Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 98. Kamu Malu - maluin saja sayang.


__ADS_3

Ibu - ibu sibuk mengetuk pintu dan memanggil Andre.


"Andre...Andre....buka Doong.."


Pintu terbuka seraut wajah tampan, berkaos putih dan memakai celana pendek selutut warna hitam.


Wajah tampan itu berubah tersenyum lebar, melihat ada seraut wajah cantik yang sangat dia rindukan, sudah ada di depan matanya, sedang tersenyum manis kepadanya.


Andre langsung keluar dan menarik istrinya, merangkul pinggangnya.


"Ibu - ibu yang cantik dan baik hati, makasih yah."


"Iya Andre, boleh kami masuk, kenalan dengan istri mu yang cantik itu."


"Nanti yah, aku ingin berdua dulu dengan istriku yah."


Mendorong istrinya masuk kedalam kamar, dan Andre mengangkat barang - barang istrinya.


"Waahhh.. maklum pengantin baru, panas - panasnya."


"Iya benar, mesra - mesranya."

__ADS_1


Timpal ibu yang lain.


Andre melambaikan tangan dan segera menutup pintu kamarnya dan menguncinya


Alisa tersenyum geli.


"Kamu malu maluin saja sayang.."


Andre langsung memeluk istrinya, dan mencium bibir istrinya dengan rakus, Andre sangat bahagia tak menyangka istrinya datang ke tempatnya, di saat dia memang sangat merindukan Alisa.


Andre melepas pakaiannya dengan terburu - buru, dan melepaskan pakaian Alisa dengan terburu - buru dan menyambar ganas lagi bibir istrinya membabi buta, seolah tak ada puasnya.


Saat ini tubuh mereka sudah polos tak ada lagi penghalang. Andre membaringkan istrinya ke ranjang kecilnya dan mulai menghujani wajah istrinya dengan ciuman bibirnya, terus menyapu ke bawah dan menyusuri leher jenjang istrinya, terus menciumnya dengan rakus.


Andre tak tahan lagi, dan mulai menikmati silih berganti di kedua pucuk nya, dan tangannya yang nakal mulai nakal bermain di **** ***** istrinya, jari tengahnya telah menyusup keluar masuk di area sensitif itu, Alisa yang sudah gelisah diterjang badai asmara yang telah di gapai nya, Andre tak puas dan terus menikmati silih berganti, kedua pucuk istrinya, seolah tak ada puasnya, dan jemarinya terus berputar di **** ***** istrinya yang membuat Alisa menjemput badai asmara nya untuk kedua kalinya.


Andre tak tahan lagi menahan gairahnya sendiri, Abang pamungkas pun sudah sangat tegak menantang dan mulai mencari jalan untuk masuk ke dalam area sensitif istrinya yang semakin basah, Karna terjangan badai asmara yang menerpanya untuk kedua kalinya.


Alisa pun duduk di atas suaminya, mengerakkan tubuhnya, Alisa kembali merasakan terjangan badai asmara untuk ketiga kalinya. Suaminya sungguh sangat perkasa.


Andre pun menghentikan aktifitasnya, membaringkan istrinya, mulai melakukan senam di atas tubuh istrinya, terus bergerak semakin maraton.

__ADS_1


Akhirnya keluhan panjangnya yang ditahannya agar tak terdengar tetangga, mulai diraihnya tanda mendapatkan penuntasan..


Andre memeluk erat istrinya dan menghabiskan cairan asmaranya. Alisa hanya bisa memeluk erat Suaminya.


"Sayang...jangan lama - lama menindih ku, aku sudah memiliki bayi kita di rahimku."


Andre sangat kaget, dan langsung mengeluarkan Abang Pamungkasnya, membalik tubuhnya, dan langsung duduk di samping Istrinya, dengan wajah bukannya senang malah sangat shock dengan raut wajah yang sangat bersalah.


Andre segera mengelus perut istrinya dan menciumnya.


"Sayang mengapa tidak bilang dari awal ?


Apakah bayi kita akan sehat - sehat saja sayang ?


Aku sangat khawatir sayang, aku begitu merindukanmu dan tak bisa mengontrol diriku sayang, tubuhmu ini selalu membuat ku selalu merindukannya sayang dan setiap saat menginginkannya."


Mengelus tubuh istrinya.


Alisa terkekeh geli.


"Dasar mesum"

__ADS_1


Alisa bangkit masuk ke WC dalam ruangan itu dan membersihkan diri dan langsung mandi, Andre menyusul mandi tapi tidak melakukan senam cinta lagi, dia hanya membantu mandi istrinya dengan mengoles sabun di tubuh istrinya dan membantu menyiram tubuh istrinya.


Bersambung


__ADS_2