
Keesokan paginya, Andre sedang di bantu Ayah dan Ibunya mengepak barangnya, ke dalam tas. Selesai mandi dan makan .Andre pun, mengantar anaknya kembali ke Mertuanya. Berapa kali dia mencium anaknya bahkan menangis tersedu - sedu. Ibunya memeluk nya dan mengusap bahu anak bungsunya. Ayah dan Ibu Alisa hanya terdiam,
Kesombongan dan harga diri keluarga mereka jauh lebih besar dari pada rasa kasian, walau telah memisahkan pasangan halal yang saling mencintai ini.
Walau Andre sangat membenci mertuanya, tapi demi kebahagiaan Istri dan Anaknya, dia rela menahan egonya dan tetap mencium tangan kedua mertuanya dan meninggalkan rumah itu.
Andre pun keluar dari rumah Alisa dan sesekali berbalik menatap wajah anaknya, yang begitu tampan seperti dirinya.
Anak yang tak tahu tentang kesedihan orang tuanya, hanya tertawa melihat Ayahnya, dia mulai menyukai Ayahnya yang satu hari satu malam bersamanya. Tampa Andre tahu, setelah anaknya tidak melihat dirinya. Afkar menangis sangat kencang, dan selalu membawa tubuhnya untuk ke depan, ingin ikut Ayahnya. Mama Alisa segera membawanya masuk, sangat lama Afkar menangis, dia sangat marah karna masih ingin bersama Ayahnya dan ikut dengannya.
"Andre jangan menangis di jalan nak, nanti tetangga melihat kamu. Nanti di rumah yah nak, kamu tumpahkan kesedihan kamu nak."
Andre pun mengusap air matanya, mereka bertiga berjalan pulang ke rumah sederhana mereka, yang walau kecil dan sederhana, tapi di dalamnya penuh dengan kebahagiaan dan kasih sayang yang melimpah ruah, yang tidak sembarang orang yang akan mendapatkannya.
__ADS_1
Memiliki keluarga yang memiliki kasih sayang, melebihi sejuknya AC, di dunia, memiliki cinta yang murni melebihi emas murni dan berlian, Dan memiliki hati melebihi luasnya samudra dan dalamnya lautan yang berisi segala kebaikan dan kerendahan hati dari manusia, yang sangat mengagungkan Tuhannya dan menghargai sesamanya walau telah sangat menyakiti hati mereka, dan memiliki pikiran positif yang sangat tinggi, percaya bahwa Tuhan tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya dan selalu percaya bahwa kesabaran akan berbuah manis dan akan indah pada waktunya.
Andre pun bersujud dan bersimpuh di hadapan orang tuanya sambil menangis. Kakak perempuannya, hanya bisa menangis melihat penderitaan adik kesayangannya.
"Ayah...Ibu...Doakan Andre, agar sukses dan berhasil dan bisa berkumpul dengan keluarga
kecil Andre lagi Ayah...Ibu. Dunia begitu kejam memisahkan kami, dan aku tak bisa selamanya menerima penghinaan dan caci maki keluarga istriku, dan menjadi parasit dan aku juga tak ada pilihan lain karna jika memilih hal lain, aku juga tidak bisa membuat jarak antara orang tua dan anak hanya karna aku. Dan bisa berbahaya untuk Istriku."
Kata Ayah Andre dengan bijak. Dan Ibu Andre pun membelai sayang, kepala anaknya.
"Sayang...semua doa terbaik ibu, akan selalu menjadi milik kamu nak, Apapun yang kamu inginkan nak, Ibu doakan semuanya akan terkabulkan."
"Semua doa terbaik ibu, untukmu anakku sayang"
__ADS_1
Mencium kening anaknya penuh kasih sayang.
Bunyi klakson mobil, terdengar dari luar. Mobil jemputan Andre sudah datang.
Andre memeluk Ayah dan Ibunya serta kakaknya, mereka pun semua menangis pilu. Dan segera menghapus air mata mereka waktu keluar rumah, agar tidak di lihat tetangga mereka.
Andre dengan mata sembab naik ke dalam mobil, untunglah tidak ada tetangga yang di luar rumah, jadi tidak melihat kesedihan satu keluarga itu. Dan penumpang menganggap anak mereka mungkin, akan pergi jauh, makanya mereka menangis.
Andre membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya pada orang tua, dan kakaknya yang begitu di sayangnya. Air matanya tak mampu lagi di tahannya.
Keluarga Andre hanya bisa meneteskan air mata, melepaskan kesayangan mereka yang mencari penghidupan yang lebih baik.
Bersambung.
__ADS_1