
Alisa terus berjalan menyusuri jalan di depannya. Dia sudah sampai diujung lorong dan membalikkan badannya lagi. Terpaksa harus melewati pemuda yang berkumpul itu.
Alisa terus berjalan, dan setiba di hadapan pemuda itu, Alisa tidak mau menoleh, terus dia berjalan. diapun berbelok lagi ke jalan kecil sebelah kiri, Alisa penasaran ingin melihat semuanya. jalan itu ada simpang empat. sebelah kanan sudah dia lihat dan sebelah kiri lagi yang Alisa mau lihat. Karna semua lorong itu tembus jalan besar.
Alisa terus berjalan menyusuri. Alisa tersentak seorang pria keluar dari sebuah rumah sederhana dan diapun kelihatan kaget melihat Alisa, ketika mau berjalan keluar dan berpapasan jalan dengan Alisa.
Mereka bertatapan dalam diam. Jantung Alisa terasa mau copot. jantungnya seperti ingin meledak. Aku bertemu dengannya lagi, Kenapa pria pujaan hatinya, di sekolah ada disini?. Mereka jadi salah tingkah. Alisa cepat memutar badannya dan berbalik arah. pikirannya mau pulang sekarang daripada dia harus mati berdiri, Karna debaran cinta yang menyesakkan dadanya.
Alisa terus melangkah, hati Alisa sangat penasaran dan ingin melihat Pria yang sudah mengusik hatinya itu. Setelah dia sudah mau belok ke arah rumahnya. Alisa berhenti dan menoleh. Alisa sangat shock Karna cinta. Pria tampan itu masih berdiri mematung melihatnya. Alisa sangat malu diapun cepat berbalik dan mempercepat langkahnya.
Alisa terus berjalan menyusuri jalan kecil itu dan sampai diujung dan dia berbelok ke arah rumahnya. Terus berjalan sampai rumahnya, dan masuk terus berjalan sampai kamarnya. Segera mengunci pintu dan menghempaskan tubuhnya di ranjang.
Pikirannya menerawang. Kenapa dia ada disitu. Dia tersenyum dan tersipu.
"Ternyata dia sangat tampan dilihat dari dekat. Sungguh indah debaran hatiku saat ini. Aduuuh sungguh indahnya jatuh cinta....
Aku bisa melihatnya lagi dan pura - pura ke belakang lagi, untuk modus cari dia.
__ADS_1
Aaaaaaaahh.....aku geniit sekali."
Alisa menendang - nendang kakinya saking girangnya dan menertawakan dirinya sangat konyol. Alisa menutup wajahnya dan malu dan tersipu.
"Aaaaa Aku benar - benar menyukainya dan mencintainya"
Alisa seperti cacing kepanasan meliuk kesana kemari, dia sudah seperti orang tidak waras, jika ada yang melihatnya.
Tak terasa waktu terus bergulir, Siang sudah kembali ke peraduannya berganti dengan Sang Malam yang sangat setia dengan tugasnya menjaga Malam. Begitupun dengan siang.
Matahari dan Bulan Sangat setia pada cintanya yakni Bumi.
Disekolah seperti biasanya Alisa selalu berdua dengan Mila. Mereka sahabat yang sangat setia.
Dikelas Kedua bidadari itu sedang di kerumuni oleh para kumbang sekelasnya.. Yang mencoba mengambil hati kedua gadis cantik itu. Walau hanya berbincang yang tidak terlalu penting. Apalagi kedua gadis itu menjawab dengan ramah, hati mereka sudah sangat bahagia.
"Alisa, Mila, sekali - kali kita buat acara kelas. pulang sekolah makan - makan dimana kek," Kata Boby
__ADS_1
"Iya betul. bisa juga kita panggil kok teman cewek sekelas kita juga bareng, supaya kita solid dan saling kompak dan akrab, seperti keluarga." Kata Rey.
"Aku banyak jadwal, pulang sekolah. Banyak jadwal untuk modelling. Kapan - kapan yah." Kata Mila dengan tersenyum.
"Iya, saya juga takut keluar walau ada Mila. Ayahku sangat galak, dia tidak akan mengizinkanku. Saya pergi Les saja diantar dan dijemput lagi. Keluargaku sangat membatasi ku dalam berteman Apalagi ada cowok. Sepupu - sepupuku rata - rata di jodohkan." Kata Alisa dengan Lesu.
Ke enam pria teman sekelasnya langsung terasa tercekat dan menelan saliva mereka dengan sangat berat. Hati mereka hancur berkeping, Wanita pujaannya, tak bisa dimiliki.
"Tapi jika ada yang menyukaiku, lebih baik melamar ke orang tuaku. Jika mereka menerima yah aku berarti berjodoh dengan salah satu dengan mereka yang bisa mencairkan hati orang tuaku."
Mereka khidmat mendengar ceramah Alisa dengan hati yang sudah terkoyak dan tercabik.
"Alisa, Apa tidak bisa pacaran, ketemunya di sekolah saja." Kata Doni. dengan was - was dan penuh harap. Karna dia akan masuk mendaftar menjadi salah satu calon pacar Alisa.
"Ayahku, berteman baik dengan kepala sekolah. Ayahku sudah mengancam ku. Jika berani pacaran saya dipindahkan sekolah."
Mereka pun tercekat kembali. Bernafas pun sangat sulit. Saat ini Alisa sudah berhasil Mematahkan Hati teman - teman pria sekelasnya.
__ADS_1
Bersambung