
Di sekolah Alisa uring - uringan. Sudah 2 hari suratnya belum di balaz Andre. Di jam istirahat tampak Alisa bergabung duduk dengan geng Doni. sudah 7 orang teman prianya mengerubunginya seperti lalat.
"Alisa....jika ada yang coba ganggu kamu, kasih tahu saja aku."
Kata Didi.
Didi adalah anak yang paling nakal satu sekolah. 'Didi BadBoy." Dan baru hari ini Alisa melihatnya. ternyata dia sangat tampan. Dia jarang masuk sekolah. kerjanya cuma berkelahi. dan jago silat Dia banyak teman anak geng pasar dan geng motor. Alisa sering mendengar cerita tentang dia.
"Ternyata dia sangat Tampan, rumornya dia dingin dan cuek dengan wanita. Tapi sangat ramah denganku. Seandainya dia Playboy. Pasti banyak kekasihnya. Jika mereka di gabung jadi penyanyi Band. Andre, Ariel dan Didi pasti langsung jadi idola dan digilai ABG dan para gadis."
Kata Alisa dalam hati, dan tersenyum geli.
Rumornya lagi, saking nakalnya Didi, sudah 2 tahun di kelas satu. Bahkan rambutnya agak gondrong. Guru sudah lelah memukulinya. Dia sangat nakal tapi jika guru memukulnya dia tidak melawan. Dia hanya duduk tenang dan bersedekap kedua tangan. Sangat tahan pukulan. Mungkin karna seringnya tawuran antar geng. sungguh perbuatan yang tidak terpuji.
Doni dan temannya yang lain saling menatap. Didi terkenal sangat cuek dengan wanita tapi dengan Alisa kayaknya dia sangat perhatian. Mungkin seperti itulah di pikiran mereka.
Alisa sangat bete dan rasanya mau bolos. Apalagi Pak Hadi Guru sejarah lagi sakit tidak masuk mengajar. Diapun menemukan ide.
"Kak Didi....Ayuk bolos. Pergi makan bakso." Tapi saya maunya satu kelas biar kompak."
__ADS_1
Kata Alisa manja dan terkesan merengek.
Didi tampa basa - basi, langsung berjalan ke depan dan langsung menepuk bahu ketua kelas Amran. Entah apa yang di bicarakan nya. Dan Amran kelihatan ketakutan dan segera berdiri dan beranjak berunding, dengan teman lain, entah apa yang di bicarakan nya.
Mila melototkan mata dan mendelik tajam pada Alisa dan Alisa mengangkat bahunya. Mila segera berjalan kebelakang dan menarik lengan Alisa berdiri.
"Gila elo mau bolooos....Waaahh...kamu jangan ngacoo deeh. Terus kenapa Didi mengaku pacarmu..."
Ternyata Mila menguping sebagian besar, Kata - kata Didi. Karna Mila ada di belakang meja Amran. Lagi duduk.
Mila memijit kepalanya yang tiba - tiba pening dan menunjuk angka 3 ke Alisa, yang artinya tiga cowok tampan yang sekarang di kehidupannya. dan selalu menggeleng frustasi. Dia menarik Alisa jauh dari Didi dan teman yang lainnya. Dan membisik di telinga Alisa.
"Alisa sungguh kamu sangat serakah. Semua cowok tampan di kabupaten ini kayaknya, sudah semua kamu pacari. Sungguh aku tidak bisa membantumu kali ini. Didi itu anak orang tajir melintir. Dia cucu tuan tanah disini. Hanya kakeknya disiplin, dan tak sombong, Bahkan bicara tegas pada kepala sekolah, jika cucunya tidak bisa naik kelas, jangan di kasih naik."
Mila tepuk jidat.
Didi adalah Badboy tampan di kabupaten ini,
sejak ibunya meninggal dan Ayahnya kawin lagi. Dia sangat cuek dan tidak memikirkan hidupnya. Kerjanya hanya tawuran dan balapan liar.
__ADS_1
Didi menghampiri Alisa dan merangkul tangannya.
"Ayo sayang...perintah mu sudah di laksanakan."
Mila dan Alisa menoleh. Teman sekelasnya pada sibuk mengepak buku ke dalam tas.
"Hebat sekali dia, satu kelas bisa tunduk dengan si tampan ini. Dan semua teman tampak senang dan tidak ada tekanan. Entah apa yang di katakan nya."
Ucap Alisa dalam hati. sedangkan Mila hanya bisa pijit kepala.
Ketua kelas mengatur strategi bolos. Jumlah teman sekelas 35 orang. Satu barisan maju dulu kebelakang sekolah ada gerbang. Dan cuma di ikat rante tengah. Jadi bisa ditarik kedua sisi untuk meloloskan diri. Charlie. Keturunan Tionghoa, yang lahir di negara ini. Dan Orang Tuanya penjual alat bangunan. Badannya 3 kali besar badan Alisa. Postur tinggi. Diapun diarahkan duluan menunggu di pagar belakang sekolah. Tugasnya menarik pagar.
Satu barisan maju. untunglah melewati kantin jadi tidak mencurigakan.
Mereka pun satu barisan sudah kesana. Dan langsung meloloskan diri. Sisa Charlie menunggu. 10 teman yang lain sudah raib menghilang sudah lolos dari gerbang. Dan begitu seterusnya.
Di luar sekolah mereka sangat hepi. Tapi semua berpencar. Didi menyuruh mereka bersembunyi di rumah kosong belakang sekolah, Dan Didi membuka baju sekolahnya, dan celananya. Siswi teriak kaget. Kemudian bernafas lega. Ternyata Didi memakai celana jeans hitam ketat yang robek di paha dan lutut dan baju kaos putih. Siswi berdecak kagum. Tubuh seperti idol korea.... ramping, tinggi, putih bersih, hidung mancung, Alis tebal di padu Mata elang yang tajam sangat memikat.
"Kak....Didi....ganteeeng....sekali...."
__ADS_1
Siswi histeris dan saling berpelukan.
Bersambung.