
Jangan lupa Like,Vote dan Comment yah, di setiap Bab nya, untuk menyemangati Authormu. ini My Readers
Alisa pun, melangkah keluar dari pintu dan mengomel.
"Kamu agresif menciumku, tapi tidak mau menikahi ku"
Dengan wajah cemberut.
Ariel hanya terkekeh mendengar omelan Alisa..
"Cepat pulang, kamu membuatku kesal saja"
Pura - pura marah.
Alisa mencibir.
"Lihatlah Monster es ini, sesudah puas menciumku, diapun mencampakkan ku. kasian betul nasibmu Alisa....
Pacarmu sangat pemarah...,
Beruntung kamu tampan, jika tidak aku akan duluan mencampakkan mu dengan segera."
Mulut Alisa mulai bawel.
Ariel tertawa geli.
"Banggalah sekarang, karna aku mau menerimamu."
Tersenyum manis.
"Cepatlah pulang, Abang Amat sudah kesal menunggumu."
Mengingatkan Alisa.
Alisa pun membalik badannya dan mulai meninggalkan Ariel yang terus menatapnya.
"Sekian lama aku menahan rasa suka ini, tapi aku kalah juga dengan pesona mu. Aku sangat mencintaimu, tapi aku harus mapan dulu baru pantas untukmu. Semoga kamu sabar menungguku. Mulai sekarang aku akan serius dengan hidupku, Karna ada kamu, yang akan ku perjuangkan. Saat ini kamulah tujuan hidupku Alisa.
Aku sangat mencintaimu Alisa"
Ariel berkata pelan dan tetap memandangi mobil Alisa yang sudah melaju meninggalkan rumahnya.
__ADS_1
Di dalam mobil Alisa termenung.
"Ariel sangat tampan dan menggemaskan, tapi mengapa dia tidak bisa membuat hatiku berdebar. Aku hanya senang membuatnya marah. Bagaimana dengan pria itu, jika aku memilihnya. Ariel pasti sangat marah denganku. Entahlah aku akan berusaha mencintai Ariel."
Mobil terus melaju, dan tak terasa sudah sampai dirumahnya. Alisa turun dari mobilnya dan langsung ke kamarnya. Mandi dan berganti pakaian.
Diapun berbaring di kasurnya, membayangkan ciuman panas Ariel, tapi tak ada hal yang membuat hatinya berdebar indah, seperti yang dirasakan pada kakak kelasnya itu.
Mengingatnya membuatku sakit hati saja.
"Apa bisa aku tabah, menjalani hari - hari di sekolahku. Atau aku pindah di sekolah Ariel.? Tapi Ayahku pasti tidak mau. Aku sangat cemburu dengan Mila dia telah menikung ku "
Alisa pun duduk dan melangkah keluar untuk melupakan kesedihannya dan keluar mencari makan.
Tampak kakak sepupunya Adrian dan Yusuf masuk ke rumahnya, Mereka sudah kuliah di Bandung. Dan mereka datang Karna liburan.
Mereka juga sangat tampan dan mantan Play Boy di sekolah Alisa saat ini. Begitulah keluarganya jika lelaki di beri kebebasan berpacaran yang penting jangan menanam benih. Karna mereka akan di jodohkan juga nantinya dan jika menolak jangan mengambil harta orang tua, sedikit apapun. dan siap di usir dari keluarga.
Memang keluargaku sangat memperhatikan Bibit, dan bobot dan kualitas. Kami hanyalah barang jaga gengsi dan barang jualan mereka. Kasian sepupu ku. Alea. dia sangat cantik, di jodohkan dengan orang tua yang sudah berumur 50 tahun. Seorang Duda Tua yang sangat kaya raya. Entah bagaimana nasibnya.? padahal dia baru tamat SMA."
Alisa menghela nafas. Apakah nasibku akan seperti itu.
Kak Adrian Langsung merangkul ku, dan mencubit pipiku gemas.
Kak Yusuf pun, mengucek rambutku gemas, dan mencium rambutku.
Akupun teriak.
"Mama !!!
Kak Adrian dan Kak Yusuf melecehkanku lagi."
Mereka pun angkat tangan dan beranjak masuk mencari makan.
Tampak Mama kesal.
"Kamu apakan adikmu. Jangan mengganggunya."
Mereka adalah anak dari kedua kakak kandung ibuku. Paman Sulaiman dan Paman Amir.
Mereka pun tersenyum dan datang memeluk mamaku.
__ADS_1
Biasa minta uang, jika mereka datang selalu ke Mamaku Karna Mamaku tidak pelit.
"Tante, selalu tampak cantik dan awet muda "
Mulai merayu.
"Sudahlah jangan merayuku, itu ada dompet di lemari ambillah uang disana dan pergi makan
Mereka pun tertawa senang.
"Tanteku sangat baik, selalu pengertian"
Mamaku sudah tahu jika mereka mau datang. Mama selalu menyiapkan uang di dompetnya. Dengan jumlah yang cukup Besar.
Mereka tertawa riang dan mengambil dompet.
Merekapun menghabiskan uang yang ada di dompet Mamaku. dan membaginya. Karna mereka tahu uang itu sudah disiapkan untuk mereka.
Orang tua mereka juga banyak uang. Tapi sangat suka meminta uang. Orang tuanya lebih cerewet dan disiplin dengan uang. Mereka kadang mencari Mamaku, jika datang liburan.
Kamipun makan bersama di meja makan. Mereka sangat lahap makan.
Akupun mulai sewot menggoda nya seperti biasa.
"Apa kalian, tidak di beri makan sama Paman dan Tante sih, kalian begitu lahap dan sangat rakus makannya. seperti sudah seminggu kalian tak diberi makan, sungguh kasian sekali."
Alisa mulai bawel dan mereka sudah terbiasa.
"Kamu kayaknya tidak sabar yah, mau di cium sama Abang mu yang ganteng ini."
Kak Adrian Mulai menggoda Alisa.
Alisa mencibir. Diapun melanjutkan makanannya.
Kalau bukan sepupu yang sangat dekat. Sudah kunikahi kamu, kata Kak Yusuf.
Memanasi Alisa.
Alisa hanya memutar malas kedua bola matanya. Karna mulutnya saat ini penuh makanan.
Bersambung
__ADS_1