
Alisa pasrah dan membiarkan Didi semakin buas menikmati tubuhnya. Didi pun banyak membuat tanda kepemilikan di dada Alisa dan di tubuhnya. Dia sangat menikmati setiap lekuk tubuh Istrinya yang baru pertama kali, Alisa membiarkan tubuhnya di cium dan di nikmati Didi.
Didi benar - benar tidak menyiakan kesempatan yang sudah lama dia impikan.
Dia pun memberikan ciuman dan gigitan kecil di tubuh Alisa. Membuat tubuh yang sangat putih bersih itu memerah. berbentuk lingkaran kecil yang banyak menghias tubuh Alisa.
Didi meremas kedua bukit lembut itu sambil menciumnya penuh gairah, dan kembali menyusu. Dia sudah seperti bayi yang sangat kehausan.
Alisa semakin gelisah dan mencoba menahan hasratnya. Tapi sentuhan Didi telah membuatnya mabuk kepayang.
Sudah lebih dua tahun tubuhnya tak pernah merasakan sentuhan, yang biasa Andre lakukan di tubuhnya.
Tangan Didi mulai merayap ke bawah, mengelus area terlarang Alisa dari luar kain penutupnya. Tangan nya dengan nakal menarik sisa kain penutup bawah Alisa
Menyentuhnya langsung membuat dada Didi berdebar kencang. Rasanya dia tidak percaya Alisa membiarkannya bertindak sejauh itu.
Bibir Alisa sedikit terbuka menahan gairahnya. Didi sangat terbakar hasrat dan langsung menghisap bibir itu tampa jeda.
Alisa merasakan ada cacing kecil yang sudah mulai masuk kedalam area lembab terlarangnya. Mulai menari dan keluar masuk di dalam Area itu. Didi tak melepaskan ciuman nya, dia terus mencium bibir Alisa dan menghisapnya.
Tubuh Alisa mengejang ritme jari Didi semakin maraton, keluar masuk di daerah lembab itu. Alisa semakin tak kuasa menahan ******* penuntasan yang sudah diraihnya. Diapun membalas tangkapan bibir Didi dengan agresif. Ciuman mereka semakin memanas saling beradu dan bertukar rasa.
Setelah badai asmara yang di rasakannya berlalu. Alisa melepaskan ciumannya dan mengatur nafasnya yang tersengal.
Begitu juga Didi Prayana, mereka sudah bermandi peluh.
Didi melepaskan kain penutup terakhirnya dan berbaring dengan posisi Abang Beo sudah tegak menantang.
__ADS_1
Didi membawa tubuh Alisa duduk di atasnya dan mulai melakukan penyatuan.
Cukup lama Didi melakukan penyesuaian, walau Alisa sudah menikah dan punya anak. Tapi area terlarang itu masih sulit di tembusnya.
Setelah berjuang sesaat akhirnya tubuh mereka telah bersatu. Alisa pun tampa malu lagi, bergerak dan mencari rasa nikmat itu kembali. Tubuh mereka berdua bermandi peluh dan saling berpacu. Walau ada AC pendingin tapi tetap kedua tubuh itu berkeringat.
Stamina Didi sangat kuat, dia masih bisa bertahan dan membiarkan Alisa mendapatkan lagi terjangan badai asmara darinya untuk kedua kalinya.
Alisa pun tak kuasa menolak terjangan badai asmara yang sudah mendera tubuhnya kembali.
Alisa tidak malu lagi mengeluarkan rintihan lembutnya.
Didi menariknya merapat di tubuhnya dan kembali membungkam bibir indah itu yang merintih.
Didi membantu tubuh itu terus bergoyang, dan tetap mencium ganas bibir Alisa yang sedang di mabuk asmara penyatuan mereka.
Melihat istrinya sudah melewati badai asmara darinya.
Didi pun membaringkan tubuh istrinya, dan mulai melakukan penyatuan kembali.
Didi terus bergerak dengan liarnya, gerakan nya semakin maraton, bibir dan kedua bukit lembut Alisa pun tak berhenti di nikmati nya bergantian.
Tubuh Alisa terus berguncang. Stamina Didi benar - benar kuat, lebih kuat dari Andre.
Tubuh Alisa terus berguncang, dia hanya bisa pasrah dan menunggu Didi menumpahkan hasratnya.
Suara lirih yang cukup panjang dari Didi, menandakan dia sudah mendapatkan rasa penuntasannya.
__ADS_1
Didi menumpahkan laharnya jauh kedalam rahim Alisa, dia ingin memiliki anak secepatnya dari Alisa.
Didi memeluk erat tubuh Istrinya dan mengatur nafasnya.
Setelah itu dia pun menarik keluar Abang Beo yang sudah terkulai lemas. dan berbaring di samping Alisa.
Didi tidur menyamping memegang wajah istrinya yang tampak kelelahan.. Didi mengecup keningnya.
"Trima kasih sayang, aku sudah memilikimu seutuhnya.
Perasaan Alisa sudah mengharu biru, dia hanya bisa menangis.
Tubuhnya kini sudah menjadi milik Didi Prayana, bukan lagi Andre lelaki yang begitu dia cintai. Kesempatan untuk kembali lagi kepada Andre tidak akan ada lagi.
Didi Prayana melihat Istrinya menangis.
Dia tahu, Alisa mungkin menyesalinya. Tapi penyesalan selalu datang terlambat. Saat ini Didi hanya bisa menarik nafas panjang dan berharap Alisa akan hamil dan melupakan Andre.
Didi hanya bisa merengkuh Alisa dan pelukannya.
Alisa terus menangis hatinya begitu sedih. Di Negara lainpun hati Andre berubah sangat sakit dan perih dia merasa seperti akan kehilangan Alisa untuk selamanya.
Air mata nya begitu mudahnya keluar dari kedua pelupuk matanya.
Saat ini Alisa sudah menjadi milik seutuhnya Didi Prayana.
Dan untuk malam - malam berikutnya, Didi akan selalu akan meminta jatahnya.
__ADS_1
Bersambung.