Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab. 62. Surat balasan Andre.


__ADS_3

Alisa sudah masuk di dalam mobil, dia tidak menyangka Ayahnya ada di dalam mobil.


"Semoga Ayah, tidak memarahiku"


Ayahnya hanya terdiam seperti biasanya, dengan wajah yang dingin dan terdapat raut wajah tampan tapi jarang senyum. Ayahnya pribadi pendiam dan pemarah, dan sangat tegas. Tapi jika bersama Ibuku, Ayahku seperti anak kelinci sangat manja. Cuma di saat bersama Mamanya, baru wajah dingin itu, berubah sangat manis.


Sesampai di rumah, Ayahnya hanya diam saja. Dan meninggalkan Alisa, yang masih terbengong melihat Ayahnya berlalu pergi.


Alisa pun, masuk ke dalam rumahnya, terus masuk ke kamarnya.


Hari itu berlalu dengan cepatnya. Siang berganti malam dan malam berganti pagi.


***


Di sekolah di, kelas Alisa, seperti biasanya, kembali gaduh. Hampir semua Siswi, membicarakan, betapa senangnya kemarin di rumah Didi Prayana.


Yang di gosip pun sudah mulai masuk ke dalam kelas, di sambut teriakan heboh para Siswi kelasnya, yang kompak dan serempak.


"Haaaaaiiii....Didi Tampaaaaan"


Didi pun seperti biasanya, judes dan cerewet. serta sangat pede dengan ketampanannya.


"Walau..kalian..tidak bilang pun..,!!!


Aku memang lah..sangat Tampan...., Bahkan teramat tampan sekali."


Semua pun teriak senang dan seperti biasanya, sangat mendukung Didi Prayana memuji dirinya sendiri. Alias menyombongkan diri. Tapi memang sih..dia sangat tampan Hihihi...


"Siiiiiiiiiip.....!!!!!!!"


Serempak kembali, mengacungkan jempol dan tersenyum lebar dan kembali bergosip.


Melihat kekasihnya, tersenyum geli, Raut wajah yang judes dan sombong itupun, berubah manja dan semanis kelinci. Dia pun, mengambil satu kursi membawanya ke samping Alisa. Mulai tersenyum manis dan mengelus pipi Alisa kembali. Dan menatapnya penuh cinta.

__ADS_1


Mila hanya menatap jengah, melihat kelakuan kedua kelinci Bucin itu.


"Apa aku...tidak bisa membawamu jalan - jalan Alisa.? Nonton bioskop..Makan..dan belanja."


Alisa mengangguk.


"Jangan Coba - coba, membangunkan Singa yang sedang tertidur. Apa kamu tahu ? Kemarin Ayahku ikut menjemput ku dengan pak Amat. Untunglah dia pikir tugas sekolah Karna banyak teman dan ada guru kita. Kalau tidak, aku pasti, sudah di sekolahkan di Jawa."


"Jika kamu pindah ke Jawa, aku juga akan pindah di sana, Karna ada Pamanku juga disana."


Alisa terkekeh.


"Pamanku di Jawa itu. Kolonel tentara, dan tinggal di dalam area, tempat tinggal tentara. Jadi Kamu harus lewati pos tentara dan barisan beberapa lapis tentara juga. Hidupku hanya bisa rumah dan sekolah dan sekolah ke rumah. Sungguh ironis."


"Kasian sekali..kamu..sayangku...Baiklah..


kita seperti ini saja."


"Iya sih...Ayahmu sangat galak. Tapi masih bisa memiliki 1 pacar dan dua pelakor. Sungguh wanita beruntung dan serakah. Semoga kamu tidak akan kehilangan mereka semua dan akan membuat matamu bengkak dan menyipit."


Mila terkekeh.


Didi dan Alisa menatapnya, penuh kecurigaan.


Mila pura - pura sibuk membaca.


Aktivitas sekolah berjalan seperti biasanya. Waktu terus bergulir.


Sore itu, Anti tiba - tiba nongol di kamarnya. Alisa tersenyum ceria, melihat kedatangannya. Saat ini, Dia sangat menyukai anak ini. Kalau bukan jasa - jasa Anti, mendapatkan Andre hanyalah mimpi indah baginya.


Anti Naik di atas kasur Alisa dan membisik nya.


"Kak ada surat dari Kak Andre."

__ADS_1


Alisa tersentak, Rona bahagia terpancar jelas di wajah cantiknya. Alisa langsung memeluk Anti, dan mengecup sayang Pipinya. Hatinya sangat bahagia,


Surat balasan Andre, membuatnya mabuk kepayang.


"Mana...suratnya...aku..ingin membacanya, Cepatlah My baby...My Sweety..Please..."


Anti terkekeh, dan merogoh sakunya. Mengeluarkan amplop putih, memberikan pada Alisa yang langsung menyambarnya dari tangan Anti.


"Sayaaang....bisa membiarkanku...membaca suratnya sendiri saja..."


mengatupkan kedua tangannya.


Anti mengangguk, turun dari ranjang dan keluar kamar Alisa.


Alisa pun, kegirangan dan melompat, terjun bebas turun dari ranjangnya, berlari menutup pintunya, dan menguncinya. Diapun melompat naik ke kasurnya kembali, mencium berulang kali surat balasan cinta dari Andre.


"Akhirnya .....yang...telah lama kutunggu, di balas juga. Aduuuuuh.....senaaaaangnya..."


Dia pun menendang - nendang kan kakinya Karna kegirangan. Alisa Duduk bersila dan berapa kali mengatur nafas nya dalam - dalam, tetapi kembali histeris, menendang - nendang kan kakinya kembali. Sambil mencium berulang - ulang surat cinta yang belum juga di bukanya.


Bahkan Alisa malah mengkhayalkan kata - kata di dalam surat itu.


"Pasti Andre akan membahas ciuman kami....Aaaaaaaaaahhh...jadi maluuuu"


Diapun histeris kembali. dan menendang kembali dan mencium kembali surat dari Andre. Walau dengan suara yang sangat pelan. Karna takut ketahuan orang dalam rumahnya.


"Sekedar comment...Cepatlah baca Suratmi Alisa...Author khan Kepo..apalagi My Readers hihihi...."


Bersambung


My Readers...bantu comment dan Like Serta Vote dan hadiah dong....Please...🙏🙏🙏🥰🥰🥰


Love Love Muachhh...😘😘🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2