
PENGUMUMAN
Haaiii...My Readers.....Jangan lupa like dan Votenya Yah...My Readers saking asiknya baca karya Author....tapi lupa Like di setiap part-nya. Hik...hik..hik...Comment kalian membuatku baper tingkat Dewa. Tapi like nya hanya 5 biji...Huwaa...huwaaaaππππ
Baca ulang yaah karya Author mu ini yah dan berikan Likenya dan Votenya Yaah...sampai sejauh ini Authormu belum mengajukan kontrak di Noveltoon Karna Like nya hanya 5 biji...Huwaaa...huwaaaa.....,,ππππ Jadi nangis Khan....πππ
Kalau nggak percaya ada bukti di bawah ini. yah. Author tempel.
Baca ulang yah..dan berikan Likenya dan Votenya Yah..My Readers yang Tampan, cantik, manis dan baik hati....agar Author mu ini tidak malu lagi mengajukan kontrak. Author akan rajin Up deeh...jika Likenya boaaaaayaaaakkk...okeeey....,π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
Love Love You All.
Tuuuh..Khan...hanya 5 biji Like nya bahkan Vote nya hanya 1 biji. dan favorite hanya 6 biji...Huwaaaa...huwaaaa....dirimu sungguh tegaaa My Readers pada Author mu. Jangan lupa baca ulang yah...dan berikan Likenya yah juga Vote nya, bahkan hadiahku biar 1 biji tidak ada...Padahal Author sangat membutuhkannya. Tolong di baca ulang tiap Bab nya. yah dan berikan Like dan Vote di setiap part-nya yah...Agar segera Author mu ini mengajukan Kontrak.
Seperti karya pertama Author mu ini yang sudah di kontrak Karna sudah ribuan Like. Contoh ada di bawah ini yah Like Vote Top Fans yang Like setiap Part nya. Saat ini Karya pertamaku yang sudah di kontrak Noveltoon sudah episode 133 . Jangan lupa mampir baca juga yahπππ
Jika karya ini baru 5 like , jadi Authormu ini tidak berani mengajukan kontrak Karna pasti akan di tolak ππ
Di karya pertama ini. setiap Bab ada like nya dari My Readers juga..
Author sangat berharap
Di beri like, Vote dan hadiah dari My Readers. bagi Top Fansku di Karya keduaku ini...Haruskah Masih memilihmu Sayangku.
Agar segera Author bisa mengajukan Kontrak
Makasih banyak Dan maaf jadi curhat habisnya sih...My Readers yang Tampan dan Cantik keasikan bacanya jadi lupa deh Like,Vote dan hadiahnya..Capek Khan Author nulis..Hik..hik...hik...Lama menunggu Like, Vote, hadiah...tidak datang juga. hik..hik..hik, Kalian hepi aku sedih....πππ πππππ
Semakin banyak Like, semakin rajin Author mu ini UP deehπ₯°π₯°π₯°π₯°β€οΈβ€οΈπ₯°π₯°
Lanjutan Part 59. Ayooolah Pak Guru Sufi.
Sepulang sekolah mereka sekelas pun berkumpul di depan gerbang sekolah. Geng Doni tidak bisa membujuk Pak Sufi.
"Beliau sudah sangat malu di ledek terus mana katanya kita terlalu memalukan terlalu rakus makannya."
Kata Doni kesal.
"Baiklah tidak apa, Nanti aku yang bujuk kata Didi Prayana.
__ADS_1
Sedangkan Dona dan Mayang sudah berhasil membujuk ibu Nuraida, walau awalnya menolak tapi karna lelah dengan rengekan Siswinya terpaksa dia mau ikut lagi.
"Tapi Awas Lho...kalau kalian meledek ibu lagi. Ibu tidak akan segan - segan menjewer kalian"
Setelah menyetujui permintaan Bu Nuraida yang baik hati dan ramah. Mereka pun segera bergabung dengan teman yang lain, yang sudah menunggu di depan Sekolah.
Sedangkan Didi pergi menemui Pak Sufi. Sesampai di sana Didi merayunya.
"Ayolaaah...Pak Guru sufi.
Nanti saya belikan sepatu Ad*d*s model terbaru..."
Pak Sufi dengan mata yang sudah melebar mulai tersenyum sumringah.
"Apa..benar..nih..kamu mau belikan Bapak Sepatu Bola Ad*d*s model terbaru.?"
Didi Prayana tahu, kalau Pak Sufi suka sekali main Bola kaki.
Didi Prayana mengangguk.
"Jangankan Sepatu. Bahkan Baju dan Celana Bola yang merk Ad*d*s pun, akan Didi belikan."
"Waaaah....tawaran yang sungguh sangat menarik..Okeeelah...Let...Gooo..."
"Pak guru...Tunggu...Saya belum selesai bercerita"
Pak sufi menoleh, dan menggaruk kepalanya.
"Apa lagi..yang mau kamu katakan"
Didi Prayana berlari mendekati gurunya. Yang masih sangat muda. mungkin hanya selisih 7 tahun. Berarti Umur pak sufi sekitar 24/25 tahun. Begitu juga dengan Ibu Nuraida.
"Ini tidak gratis lho pak !! Saya tidak mau di bilang nyogok Guru lho. Itu Khan perbuatan tidak terpuji."
Pak Sufi terdiam dan menyadari kesalahannya. Seorang Guru harusnya memberi contoh yang baik, pada Muridnya. Apalagi dia seorang Guru pembimbing.
"Aduuh Bapak terlena dengan Dunia. Untung kamu ingatkan. Menyogok itu adalah Dosa dan perbuatan yang sangat tidak terpuji."
Pak Sufi mendekati Didi Prayana. Dan merangkul pundaknya.
"Apa boleh Bapak Cicil per bulan,? kayak emak - emak kalau cicil Baju dan Perabot itu lho.
Senyum cengengesan.
__ADS_1
"Jangan Khawatir Pak Guru, Bapak bisa mencicilnya dengan pelayanan jasa bapak"
Pak Sufi mengernyitkan keningnya.
"Maksudmu apa...Jangan sampai Pak Guru kamu suruh Pijat dan Cuci Bajumu...Waaaahh....Sungguh...tidak..
Bagus...aku tidak mau...jadi pelayanmu. Bisa - bisa bapak di pecat BPK Kepala Sekolah."
Didi Terpingkal
"Hahaha...haha ..Masa Aku kurang ajar begitu sih pak. Aku cuma ingin di ajar main Bola Kaki juga. Pak...Jadi setiap hari Minggu bapak ajar aku main bola. Jadi Pak guru cicil deh sepatu dan Bajunya...Lagipula, Bapak Khan pintar main bola, dan aku orangnya sangat aktif, dengan ada kegiatan olahraga seperti itu, aku pasti akan sehat dan panjang umur"
"Waaah...bagus tuuuh...saya pastikan lapangan penuh dengan makhluk hawa..lumayan siapa tahu ada yang kesasar di hati bapak. Hahaha..haha..."
Pak sufi terpingkal, begitupun Didi Prayana.
"Tapi bapak heran kenapa kamu sangat memaksa kami ikut kalian."
"Kami Khan satu kelas pak yang pergi, setidaknya dengan ada bapak Guru dan Ibu guru. Orang tua teman yang lain lebih tenang, membiarkan anaknya ke rumahku. Aku cuma ingin temanku tampa terkecuali mendapat izin dari orang tuanya. Jadi teman - temanku.. tidak harus berbohong jika nanti menelpon orang tuanya di rumahku. Mereka Khan masing - masing punya telepon rumah. Jadi alasan kami tidak ada kebohongan, kalau ada dua guru yang mendampingi kegiatan kami."
Pak Sufi mengangguk.
"Kamu benar sekali"
"Pak Guru..Apa tidak tertarik dengan Ibu Nuraida,? dia manis lho pak."
"Kamu. mulai deeh...untuk saat ini perasaan itu belum ada. Ingat jangan meledek lagi. Bapak tidak suka di ledek"
"Siiiplah Pak Guru"
"Let's Gooo..."
Kata Pak Sufi.
Mereka pun, bergabung dengan semua teman sekelas Didi. Dan seperti biasanya, mereka pergi ke rumah Didi memakai kendaraan masing - masing.
Mereka tampak sangat ceria, Sepertinya mereka sudah candu ke rumah Didi Prayana.
Bersambung
Jangan Lupa Like, Vote dengan Comment yah
Love Love You Allπ₯°π₯°π₯°β€οΈβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1