
Alisa menatap curiga dan kesal pada Mila.
Sedangkan Didi hayalannya sangat indah. Membayangkan Alisa menjadi istrinya, duduk di pelaminan dengannya. dan memiliki banyak anak dan Didi sibuk mengurus anak - anaknya. Didi selalu memeluk dan mencium istrinya dan sangat memanjakannya. Keluarga bahagia mereka, selalu mengadakan piknik bersama. Anaknya bermain dan Didi sibuk berpelukan dengan istrinya dan selalu menciumi pipi istrinya.
Sedangkan di dalam dunia sadar Didi terhipnotis, memajukan bibirnya dan mengecup pipi Alisa.
Doni melihatnya dan beberapa temannya, Doni tersentak dan kaget dan akhirnya terbatuk dan tak mau berhenti. Sangat kaget melihat film dewasa di putar, tepat di depan matanya, Mana banyak sekali sambal rica dia taruh di kuah baksonya.
"Hukk..hukk..hukk.."
Anggota gengnya sibuk menepuk punggungnya.
Mila hanya bisa memijat kepalanya, yang terasa bukan lagi sakit Migran lagi tapi sudah sakit kepala seluruhnya.
Ayuni pun tersentak mendapat ciuman tiba - tiba di pipinya.
Didi mau menciumnya lagi. Alisa menyimpan telunjuknya di bibir Didi yang sudah nyosor ke depan, dan membuatnya tersadar dalam lamunan tingkat dewanya.
Didi terkesiap dan memperbaiki duduknya.
"Maaf Alisa aku menghayal mencium pipimu"
__ADS_1
Alisa tersenyum geli.
"Kamu tidak menghayal, kamu betul - betul menciumku tadi. Malah mau siaran ulang. Lihat karna ulahmu si Doni sudah sakaratul maut gara - gara ulahmu."
Kata Alisa sedikit kesal tapi merasa lucu lagi. Melihat Muka Doni yang terus terbatuk. Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.
Sedangkan Didi terkesiap dan tersipu malu.
"Pantas rasanya seperti bukan mimpi. Ternyata aku benar - benar menciumnya."
Didi pun tersenyum kegirangan.
Pak Aswat Guru Killer. Adalah istilah dari anak Siswa dan Siswi yang sangat terkenal kekejamannya seantero sekolah.
"Selamaaat..pa...."???????"
Pak Aswat melongo seperti sapi ompong. Karna kelas juga melompong alias kosong. Diapun menggaruk kepalanya, awalnya ringan dan akhirnya menggaruknya sangat kencang, dia merasa saat ini, banyak kutu di kepalanya.
Diapun Segera melangkah lebar. Saat ini hanya satpam sekolah tujuannya. Setelah bertemu dan tidak ada titik temu. Langkah terakhir menemui Wakil kepala sekolah. Dan akhirnya bocor pada guru yang belum mengajar dan beberapa staf kantor. Tetapi Jam pelajaran tetap berjalan.
Tampa siswa dan siswi tahu apa yang terjadi di ruang kantor yang pada sibuk berguncing. Satu anak hilang tidak masalah, tapi ini satu RT kelas raib semua. Menghilang tampa jejak. Otak detektif bekerja mulai mencari saksi, dan terkumpullah bukti bahwa satu kelas membolos lewat pintu gerbang sekolah, di belakang sekolah.
__ADS_1
"Guru Killer geram begitu juga guru BP. kepanjangannya adalah Guru badan penasehat untuk siswa dan siswi yang bermasalah.
"Tunggu.... saja kalian besok. Kalian akan dapat hukuman yang tak akan kalian lupakan walau sampai punya anak dan cucu kalian."
"Pak Aswat, saya tadi melihat Didi masuk sekolah. Setelah dia datang kenapa teman sekelas mereka pada raib dan lenyap tak bersisa. Apakah dia mulai mempengaruhi temannya? dan memaksa temannya, mengikuti tingkahnya"
Waahh...ini tidak bisa di biarkan Pak Aswat, Bisa merusak nama baik SMA favorit kita, satu kabupaten ini. Apalagi terendus sampai telinga pak Bupati. Mampus Kita."
Pak Sufi bergidik ngeri.
Pak Aswat hanya bisa mengepalkan tinjunya dan giginya di adunya yang menimbulkan bunyi gretak.
"Anak - anak bandeeel....Awas kalian besok. Kalian akan bapak hukum seberat - beratnya."
Dengan mata melotot. Beberapa staf kantor bergidik ngeri dan Pak Sufi pun menyesal tidak sengaja menghasut. Karna rasa khawatirnya yang berlebihan.
"Aduuuh...bagaimana ini....Seharusnya aku melindungi anak - anak... bukan mendorongnya masuk ke kandang Singa."
Diapun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dan makin gatal dan semakin manggaruk kencang. Sepertinya kutu pak Aswat sudah pada melompat ke rambutnya juga.
Sedangkan Didi dan kawan - kawan sangat menikmati jalan - jalan. Makan dan cuci mata di keramaian. Tidak tahu bagaimana kelanjutan nasib mereka esok di sekolah, yang akan menunggu mereka nantinya.
__ADS_1