Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 110. Lho Kok Nangis Sayang ?


__ADS_3

Andre pun naik Mobil Angkutan Umum Ke Kota menemui Istrinya setelah membuat surat pengunduran dirinya.


Satu jam berlalu, Andre sudah tiba di kota itu, diapun pindah ke mobil angkutan dalam kota.


Setelah dua puluh menit berlalu, dengan di tuntun Aplikasi lokasi yang di share istrinya melalui ponselnya. Andre pun sampai di depan rumah yang sangat besar dan megah, rumah adik istrinya dan Suaminya yang punya PT Konstruksi di kota itu.


Andre sangat minder melangkah masuk, diapun menelpon istrinya, tak lama kemudian istrinya keluar dengan menggendong bayi tampan mereka. membuka gerbang.


Andre sangat merindukan mereka berdua, Andre pun memeluk keduanya dengan erat.


Alisa pun membiarkan Suaminya memeluknya lama.


Andre melepaskan pelukannya.


"Sayang....aku malu masuk..."


"Aku tahu sayang, tapi kita tidak mungkin berdiri terus di sini sayang. Ayo masuk ke dalam dan duduk di kursi teras yuk."


Andre pun terpaksa mengikuti langkah istrinya.


Andre pun duduk di kursi teras.


Alisa pun masuk membawa bayi yang sudah tidur ke kamarnya dan pergi menyiapkan makan suaminya di dapur.


Ayah dan ibunya sedang dalam kamar, di lantai dua dengan Mayang.


Setelah menyiapkan makanan di bantu dua pembantu Mayang, Alisa pun keluar memanggil suaminya.

__ADS_1


Andre sangat segan masuk tapi Alisa menyakinkan kalau Papa dan Mamanya ada di lantai dua. Andre pun mengikuti Istrinya masuk ke dalam rumah, yang dilengkapi banyak perabot mewah.


Andre pun sampai di ruang makan, sebuah kursi meja makan yang besar dan megah. Diapun duduk dan langsung makan, di temani istrinya.


Setelah makan, Alisa membawa Suaminya ke kamar. Istrahat dan berbaring di kasur.


Mereka pun berbincang.


Alisa tidur di lengan Suaminya dan memeluk Suaminya.


"Sayang...apa yang akan kita lakukan sekarang, aku sangat bingung sayang."


"Ayah dan ibu dan Mayang sudah dapat solusi untuk kita sayang. Pamanku mau buka cabang di sebuah kota baru dan kita yang di percaya mengurus usahanya itu sayang."


Pamanku itu ada PT penyewaan alat beratnya dan usaha kayu. ekspor keluar kota, memakai jasa kontainer pelabuhan sayang.


sedih sayang."


"Iya sayang.....makasih kamu mau menderita dengan aku.."


Kata Alisa mulai menangis.


"Lho kok nangis sayang...malah akulah yang seharusnya bilang begitu sayangku.."


Memeluk erat istrinya.


"Iya sayang....aku sangat kasian dengan kamu sayang..Maafkan aku tak bisa membelamu..

__ADS_1


jika di hina dan di maki keluargaku..huhuhu..


huhuhu.."


Alisa bertambah bersedih dan Andre pun memeluk erat istrinya dan selalu mencium keningnya.


"Sudahlah sayang....biar mereka memukul aku pun sayang, aku akan terima dengan lapang dada. Anggap saja aku memang sudah lancang memilikimu sayang...dan ini konsekuensi yang harus ku terima sayang....


sudah dong sayang nangisnya."


Alisa semakin memeluk suaminya sangat erat.


Andre pun makin mempererat pelukannya.


Mereka terus berbincang dan akhirnya tertidur lelap.


*****


Papa dan Mama Alisa sedang berbincang dengan Mayang.


"Papa...pasti Suaminya itu sudah datang, besok Alisa dan Suaminya kita suruh ke kota adikmu itu."


"Iya mama..semua sudah ku atur, anak Alisa suruh simpan saja sama kita, aku sangat mencintainya. Kita sisa ambilkan pengasuh bayi khan ada mama juga yang lihat.."


"Iya papa itu ide bagus."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2