
Malam itu Alisa, selalu tersenyum bahagia, dan tersipu, mengingat wajah Andre, yang selalu tersenyum melihatnya. Alisa berharap Andre juga menyukainya, hatinya berbunga indah, badannya terus di bolak - balik dan akhirnya tertidur dengan pulas nya.
Keesokan harinya, Alisa terbangun dan menyadari bahwa ini adalah hari Minggu. Diapun beranjak bangun dan segera mandi. Dan mengganti bajunya.
Alisa memakai baju ketat pink. dan Rok levis nya yang pendek. menyisir rambutnya yang sepinggang. Dan beranjak duduk dan berbaring di kasurnya dan membaca novel kembali. Dan tertidur ulang.
Waktu terus merangkak naik. Alisa merasa ada yang mengelus rambutnya dan mengelus pipinya. Alisa membuka matanya, tampak seraut wajah tampan, tersenyum melihatnya. Dia membuka matanya perlahan dan wajah tampan itu semakin jelas. Alisa tersenyum manis.
Akhirnya, bertemu Ariel lagi.
"Sayang.....,
Aku merindukanmu."
Kata Ariel lembut.
Alisa bangun dan memeluk Ariel. Ariel membalas pelukan Alisa dengan hangat.
Alisa melepas pelukannya dan menatap Ariel. Tatapan Ariel penuh cinta. Saat ini, dia sudah tidak bisa menutupi lagi perasaannya.
Alisa bimbang, dia sudah terjebak di dua pria tampan.
Ariel menarik Alisa turun dari kasurnya dan membawanya ke balik pintu kamar.mengadahkan wajah Alisa dengan memegang dagunya. wajah itu terangkat dan Ariel mendekatkan wajahnya dan langsung mengecup bibir Alisa dengan lembut. Memberinya beberapa kecupan lembut.
__ADS_1
Alisa mencoba meresapinya, dia menyukainya, tapi hatinya tidak berdebar indah, seperti rasa yang dia rasakan terhadap Andre.
Ariel terus mengecup dan akhirnya, melahap bibir Alisa dengan rakusnya. Dan mendekap tubuhnya dengan erat. Setiap tangkapan bibir Ariel, Alisa mencoba mengimbangi. Untuk mencari rasa yang dirasakan pada Andre, tapi Alisa tidak mendapatkannya.
Hmmmph..... hmmmph...,
Ariel terus melahap dengan rakus bibir Alisa. menghisap dan menggigit lembut bibir Alisa, yang sudah menjadi candu untuknya.
Alisa mendorong tubuh Ariel, Karna nafasnya terasa mau habis. Alisa menarik nafas dalam - dalam. dan mengusap bibir Ariel yang basah dan Arielpun mengusap bibir Alisa yang sudah basah karna ulahnya.menarik Ariel keluar kamarnya. Alisa takut nanti adiknya melihatnya.
Tampak kedua adiknya lagi bercerita dengan adik Ariel.
Papa dan Mama sedang duduk diruang tamu. Seperti biasa Papa tidak pernah menegur Ariel. Tapi tidak marah jika berdekatan dengan anak gadisnya. Hanya Mama yang biasa menyapanya.
Kata Mama ramah.
"Iye Tante...."
kata Ariel sopan.
Alisa menarik tangan Ariel, ke halaman belakang rumahnya. Dan duduk di kursi sofa yang ada di taman belakang rumahnya. Ada ayunan yang pakai kulit ban mobil di model tempat duduk, yang kedua sisinya terikat tali tambang di kanan dan kirinya. Sengaja di buat seperti telinga yang lobang tengahnya. Disitulah tali tambang terikat, sampai di dahan kayu besar diatas.
Alisa sering bermain ayunan dan duduk dipangkuan Ariel dengan perjuangan keras. Karna Ariel selalu menolak tubuhnya. Karna dirumah lama juga ada ayunan seperti itu. Dan adiknya Mayang dan Nia yang biasa mendorong dari belakang.
__ADS_1
Ariel berdiri dan melangkah duduk ke Ayunan itu. dan mulai mengayunkan kakinya berjalan kebelakang, dan mulai duduk dan terayun kedepan.
Alisa tersenyum. Dia ingat bagaimana Ariel menolak tubuhnya, jika ingin duduk di pangkuannya. Bagaimana usaha Alisa beberapakali terdorong tubuhnya di tolak Ariel, tidak mau memangkunya, sedangkan Mayang dan Nia, dengan ikhlas dia pangku dan bergantian saling mengayun.
Jika Nia yang dipangku. Mayang dan adik Ariel yang mendorong. Dan Ariel betah sekali mau memangku mereka bergantian.
Lamunan Alisa buyar, mendengar panggilan Ariel.
"Alisa......,
Ayo, kemari."
Ariel melambaikan tangannya, memanggil Alisa dan menepuk pahanya. Pertanda ingin memangku Alisa.
Alisa tersenyum dan berjalan mendekati Ariel dan duduk di pangkuannya.
Ariel hanya bisa memeluk dan mengecup bahu kekasihnya. Dan Mulai mengayun pakai kakinya.
Ayunan maju perlahan, karena tak ada bantuan dorongan dari belakang.
Alisa membalik wajahnya dan mengecup pipi Ariel.
Ariel tersenyum dan sesekali, mencium pipi Alisa dan pundak Alisa.
__ADS_1
Bersambung