
Andre segera mengusap air matanya.
Alisa kembali menatap mantan Suaminya. Alisa hanya bisa duduk dan terus menangis.
Mama Andre berusaha menenangkan dirinya.
Begitupula Andre yang di tenangkan Papa nya, agar jangan memperlihatkan kelemahannya pada Alisa.
Setelah keadaan mulai tenang. Alisa berkata kembali.
"Didi Prayana sangat baik kepadaku, ini semua karna kebodohan kamu, akhirnya aku terjebak dalam situasi ini, aku sungguh belum bisa mencintainya. "
Semua hanya bisa diam seribu bahasa mendengar Omelan Alisa.
Tiba - tiba Ponselnya berdering kembali.
Tertera nama Didi Prayana kembali. Alisa tak ada jalan lain jadi terpaksa mengangkatnya. Alisa menenangkan hatinya yang sangat bersedih, agar Suaminya tidak mencurigainya.
Didi Prayana
"Halo Sayangku..."
Alisa
"Iya Halo juga sayang.
Didi Prayana
__ADS_1
"Aku jemput yah sayang lima belas menit lagi, aku sampai disitu. Aku juga ingin berkenalan dengan Orang Tua Andre.
Alisa kelabakan.
Alisa
"Tidak usah sayang...aku sudah perjalanan pulang, sudah dekat rumahku."
Didi Prayana
"Baiklah sayangku...Tunggu aku di rumah yah."
Alisa.
"Iya Sayang..."
"Mama aku pulang dulu..."
"Iya nak..."
Jawab Mama Andre
"Papa aku pulang dulu."
"Iya nak hati - hati"
Alisa memandang Andre dan mendekatinya. Langsung memeluknya.
__ADS_1
"Ijinkan aku memeluk mu untuk terakhir kalinya...."
Papa dan Mama Andre hanya bisa pasrah membiarkan Alisa memeluk anak mereka.
Andre mencoba sekuat tenaga tidak membalas pelukan Alisa, dan mencoba sekuat tenaga menahan air matanya. Betapa inginnya dia membalas pelukan itu, mencium seluruh wajah istrinya bahkan menikmati tubuh Alisa seperti dulu, yang saat ini sudah haram baginya untuk menyentuhnya seperti dulu lagi.
Alisa melepas pelukannya, dan mengusap air matanya. Dan berlalu dan tidak menoleh lagi. Andai dia menoleh dia akan melihat wajah pria yang masih sangat mencintainya itu, telah banjir air mata dan sesenggukan, menahan kesedihan yang sangat luar biasa. Andre pun duduk merapat di lantai, dan terus menangis dan meratap menutup wajahnya, Dengan tubuh terguncang hebat, menahan kesedihan yang luar biasa yang mendera tubuhnya.
Ayah dan Ibunya, hanya bisa saling berpelukan, menangis sedih melihat anaknya yang masih saling mencintai itu.
Apa daya mereka, sungguh mereka tak bisa berbuat apa - apa. Hanya bisa larut dalam kesedihan itu, tenggelam di dalam lautan air mata kepedihan, dan ikut hanyut terombang ambing oleh samudra air mata, yang semakin deras mengalir di pelupuk mata mereka.
Andre hanya bisa meratap sedih di dalam hati, berteriak sekuat tenaga, seolah menantang langit, terhempas badai kesedihan, di terjang lautan air mata dan tenggelam dalam samudra air mata, yang terus membawanya terus tenggelam dan semakin dalam tenggelam, membuat semua jadi gelap gulita. Dunianya menjadi mati, tanaman dan bunga - bunga di hatinya telah layu dan mati, Ini bukan patah hati, tapi ini adalah perasaan yang jauh lebih menyedihkan dari kematian. Dunia terasa hampa dan mati, seolah tak ada matahari dan bulan, sangat sunyi dan sangat menyakitkan bagi orang yang juga mengalaminya.
Alisa terus berjalan pulang ke rumahnya, dan langsung mandi, agar Suaminya jika datang tidak mencurigainya.
Dia tidak ingin membuat Suaminya curiga, tapi mengapa air matanya tak mau kering, selalu mengalir begitu deras dan semakin deras,
Alisa hanya bisa menyakiti diri sendiri, memukul dadanya terus menangis, dan meratap. Duduk dengan tubuh polosnya, melantai dan meremas rambutnya dan terus menangis.
Didi Prayana yang sudah ada di kamar Istrinya, mendengar suara tangisan Alisa, langsung masuk ke kamar mandi yang lupa di kunci Alisa.
Dia shock melihat Istrinya, duduk melantai dengan tubuh polos nya, meremas rambutnya sambil menangis pilu.
Didi Prayana menggendong tubuh Istrinya, membuat Alisa Shock tapi kesedihan begitu menguasainya, dan dia tak mau peduli lagi tentang nasib rumah tangganya. Dia pasrah jika harus bercerai dengan Didi Prayana. Saat ini kematian pun tak di takutinya lagi. Cinta telah membutakan mata dan hatinya, tak ada lagi yang bisa dia lihat kecuali cintanya yang masih begitu besar kepada Andre.
Bersambung
__ADS_1