
Tampak di sebuah kamar. Seseorang, Pria Tampan lagi duduk termenung. Membaca Surat kedua Alisa. Gadis cantik itu, masih menunggu balasan surat darinya. Dia adalah Andre. Terus menatap dan membaca surat Alisa berulang - ulang.
Andre tidak mau lebih terluka lagi. Alisa begitu tinggi untuk di raihnya, dia sangat bingung dengan nasib cintanya kelak. Apa harus selalu bersembunyi.? Itu bukan tipenya. Dia Pria jujur dan apa adanya.
"Mengapa semakin aku ingin melupakannya, dia semakin kucintai dan membuatku sakit.
Aku sangat merindukanmu sayang.
Mengapa cintaku ini begitu besar untuknya.,?
Bukankah dengan melihatnya bahagia. Itu adalah cinta sejati juga. Yang tak ingin kekasihnya menderita, dan di rendahkan orang.
Bukankah saat ini, dunia orang kaya selalu begitu, sangat penting status bibit dan bobot. Mungkin banyak juga di luar sana, banyak orang yang lebih kaya yang baik hatinya. Tapi keluarga Alisa ku tidaklah demikian.
Aku tidak ingin dia di kucilkan Karna cintaku yang tak berharga ini.
Andre terus merenung.
"Andre..ayo..makan dik...hari ini, hari Minggu Khan, kamu libur khan di toko. kakak mau pergi dulu."
Teriak. Alya.kakak Andre. Di luar kamar Andre
"Iya..kak...!"
Kakak Andre pun keluar rumah, terus berjalan keluar lorong dan melewati rumah Alisa. Diapun masuk ke dalam rumah seseorang tetangga Alisa.
"Hai Alya...Kamu sudah datang.."
"Iya.. Nirma...Ayuk kita pergi sekarang."
"Kak Andre.. ada di rumah Kak Alya, aku mau belajar..."
Celutuk seorang bocah manis.
"Iya Anti...dia ada di rumah..sendiri."
gadis itu tersenyum, tapi sepertinya ada yang dia rencanakan yang lain.
Menunggu kakaknya pergi, dan kakak Andre.
Diapun berlari ke dalam mengambil tas yang berisi buku, dan berlari ke rumahnya.
Diapun berlari ke rumah Alisa, dan tersenyum lebar melihat Alisa, di luar sedang menyiram bunga.
"Hai..kakak..cantik..bagaimana kabarmu"
Alisa menoleh, dia sepertinya sangat senang, menyimpan cerek penyiram bunganya, dan langsung memeluk Anti. Di pikirannya sekarang yang halu. Anti datang bawa tas pasti ada surat Andre di dalamnya.
Anti yang tak kalah jeniusnya. Seandainya ada gelar Mak Comblang. Anti pasti sudah level senior tingkat tertinggi. Seandainya ada gelar sih. Otaknya yang jenius tentang rumus Mak Comblang langsung paham, jika Alisa baik sekali padanya, pasti tentang kak Andre.
"Aku..kerjain..Aaaaah"
Ide cemerlang sudah ada, dia bawa dari rumahnya.
"Kak Alisa saya disuruh Kak Andre panggil kita kerumahnya..katanya takut dia kemari ...Khan Ayah Kak Alisa galak. Katanya sih penting sekali tentang hubungan kakak..ada aku kok di suruh temani kakak di sana. Ada jg kok kakaknya tidur di kamarnya. Di jamin Aman."
__ADS_1
Alisa kalut pikirannya menerawang, dan tentunya Alisa yang polos tidak tahu, jika dia sudah masuk jebakan, Anti yang Prof. Mak Percomblangan.
"Apa tidak malu - maluin....saya khan cewek masa kerumah cowok..."
"Terserah sih...kalau..tidak..mau. Saya dengar ada gadis cantik juga yang mengejarnya..dan kayaknya kak Andre bingung...jadi mau meyakinkan hatinya. jika sudah bertatapan langsung dengan kak Alisa. Yang jelasnya dia hanya mau meyakinkan hatinya saja..Awas lho...jangan..salahkan Anti..jika Kak Andre jadian sama cewek itu...."
Pura - pura pergi.
"Tunggu..." Aku dandan dulu..."
Anti tersenyum lebar dan berbalik menarik tangan Alisa.
"Tidak....usah...sudah cantik kok...Kak Andre mau keluar...ke Toko bosnya. Nanti keburu dia mau pergi."
Alisa memandang dirinya. Dengan gaun pink ini, dan rambut terurai dan dia juga sudah mandi dan dandan tipis dan natural. Kayaknya Anti benar. Masih termenung Anti sudah menariknya.
"Ayuuuk...cepat..kita pergi. Cuman sebentar kok..."
Alisa mengikuti Anti yang berjalan dengan langkah yang lebar. Semakin dekat rumah Andre. semakin ciut nyali Alisa...Tangannya bahkan sudah bergetar..keringat dingin mulai mengucur di keningnya.
"Antii...ayuuk..pulang..."
Anti malah ke belakangnya dan mendorong pinggang Alisa dari belakang.
"Antii..jangan - jangan..kamu menipuku yah.."
"Sueerr deh.....Ayuuk..."
Dengan debaran jantung cinta ataukah ketakutan Alisa sudah tidak bisa membedakannya. Dia sangat rindu Andre.
Hatinya meronta tapi tubuhnya seperti kambing congek yang di cocok rumput langsung ikut.
Alisa terus mengikuti langkah Anti yang sudah merangkul tangannya.
Walau gunung, akan ku daki, walau badai, akan ku terjang walau lautan, akan ku sebrangi walau jurang, akan ku lompati jika celahnya sempit sih. Seperti itulah kayaknya isi hati Alisa.... Maaf Author jadi nimbrung, alias kepo hihihi...habisnya Anti gemesin.
Alisa pasrah di rangkul Anti berjalan semakin dekat dan sampai depan rumah Andre, debaran jantung Alisa bertambah dasyat serasa mau menembus kulit dadanya. tubuhnya sudah panas dingin tapi tetap pasrah di tarik Anti. Masuk ke dalam pagar dan masuk ke dalam rumah Andre.
Untungnya tidak ada tetangga di luar rumah. Sepertinya Anti sudah merencanakan rencananya dengan matang. Anti sudah mengenal dengan baik situasi manusia sekompleks lorong ini, jika jam 1 siang begini. Orang pada dalam rumahnya.
Sungguh bocah yang cerdas dan gemesin.
Hihihi..Author nimbrung lagi.
Anti memang ahlinya menjadi detektif Mak percomblangan. Datanya akurat dan terpercaya.
"Kak Andre..."
Jleb...!!
Deg...!!!
Deg...!!
Begitulah kira - kira bunyi detak jantung Alisa yang sudah pucat pasi. Setiap mau bertemu Andre perasaannya seperti mau bertemu malaikat pencabut nyawa. Keadaan nafas dan jantungnya sangat kacau..bahkan kepalanya, mendadak sakit dan matanya mulai berkunang - kunang. rasanya dia seperti merasakan sakaratul maut.
"Mengapa cintaku begitu menegangkan. Seperti aku sekarang di Medan Perang"
__ADS_1
Baru mendesah,.. sesosok wajah muncul dari dalam dan keadaannya pun tidak jauh beda dengan Alisa, sama - sama kaget, pucat pasi dan Salting tingkat Dewa, Mata sedikit membeliak, terpaku dan garuk kepala, kadang senyum kadang pucat, kadang mau menangis. Hanya Mata Anti yang terus berkedip ke Andre dan mendekati Andre.
Anti membelakangi Alisa. Jadi Alisa tidak tahu apa rencana Anti selanjutnya
Yang jelasnya kaki Alisa sudah bergetar dan wajah pucat pasi dan selalu memperbaiki tatanan rambutnya. kadang senyum, dan kadang mau menangis. dengan jantung yang sudah berdetak sangat keras. Begitupun dengan jantung Andre.
"Kak..Andre...nih...saya sudah bawakan Alisa tadi kak Andre...suruh saya panggil Alisa Khan"
Sebelah mata mengedip dan tampa dosa sedikitpun, berlalu ke dapur entah mencari apa.?
Tinggallah Andre melongo kayak kambing congek, mulut terbuka sedikit dengan wajah kebingungan. Wajah tampannya pucat pasi dan menggaruk kepala, tersenyum sedikit dan kemudian meratapi nasibnya yang sungguh teramat malang.
"Antiiii....malu - maluin saja...kamuuiuu...kapaaan....aku...
menyuruhmu......Hahh?" Aku tak punya konsep. Aissssshhh...."
Di dalam hati menjambak rambut di dunia nyata tersenyum depresi.
Belum selesai ratapan depresinya.
Suara Anti terdengar kembali.
"Apa kalian lagi latihan mengibarkan bendera Merah Putih....Apa ...Di Indonesia, Tuan...rumah..tidak mempersilahkan tamunya duduk...Kak Andre sangat tega. Padahal dia yang suruh panggil kak Alisa...."
Jleb !!!!"
Deg !!!"
Deg !!!"
Andre merasa jantungnya sudah tidak sehat. Diapun sangat kesal kepada Anti yang menjebaknya.
"Aiiiissssh...aku..terperangkap jebakan Anti...Dasaaar..bocaaaah..."
Andre hanya bisa tersenyum depresi dan langsung membungkuk hormat. Seolah saat ini..Ibu Negara yang bertamu di rumahnya. Dia sangat hormat dan sopan sekali.
"Silahkan...duduk...Alisa..."
"Awas..kamu...anti...kamu..telah menjebak ku..."
gerutu Andre dalam hati. tapi diluar tersenyum manis dan sangat menghormati tamunya.
Sedangkan Anti sudah terkekeh dan tidak tahu malu ambil piring, nasi dan lauk di rumah orang Tampa permisi. Dan dengan muka tak berdosa nya makan dengan lahapnya.
bersambung.
Haii....My Readers semoga terhibur dengan Author mu ini yang humoris dan Halu dan tentunya romantis. Hihihi..maaf jika bukan diri sendiri yang puji mau di puji sama siapa lagi
Jangan lupa Like, Vote dengan Comment yah.
jangan lupa mampir di karya lamaku juga yah. Cinta Yang Tertukar
dan karya terbaruku dengan judul.
Ibuku Single Parent Rebutan Ceo Tampan.
Jangan lupa like dengan comment nya yah..yang membuatku Baper tingkat Dewa.
__ADS_1