
Alisa hanya bisa menangis dan tertunduk sedih, saat ini dia sudah pasrah dengan hidupnya. Di dalam hati dia meratap sedih memanggil nama Suaminya.
"Andre...kamu di mana sayang...?
Bagaimana aku harus menikah dengan orang lain, jika cintaku masih milikmu sepenuhnya.
Haruskah aku masih memilihmu sayangku, sedangkan kamu meninggalkanku selama satu tahun ini tampa kabar, begitu jijik dan hinanya kah aku di mata kamu Andre..
Lihatlah Andre...Papa dan Mama ku, begitu sedih dan membuat aku durhaka padanya, untuk memilih kamu, sedangkan kamu sangat tega mencampakkan aku dengan anak kita...Afkar...Andre aku sangat membencimu...tapi akupun sangat mencintai kamu sayangku, dan sangat berharap kamu kembali kepadaku...yang mungkin saja kamu sudah memiliki sebuah keluarga baru disana, sedang berbahagia, dan aku sangatlah bodoh menunggu dan mengharapkan kamu, sedangkan aku selalu melukai hati keluargaku demi kamu yang pengecut..."
Alisa tidak mampu lagi menahan Isak tangisnya, dia sungguh di puncak kesedihan, cinta dan kebencian dan kesedihan telah tumpah satu kali di hatinya. Dia hanya bisa membaringkan wajahnya dipangkuan Papanya dan menangis kencang.
"Huhuhu...huhu...Maafkan aku Papa...Huhuhu...huhuhu...Maafkan anakmu yang durhaka ini Papa...Huhuhu....huhuhu...Maafkan Alisa Papa...."
Papa Alisa tersenyum bahagia, Istrinya yang berdiri tidak jauh dari Suaminya mengacungkan jempol untuk Suaminya. Papa dan Mama Alisa sudah mengatur semuanya, mereka tahu di balik sikap Alisa yang tenang dan rendah hati, dia memiliki jiwa yang keras dan teguh, hanya cara ini yang bisa mereka lakukan kepada Alisa. Sistem mengalah untuk menang. Untuk menaklukkan hati Alisa.
Alisa terus menangis di pangkuan Ayahnya. Sedangkan di tempat lain, Andre yang sudah kembali bekerja. Tiba - tiba mendengar ratapan suara Alisa memanggilnya, kesedihan menguasai hatinya, dan air matanya begitu mudahnya mengalir di kedua pipinya. Semakin Andre hapus air matanya,semakin deras mengalir. Diapun segera ke kamar mandi dan menguncinya dan diapun terduduk
__ADS_1
di atas kloset duduk dan menangis sepuasnya.
"Mengapa hatiku menjadi sangat sedih begini..?
Aku mendengar suara Alisa..menangis memanggilku...
Apa yang terjadi sayangku..?
Mengapa saat ini aku begitu merindukan kalian..?
Mengapa hatiku mengatakan kalau kita akan berpisah...?
Bukankah ini yang aku harapkan..tapi mengapa sesakit ini dan sepedih ini.."
Aku sungguh tidak bisa merelakan Istri dan Anakku menjadi milik orang lain.
"Tapi apa daya dan kekuatanku..Ya Allah...berikan aku ketabahan dalam menjalani semua ini. Huhuhu..huhu...huhu
__ADS_1
aku sangat mencintai mereka sampai kapanpun..huhuhu...walau aku tahu mereka tidak bisa lagi menjadi milikku..huhuhu...berikanlah kebahagian kepada istri dan anakku..Huhuhu...huhu...berikanlah pengganti yang seribu kali lipat lebih baik segala - galanya dari aku...Huhuhu...Ijinkan mereka bahagia..Ya Allah...Huhuhu...."
Andre terus menangis pilu, dia merasa telah kehilangan orang yang paling di cintainya.
*****
Satu bulan berlalu, acara lamaran telah tiba, untuk Alisa. Alisa tidak mau tahu siapa calonnya, dia hanya bisa selalu pasrah dan selalu shalat dan selalu berdoa akan di berikan yang terbaik melebihi Andre, yang sungguh sangat mencintainya. Dan cinta suaminya nanti akan sangat besar kepadanya agar bisa membuatnya melupakan Andre.
Rumah Alisa sudah di hias dengan sangat cantik, banyak bunga - bunga dari hasil karya
pelayanan jasa dekorasi untuk acara lamaran Alisa hari itu.
Belasan mobil mewah sudah terparkir di rumah Alisa, Mobil keluarga Alisa yang menyambut lamaran dan beberapa mobil yang mengantar calon suami Alisa.
Saat ini Alisa sudah di dandan, dia sangat cantik dengan balutan kebaya coklat muda di tubuhnya. Dia seperti seorang putri kerajaan begitu anggun, cantik dan mempesona.
Calon Suaminya sudah berjalan memasuki rumah Alisa, dengan di iringi belasan keluarga yang mengantarnya.
__ADS_1
Wajahnya begitu tampan dan rupawan, seperti pangeran dalam dongeng, wajahnya tak kalah tampannya dengan Andre. Wajah keluarga Alisa berbinar bahagia, dan menyambut keluarga Calon Suami Alisa yang juga di penuhi rona bahagia, terutama calon suami Alisa, dia selalu tersenyum bahagia. Sepertinya Alisa adalah gadis yang benar - benar sangat dia cintainya.
Bersambung