bibir Alisa yang sudah menjadi candu untuknya. Merasa Ariel selalu memandang Bibirnya. Alisa langsung mengecupnya dan menekan bibirnya kuat.
Melihat Keyla masuk ke kamarnya...Ariel langsung mendorong dahi Alisa, dengan jari telunjuknya. dan mulai mengomel.
Keyla melihat Alisa mencium bibir kakaknya lagi, tapi baginya itu sudah kebiasaan Alisa dari dulu, selalu mencuri ciuman kakaknya.
"Kamu....selalu..cari...kesempatan Alisa...Pulanglah...!!"
Keyla langsung duduk di belakang Alisa, di pinggir ranjang.
"Waaah...akhirnya kamu berhasil...membuat Abangku...makan. Habis lagi satu piring...Kamu memang bisa di andalkan..Alisa.!!"
Keyla mengacungkan jempol. Ariel hanya bisa tertawa dalam hati, dan menahan senyumannya.
Mama Ariel pun masuk, dan juga memuji Alisa.
"Waaaahhhh....makanannya habis dan obat sudah di minum. Makasih Alisa...kata Mama mendekati Ariel, mengecup kening anaknya.
Tapi Ariel masih memasang wajah datar.
"Iyaaa...Maaa...!!!!
Alisa memang Pawangnya Abang Ariel."
Alisa dan Mama terpingkal.
Ariel sungguh tak bisa menahan tawanya, diapun berbaring serta menutup wajahnya bantal dan tertawa puas tampa suara.
Dia sangat geli dengan kata - kata Keyla.
Mama, Alisa dan Keyla terus tertawa.
Keyla pun berbicara kembali.
"Kamu..sungguh...kasian Alisa...Punya wajah cantik tapi tak pernah di hargai...cepatlah cari kekasih supaya Abang Ariel menyadari, bahwa kamu..sangatlah berharga.
Apa disekolah mu? Tak ada pangeran tampan.?"
Ariel berubah kesal mendengar kata - kata Adiknya, rasanya ingin menjitak kepalanya.
Telah mempengaruhi Alisa kekasihnya, walau Keyla belum mengetahuinya.
__ADS_1
Bersambung