
Alisa sangat betah di rumah mertuanya. Besok Suaminya akan pulang dan Alisa juga belum bisa ikut, Karna dia juga sudah di semester akhir kuliahnya, menjadi sarjana Teknik Sipil. Sedangkan Suaminya hanya batas SMA dan sudah bekerja menjadi karyawan pabrik tehel, yang sangat minim gajinya.
Malamnya mereka saling berbincang, lengan Andre di jadikan bantal Alisa dan mereka saling berhadapan. Andre sesekali mengecup kening dan bibir istrinya.
"Sayaang....kamu akan datang hanya dua kali dalam sebulan sayang..."
"Iya sayang...aku pun akan sangat menderita sayang, kamu tidak ada di sampingku sayang."
"Sayang....masih lama kuliahku selesai sayang 6 bulan lagi sayang."
"Maafkan aku sayang...ini juga demi masa depan kita sayang."
Andre memeluk istrinya dan memberikan kecupan - kecupan di bibir istrinya, ciuman pun semakin memanas. Andre tak pernah merasa lelah mengejar kenikmatannya. Tubuhnya selalu terasa sehat dan fit. dengan olahraga senam cintanya di tubuh istrinya, yang selalu membakar hasratnya.
Aktivitas cinta mereka pun, terus berlanjut sampai titik penuntasan, yang membuat rintihan memabukkan dari kedua bibir mereka. Walau hanya mereka yang mendengarnya Karna mereka pun akan malu jika terdengar oleh keluarga mereka.
Andre menghempaskan tubuhnya ke samping tubuh Istrinya, setelah menumpahkan benih cintanya di rahim istri yang begitu di cintainya, agar segera memberikan mereka keturunan yang akan memperkuat hubungan rumah tangga mereka ke depannya.
Malam terus bergulir dan terus merangkak mengejar malam yang semakin larut, Seisi rumahpun terlelap dalam tidurnya.
Sang Malam pun tergantikan dengan Sang Surya yang terbit masih malu - malu, seperti Alisa yang masih bersembunyi di balik selimutnya yang polos tampa sehelai benang pun di tubuhnya seperti Suaminya.
Andre pun terbangun dan mulai nakal menyapa kedua Pucuk di kedua pucuk istrinya, memainkannya gemas dengan kedua jemarinya.
Alisa mulai terbakar gairahnya dan mengusap rambut suaminya.
__ADS_1
Andre menyibak selimut dan mulai menindih kembali istrinya, di sertai kecupan - kecupan hot dan hisapan mulutnya yang sangat menikmati kedua pucuk lembut istrinya.
Andre sudah seperti seorang bayi yang sangat kehausan. Rintihan lembut Istrinya membuat nya bersemangat melakukan penyatuan sambil terus menikmati kedua pucuk lembut istrinya.
Badannya tampak aktif melakukan senam panasnya. Sampai mendapatkan apa yang di harapkan nya yakni nikmatnya surga duniawi.
Alisa hanya bisa menggeleng kan kepalanya, tak menyangka suaminya selalu kuat dan perkasa jika menyangkut perihal senam panasnya,
Bagi Alisa Suaminya, pejantan yang sangat kuat dan perkasa.
***
Setelah mandi dan sarapan Andre disuruh Orang Tuanya minta pamit ke Orang Tua Alisa.
Alisa kembali depresi, tapi Suaminya tetap mengantarnya pulang ke rumah Alisa.
Alisa menegur lembut ibunya.
"Mama...Andre pamit mau pulang bekerja."
Mamanya cuek dan meninggalkan mereka.
Alisa mengikuti Mamanya.
"Mama...tidak bisakah mama memaafkan kami..."
__ADS_1
Mamanya menatap penuh kebencian.
"Aku tidak akan memaafkan kalian, camkan kata - kataku..."
"Mama.....kenapa setega itu mama ?"
Mama mulai berteriak marah.
"Kamu yang tega mempermalukan mama hah...kami jadi bahan tertawaan keluarga Karna ulahmu hah...Menikah dengan seorang Pelayan...!!!"
Air mata Alisa mulai jatuh sangat deras membanjiri kedua pipinya, Andre yang mendengarnya hanya bisa tertunduk sedih.
Andre mengelus lengan Istrinya menguatkannya. Menggeleng kepalanya agar Alisa jangan berkata apa - apa lagi.
"Maaf ibu....Saya minta pamit pulang..."
Mata Ibu Alisa masih menatap penuh amarah, mendengar ucapan Andre, dia pun berbalik dan menghentak hentakkan kakinya dan menggerutu.
"Enak saja bilang saya tega, malah kalian yang sudah mempermalukanku..."
Entah kata - kata menyakitkan apa lagi yang di ucapkannya, Andre sudah menarik lembut lengan istrinya agar keluar dari ruangan itu dan terus ke teras rumah Alisa.
Alisa menatap sendu Suami nya, air matanya terus mengalir di kedua pipinya yang putih bersih.
Bersambung
__ADS_1
"