Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 15. Ariel Pria Romantis


__ADS_3

"Ayo kita makan, aku akan memasak untukmu. Kamu adalah pacarku sekarang, aku akan melayani kamu dengan baik, dan mencintai kamu apa adanya. Walau kamu sangat menyebalkan dan tidak punya saringan jika berbicara."


Kata Ariel tersenyum.


"Aaaah....


Ariel Pria Romantis, aku sangat suka sekali." Memeluk Ariel.


Ariel pun mendekap tubuh Alisa dan mencium kening Alisa.


Alisa melepaskan pelukannya, dan menarik tengkuk Ariel dan melabuhkan sebuah ciuman di bibir merah Ariel, di sambut dengan tangkapan bibir Ariel langsung menghisap bibir indah Alisa dengan lembut.


Alisa sangat senang, ciumannya hari ini, mendapat balasan dari Ariel. Bertahun - tahun pria dingin itu, sangat cuek dan jual mahal dengannya.


Ariel sudah sibuk memasak di depan kompornya, membuatkan Alisa nasi goreng, walau masakan sederhana. Alisa sangat senang dan terus menatap Ariel yang sibuk memasak untuknya.


Pria tampan itu, membuatkan nasi goreng dan menggoreng kan telur mata sapi untuknya.


Sekali kali Alisa ingin membantu. Tapi Ariel berteriak marah dan mengomel, dia sangat hobi mengomel.


"Tetaplah di situ.....,


"Jangan mendekat.....,


"Biarkan aku, sendiri yang melayani kamu, Apa susahnya duduk manis disitu.....,"


"Biar aku suap nanti makan, jangan membantah, jadilah pacar yang manis dan penurut untukku....,"


Mulut bawelnya, tidak berhenti mengomel, dan akupun selalu keras kepala, mendekati nya dan Bibirnya yang sangat merah itu. pun selalu berteriak dan sangat bawel.


Tapi sungguh, Ariel sangat tampan dan cool, aku jadi gemes dengan pria yang sangat tampan ini. Akupun memandangnya dan selalu tersenyum geli.


"Akhirnya Si Monster es ini. sudah bisa aku jinakkan. Senangnya..."


Kataku dengan nada pelan.


Walau Ariel belum bisa membuat dadaku berdebar indah, tapi aku akan berusaha mencintainya.


Diapun selesai memasak, dan membawakan aku, satu piring nasi goreng dan satu piringnya, telur mata sapi. Dengan tersenyum manis, menambah aura gantengnya. Akupun memujinya.


"Waaah.....!!


Pacarku sangat romantis, Tampan, baik hati dan sangat perhatian. Cepatlah kemari....,

__ADS_1


Aku ingin memberikanmu hadiah."


Kata Alisa Manja.


Ariel mendekat dengan tersenyum manis. Diapun duduk di sampingku. Dan sibuk meniup nasi gorengnya, untuk mendinginkannya. Sambil mengaduknya dengan sendok makan kecil untuk menyuapiku.


"Ariel sangat menggemaskan."


Pujiku dalam hati.


"My Honey...., dekatkan wajahmu."


Rengekku manja.


Ariel menatapku mesra dan mendekatkan wajah tampannya.


Akupun memegang kedua pipinya, dan mencium seluruh wajahnya, mengecupnya mesra. dan mengecup bibirnya mesra dan dia pun membalas setiap kecupanku, di bibirnya.


"Aaaaaaaahh...., Pacarku sangat romantis."


Ariel tersenyum manis.


"Apa kamu baru sadar, bahwa aku ini sangat tampan dan baik, seharusnya kamu sangat bersyukur, aku mau jadi pacarmu, tidak perlu mengantri seperti wanita lain."


Kesedihanku sedikit terlupakan. Hari ini, aku banyak sekali mendapat ciuman dari Ariel, Dia sama sekali tidak bosan menciumku. Tapi aku sangat suka sekali bisa menaklukkannya.


Sudah beranjak sore, aku harus pulang. Misi untuk menikah dengannya secepatnya, kayaknya harus batal dulu. Ariel marah jika aku membahasnya.


Akupun menelpon, Abang Amat menjemputku, Karna sudah beranjak sore.


Akupun berbaring di pangkuan Ariel, menunggu Abang Amat. Tatapan Ariel sungguh tidak sama seperti dulu lagi. Matanya yang teduh, dan memikat, menatapku penuh cinta. Tangannya selalu membelai rambutku, penuh sayang, membelai setiap lekuk wajahku, Tampa tersisa. Terutama area bibirku, jemarinya sangat betah berputar di sana dan sesekali mencubitnya lembut dan menekannya.


Aku hanya bisa membalas tatapannya dengan senyum manisku. Dan mengelus punggung tangannya.


Sepertinya ada sesuatu yang bergerak di bawah tengkukku. Aku tersenyum geli. Dasar Ariel, Mulutnya berkata tidak, tapi Pusaka saktinya berkata lain. Akupun terkekeh dan menikmati saja, pergerakan liar di bawah tengkukku. Dan sengaja selalu memperbaiki posisi kepalaku, berulang. Seolah menantangnya, tapi orangnya hanya terdiam dan tersenyum, seolah tidak bersalah.


Aku coba iseng lagi menggodanya


"Ariel, Si Joni kayaknya sudah gelisah."


Mulai iseng menggodanya, dan sengaja menekannya dengan tengkuk leherku.


Diapun menyadarinya, dan segera mendorongku untuk duduk.

__ADS_1


"Dasar otak mesum"


Umpatnya, mulai bawel.


Aku sengaja menatap bawahannya, yang kelihatan menonjol dari dalam celananya dan menaikkan alisku, mengodanya. Dan diapun berdiri dan segera mendorongku keluar.


"Cepatlah pulang, aku jadi takut nanti kamu menodaiku,! menatapku dengan ngeri, akupun terpingkal. dan mulai mengejeknya.


"Ciihh!!, Malah aku yang seharusnya bilang begitu, masih saja jual mahal, ingat kamu milikku sekarang, jangan jual mahal denganku, pria ini sudah menciumku secara ganas masih jual mahal, kasian betul hidupmu Alisa."


Gerutu ku, kesal.


Ariel terkekeh mendengar omelanku. Diapun membalik badanku dan memeluk dan mencium keningku.


Terdengar klakson mobil Bang Amat. Ariel segera mendorongku keluar rumahnya.


"Cepatlah pulang dan mimpikan aku yang indah"


Katanya dengan manja.


Akupun mencibir, dan mengerucutkan bibirku.


Ariel gemas, dia pun menarikku, kembali kedalam. ke belakang pintu rumahnya dan mencium bibirku dengan sangat rakus dan menggigitnya. dan menekankan bibirnya dengan kuat di bibirku dan melepaskannya. Dan segera mendorongku keluar.


Aku tahu, berciuman seperti itu, tidak mungkin, sering kami lakukan kedepannya. Akan selalu mencari cara untuk mencuri situasi aman, baru melakukannya. Saat ini, tidak ada orang dirumah Karna orang tuanya keluar kota. Saat ini.


"Ariel benar - benar mengambil kesempatan ini. Menciumku sepuasnya."


Bisikku dalam hati.


Aku memang biasa tertidur di dalam kamarnya, tapi kami tetap membuka pintu kamar, Selebar - lebar nya.


Bersambung


Berikan Aku hadiah Bunga, gambar hati atau secangkir copy. Untuk menyemangati ku. hadiahku sangat sedikit.


Buatlah Author senang.


hik hik hik, Dukung Author yah, agar tidak ngambek lagi.


Jangan lupa like, Vote dengan commentnya yah, saya tunggu.


sudah ada 2 comment masuk, senangnya. Teruslah memberikan comment agar karya ini lebih baik dan Author tambah semangat lanjutin nulis Bab nya, Readers.

__ADS_1


Love Live You All.


__ADS_2