
Suasana tegang tercipta kembali. Andre memberanikan diri menatap Alisa yang juga kelihatan tegang.
Untuk sesaat mereka terdiam dan tersentak lagi mendengar teriakan Anti yang berat Karna mulutnya sekarang penuh dengan makanan.
"Cepatlah...kalian selesaikan masalah kalian"
Andre tersenyum begitu juga Alisa. Suasana tegang sedikit mencair, Mereka sudah mulai saling memandang. Kadang malu dan menunduk, mencoba menatap lagi, menunduk lagi..menunduk lagi. Menatap lagi dan kenapa menunduk... lagi.....Kayaknya Author pun mulai kesal hihihi.
Anti pun sudah nongol berdiri, bahkan masih memegang piring dan lauknya . Awalnya hanya mengintip tapi karna sudah lelah celingak - celinguk akhirnya pusing dan darahnya pun mendidih dan segera mendekati dua manusia yang lagi kesurupan penyakit salting itu, tampa sepengetahuan mereka, dan berteriak kesal.
"Apa aku perlu ke Apotik belikan Obat sariawan, kenapa hanya diam begitu. Bicaralah...susah...sekali...kalian ini khan sudah pacaran seharusnya tidak duduk berjauhan begitu."
Kata Nenek Anti bawel. Andre dan Alisa pun hanya bisa menoleh dan memperlihatkan wajah mereka, yang sudah seperti kambing congek lagi, sedang di marahi sama pawangnya.
Antipun masuk ke dapur dan menyimpan piringnya dan minum dan keluar berkacak pinggang. Dan menarik lengan Andre yang duduk di sofa ujung. Membawa ke dekat Alisa yang duduk di sofa panjang.
Sungguh Anti adalah Dewi Mak Comblang setingkat Dewa.
Mereka pun sudah seperti kambing congek yang di cocok hidungnya rumput, mengikut dengan pasrah. Mengambil tangan Andre dengan tatapan Andre yang kebingungan tapi pasrah. meluruskan telapak tangannya ke depan dengan wajah yang masih kebingungan. Karna tangannya sekarang seperti ingin meminta uang pada Alisa.
Andre depresi dan masih bingung menatap dan menoleh dengan mimik minta penjelasan kepada Anti. Belum sempat bertanya. Andre kaget sebuah tangan sudah ada di dalam telapak tangannya. dia menunduk melihat jemari putih dan halus sudah ada di telapak tangannya dan melongo dan menatap ke depan.
Wajah tampannya terkesiap atau kata lainnya terpana melihat Alisa sudah dengan pipi merona nya tersipu malu, menatapnya dan tangannya yang lain merapikan rambutnya.
Andre terpana menatap Alisa dan baterei cinta di hatinya langsung pul, dan perasaan indah, dan berbunga, serta desiran lembut yang indah sudah seperti tarian, yang indah di hatinya.
"Kamu Sangat Cantik Sayang"
Kata hati Andre mulai berkicau, mengagumi kecantikan Alisa rasanya dia ingin memeluk dan mencium pipi yang merona itu, Tampa sadar tangannya terangkat dan membelai pipi merona dan mencium kedua pipinya dan mencium bibir yang sangat ranum dan indah itu, semakin dalam mereka berciuman.
Suara Anti memecah kesunyian.
"Selesaikan Masalah kalian, Aku duduk di luar dulu jadi security kompleks."
__ADS_1
Andre tersentak, ternyata Andre lagi menghayal. "Hihihi...."
Andre menggaruk rambut belakangnya, dan buyarlah mimpi indahnya. Mulai tersenyum malu. menatap Alisa yang juga tersenyum manis kepadanya.
"Andre..kamu..sangat..tampan dan selalu bisa membuatku hatiku berdebar, mengapa kamu menghindari ku..jika kamu tidak menyukaiku..setidaknya kamu tulis surat jangan membuatku......... berharap."
Wajahnya mulai sendu dan mulai menitikkan air mata. Andre tersentak mengapa gadis cantik ini menangis.?
"Apa yang telah ku lakukan padanya"
Andre memberanikan dirinya, membawa sebelah tangannya mengusap air mata Ayuni. Membelai pipinya lembut dan mengusap air matanya.
"Sayaaaaang...kenapa menangis.."
Kata - kata sayang membuat hati Alisa sangat bahagia, tapi dia masih sangat sedih dan menatap mata Andre intens.
"Kenapa memanggilku sayang, jika kamu meragukan cintamu kepadaku... dan membandingkan ku dengan wanita lain....dan memanggil aku hanya untuk memastikan perasaaanmuu...huwa...huwaa...kamu.sangat...tegaaa..Huhuhu...huhu..."
"Wanita lain......
Siapa wanita lain itu...
Sebenarnya ada apa ini...kesalahan apa yang telah kuperbuat"
Tangisan Alisa bertambah kencang.
"Huwaaaa.....huwaaaaaa"
Andre segera merapatkan duduknya dan memeluk Alisa.
Mendapat angin segar pelukan dari orang yang memang di cintai. Alisa langsung memeluk pinggang Andre sangat erat.
Dan menangis tersedu - sedu. Dan berkata lirih.
__ADS_1
"Surat ku tidak di balas. Huhuhu..huhu...bahkan dua kali aku...berkirim surat. tidak di balaz. Huhuhu ..huhu..sekarang....kata Anti kamu....memanggilku untuk memastikan hatimu.... apakah mencintaiku ? atau mencintai.....wanita pelakor itu.....Huwaaa..huwaaa. Alisa menangis kencang...."
Andre mendadak kesal kepada Anti.
"Apakah Anti sudah memfitnahku...?Apakah bocah itu, tidak belajar Agama, kalau memfitnah itu, lebih kejam dari pembunuhan"
pikirannya menerawang dan sangat kesal sama Anti. Tapi buyar karena suara tangus Alisa bertambah kencang.
"Huwaaaaa......huwaaaaaa!! kamu sangat...tega.....Andre..."
Tampa sadar Andre memegang kedua pipi Alisa. Dia ketakutan suara Alisa terdengar tetangga..bahkan Anti pun nongol dan melihat Andre memegang wajah Alisa dan menghapus air matanya. Antipun kembali duduk berjaga di teras Andre.
"Sepertinya benar dugaanku...kayaknya mereka ada masalah. Kenapa wajah Andre selalu murung jika aku ke rumahnya juga Alisa. Selesaikan masalah kalian. Semoga rukun kembali."
Betapa bijaknya hati seorang bocah cantik Anti. Bocah cantik inipun kembali duduk di luar di terasnya untuk menjaga jangan ada penganggu yang masuk dan menganggu kambing congeknya yang sementara makan.
Andre panik dia menoleh dan melihat Anti sudah tidak ada. Tangisan Alisa bertambah kencang. Apa boleh buat.
kedua tangannya Tampa berpikir lagi segera mengusap air mata, yang bertambah deras bercucuran. Andre mengangkatnya dan menghadapnya dan Andre dengan keberanian pul langsung mencium bibir Alisa. untuk mendiamkannya, dan memejamkan matanya. Karna rasa malu, karna ini adalah ciuman pertamanya bagi seorang gadis yang sudah dia cintai, dengan segenap jiwa dan raganya.
"Hnmmmmmph..."
Mata Alisa membeliak kaget, dan seketika suasana hatinya langsung berubah Adem dan berbunga. Tangisannya terhenti, Alisa yang memang sudah ahli mencium. Tidak membiarkan kesempatan emas itu, terlewat begitu saja, apalagi Alisa memang mencintai Andre.
Alisa segera menyusupkan bibirnya membalas menghisap bibir Andre. Mata Andre membeliak, merasakan bibir Alisa membalasnya dan menghisap bibirnya sedangkan bibirnya hanya mengecup dan membuka matanya melihat wajah Alisa dari dekat dan melihat gerakan bibir yang indah itu sedang menghisap bibirnya dengan lembut dengan mata terpejam.
Pemandangan itu sungguh membuatnya, terbuai dan tumbuh keberanian dan hasrat mulai membalas dan mulai menangkap bibir Alisa dan menyusupkan bibirnya menghisap bibir Alisa.
Mengikuti cara Alisa menciumnya. Ini adalah pengalaman pertamanya. Suatu pengalaman pertama berciuman, yang baru dia rasakan yang ternyata sangat menyenangkan hatinya. Mereka semakin terbuai dan saling melahap dan menikmati bibir masing - masing dan bertukar rasa.
Berbagi sensasi indah yang sudah memenuhi rongga hati mereka, yang terus berbunga dan berbunga dan semakin memabukkan kedua jiwa, sepasang kekasih yang saling mencintai ini.
Bersambung
__ADS_1