Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 28. Bang Sapri Supir Ariel


__ADS_3

Alisa dan Mila kembali ke kelas mereka.


Saat ini, hati Alisa dan Andre telah di tumbuhi bunga - bunga cinta yang sudah bermekaran di hati mereka.


***


Pelajaran sekolah telah usai. Alisa dan Mila dan teman satu sekolah sudah berbaur untuk meninggalkan sekolah mereka satu persatu.


***


Mobil Ariel tampak sedang parkir di depan sekolah Alisa.


Melihat mobil Ariel. Alisa panik. Dia takut Andre melihatnya. Alisa cepat berlari ke arah mobilnya.


"Mila......,


Itu Ariel!! Mila aku kesana dulu. Jangan sampai dia keluar mobilnya. Nanti Andre melihatku.


Segera berlari menuju mobil Ariel.


Mila terkekeh...


"Dasar......Alisa kelihatan sangat polos. Tapi memiliki dua pria tampan yang mencintainya. Dan dia tidak bisa lepas dari mereka. Dasar gadis serakah.....he he he he...."


Mila tertawa kegelian.


Alisa mendekati mobil Ariel, Dia berbalik melihat Mila. Dan tersentak ada Andre di belakang Mila. Alisa secepat kilat naik di mobil Ariel, agar Andre tidak melihatnya.


Ariel tersenyum, melihat kekasih hatinya.


Alisa tersenyum manis.


Sementara Mila segera membalik badan dan menutup pandangan Andre, agar tidak melihat Alisa.


Dan betul saja, Andre menanyakan Alisa.


Mila berbohong jika Alisa sudah di jemput supirnya.


Setelah melihat Alisa pergi, Mila segera minta ijin ke Andre, untuk segera pulang. Dan sewaktu Mila melangkah beberapa langkah. Tampak mobil Pak Amat Supir Alisa mau menjemput. Mila menoleh ke Andre. Tapi untunglah Andre sudah berlalu. Mila mendekati mobil Bang Amat dan menjelaskan kalau Alisa SDH di jemput supir Ariel.


Bang Amat kebingungan.


"Ada kejadian apa yah, tumben Ariel mau jemput Alisa.? Apa Ariel sudah menyukai nona cantikku.?"


Mau bertanya, tapi Mila sudah pergi. Diapun melajukan mobilnya.


Sementara di dalam mobil, Alisa langsung menyapa supir Ariel.

__ADS_1


Bang Sapri....., memanggil supir Ariel.


Bang Sapri tertawa. Melihat Alisa sudah melengket seperti prangko. Memeluk lengan majikannya, yang tadinya tersenyum langsung berubah, berwajah masam dan dingin.


Sapri...tertawa, melihat tuan mudanya tadi sudah melunak, Kini tuan mudanya berubah cemberut dan masam.


Diapun mulai melajukan mobilnya. Alisa berbalik melihat Andre yang sementara berbincang dengan Mila.


"Untunglah....dia tidak melihatku."


Sementara Ariel. Menatap gemas Alisa. Sewaktu Bang Sapri, sudah fokus menyetir mobilnya.


Diapun membisik Alisa, dengan mesra. Karna Alisa sudah melengket seperti prangko di tubuhnya.


"Alisa aku ingin sekali mencium mu."


Alisa terkekeh.


Dia mengangkat tubuhnya. dan menurunkan kaca spion di depan Bang Sapri.


"Bang Sapri tidak boleh mengintip, aku mau mencium kekasihku."


Ariel membelalakkan matanya, tapi wajahnya tersenyum.


Dan pura - pura marah, agar Bang Sapri tidak curiga.


Bang Sapri tertawa...seperti biasa. Sudah biasa melihat Alisa melecehkan tubuh tuan mudanya. Sudah pemandangan biasa baginya. Karna dia sudah mengabdi belasan tahun di keluarga Ariel.


Sedangkan Ariel pura - pura marah padahal tangannya sudah menarik tengkuk Alisa dan menciumnya dengan sedikit kasar. Bibirnya dia tanam kuat - kuat di bibir Alisa dan menggigitnya. Dia melahap kasar bibir Alisa yang sudah menjadi candu untuknya. Dia pun melepasnya. Dan tersenyum pura - pura mengomel.


"Awas jika, menyentuhku..., kini Alisa yang tertawa kegelian.


Mereka tertawa sambil menutup mulut mereka.


Alisa pun berkata seperti biasanya.


"Memang apa hakmu sayang....aku Khan pemilik tubuhmu...Memeluk tubuh Ariel dan menarik wajahnya dan mencium gemes seluruh wajah Ariel, dengan cepat bibirnya, berputar di seluruh wajah tampan Ariel.


Cup...cup...cup...cup.


Dan Ariel pura pura marah.


Hentikan...menciumku.... liurmu sangat bau....!!


Alisa tertawa geli dan Ariel tertawa sambil menutup mulutnya.


Alisa memeluk Ariel erat. Dan membisik Ariel.

__ADS_1


"Sayang...jangan sering menjemput ku. Nanti Ayahku dan keluarga kita curiga.


Ariel mengangguk. Dan menarik tengkuk leher Alisa menariknya kebelakang kursi Bang Sapri dan mencium nya, kembali dengan rakus. Dan langsung menyusupkan lidahnya mengorek habis lidah Alisa yang juga membalas tarian lidahnya, dan tiap sudut rongga mulut Alisa. Mengabsen di setiap sudutnya, dan melahap rakus bibir Alisa dan menggigitnya dan melepasnya. dengan gemas dan bibir Alisa dia tarik dan melepasnya, kemudian membenamkan lagi bibirnya kembali, dengan menekannya kuat. Tampa suara. yang bisa didengar Bang Sapri yang sibuk menyetir mobil.


Alisa menarik nafas dalam - dalam. Hatinya resah. Ariel sudah sangat mencintainya.


"Kasian Ariel sudah sangat mencintaiku...sedangkan aku sangat jahat memikirkan Andre. Tapi sungguh aku mencintainya. Tapi Ariel.....Aku sangat bingung. Bagaimana cara aku lepas dengan dia. Seandainya dia suka Mila aku pasti bisa terlepas tampa beban."


Saat ini Ariel memandangnya, Alisa secepatnya tersenyum.


Ariel mengusap bibir Alisa, yang sudah basah karna ciuman liarnya.


Tak terasa mobil Ariel sudah terparkir, di depan rumah Alisa.


"Bang Sapri...Tumben Bos mu...Mau menjemput ku."


Ariel menjawab ketus, agar hubungan cinta mereka bisa aman, untuk sementara.


"Siapa...yang mau menjemputmu? Aku cuma ingin melihat sekolah kamu...Bagaimana modelnya. Siapa tahu ada siswinya yang membuatku tertarik. Kamu datang tampa di undang Nona...!!


Memasang wajah kesal.


Bang Sapri terkekeh melihat pasangan kucing dan tikus ini. Yang selalu bertengkar, padahal mereka sungguh pasangan yang sangat serasi.


"What...???? My Honey. Apa kamu pikir aku akan membiarkan kamu selingkuh dariku. Jangan Mimpi My Darling. Takkan ku biarkan. Perkenalkan, Aku Alisa pemilik tubuhmu."


Ariel terkekeh dalam hati. Kata - kata Alisa itu sering dia ucapkan. Tapi kali ini hatinya sangat bangga dan sangat bahagia. Di cemburui kekasih hatinya.


Bang Sapri terkekeh dan menatap Ariel. Terpaksa Ariel berbohong.


"Dasar wanita tidak ada rasa malu. Cepatlah...Turun dari mobilku."


"Apa kamu tidak ingin menciumku...Sayang."


"Cepatlah turun!!"


Alisa pura - pura memeluk Ariel. Dan Ariel seperti biasa, di pandangan keluarga dan supir mereka. Menolak tubuh Alisa, dan Alisa terus memeluk paksa Ariel dan mencium pipinya gemas.


Alisa pun turun dari mobil. Bang Sapri berkata.


"Tuan Muda...Alisa sangat cantik..Bukalah sedikit hatimu untuk dia. Sebelum Alisa mencintai orang lain.


"Ayo jalan.. Bang Sapri.!!"


Memasang wajah dingin padahal saat ini hatinya sudah menjadi milik Alisa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2