Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 91. Andre Cepatlah Cuci Pakaianmu.


__ADS_3

Sore itu, terlewati dengan canda tawa dari keluarga bahagia Andre Suaminya. Bahkan Alisa menjadi kesayangan dirumah Andre berbanding terbalik dengan keadaan Suaminya yang selalu mendapat penghinaan keluarganya. Bahkan Alisa mau mencucikan pakaian Suaminya. Ibu mertuanya melarang.


"Andre cepatlah kemari dan cuci pakaianmu"


"Tapi ibu...biar Alisa saja."


"Andre cepatlah cuci pakaianmu..."


"Sayang kedua anak lelakiku semua mandiri, bahkan anak Perempuanku. Rumah tangga akan bahagia jika kita suami dan Istri saling membantu selain saling mencintai. Dari kecil saya sudah didik anakku. mandi sendiri. cuci piring dan cuci pakaian dan membersihkan rumah. Jadi hal seperti itu nak. sudah biasa di keluarga kami nak. Tak apa kita miskin harta nak, asal jangan miskin hati."


Alisa sangat tersentuh, bagaimana keluarganya selalu mengharapkan pembantu mengurus rumah dan makanan dan apapun dalam rumah, dan hanya pembicaraan harta , tahta, derajat yang selalu di bahas keluarganya, yang tak pernah puas mengejar dunia.


"Iya mama, ada apa...?


Suara Andre membuyarkan lamunan Alisa.


"Sayang...pakaianmu mau di cuci istrimu,"


Andre tersenyum dan mengambil pakaiannya di tangan istrinya.


"Sini sayang, disini tak ada mesin cuci sayang, kami hanya pakai sikat cuci sayang. Sini aku yang mencuci."

__ADS_1


Andre pun mulai mengambil baskom, dan merendam pakaiannya, dan memberinya sabun cuci pakaian.


Alisa pun penasaran dan duduk jongkok di samping suaminya memperhatikan.


Andre memberinya bangku kecil untuk tempat istrinya duduk di sampingnya.


Alisa memperhatikan dengan tatapan bingung.


Andre mendorong baskom nya dan memberikan tempat yang luas di depannya, dan mulai mengambil pakaian yang sudah basah, yang sudah penuh sabun. Andre mulai menyikat dari leher baju, kemudian sesekali menyiram memakai air sabun, kemudian bagian dada, tangan, bawah baju dan di belakangnya. Kemudian membalik pakaian itu dan mengulangi lagi gerakan menyikat pakaian.


Alisa sampai menarik nafas berat.


"Sayang...itu susah sekali sayang...."


Andre mengecup pipi istrinya gemas.


"Sayang...tenang saja aku sangat rajin sayang, jangan kan pakaianku dan pakaianmu sayang, pakaian anak kita saja nanti biar aku semua yang cuci sayang. Kamu adalah ratuku sayang, kamu tidak akan menyesal memilihku menjadi suami mu sayang, aku akan sangaaaaat....memanjakan mu..."


Mengecup pipi istrinya lagi penuh sayang.


"Aaah....sayang...aku jadi baper deeh...."

__ADS_1


Memanyungkan bibirnya minta di kecup, dan langsung disambar gemas oleh bibir Andre, menghisap dan meliukkan lidahnya menyapu bibir istrinya.


Teriakan kakak Andre membuat mereka tersentak.


"Aduuuuuh..kalian....jika mau bermesraan, di kamar dong, aku khan masih jomblo, kalian ini !!! sangat menyebalkan."


Pura - pura marah, tapi tetap tersenyum manis, dan berlalu pergi.


Andre dan Alisa saling menatap dan terkekeh geli.


"Hihihi.....Kamu sih sayang, langsung sosor saja..."


"Iya sayang, tapi kamu ibarat sodorkan ikan sama kucing. Jelaslah sayang langsung di makan.."


"Aaaah....sudaaah..aaah..kamu menyebalkan sayang..."


Andre berbalik ke belakang dan melihat situasi aman, dan langsung mengaitkan lengannya ke leher Istrinya dan menariknya dan bibir Alisa langsung di habisi oleh bibir Andre yang langsung menghisap bibir Istrinya dengan agresif. Dan langsung di dorong Alisa agar melepaskannya, tapi Andre terus menciumnya sampai Alisa bisa melepaskan pelukan suaminya. Berlari duduk ke belakang.


"Aaaah...kamu genit aaaah....cepat cuci bajunya, di suruh cuci baju....eeeh...malah bibirku juga ikut di cuci..."


Andre terkekeh dan melanjutkan mencuci pakaian nya, Alisa memperhatikan Suaminya dengan tatapan kagum.

__ADS_1


Bagi Alisa mencuci pakaian secara manual seperti itu, begitu sangat berat dan melelahkan.


Berambung


__ADS_2