
Kedua Abangku akhirnya pulang juga. Akupun melanjutkan membaca novelnya.
Keesokan Harinya, sepulang sekolah aku melihat ada panggung hiburan yang di bangun katanya, ada perlombaan menyanyi lagu daerah yang ditentukan lagunya dan satu lagu pop atau lagu dangdut, bebas pilih sendiri lagunya. antar Sekolah tingkat SD Dan SMP. dan membaca puisi..yang di laksanakan di lapangan yang cukup luas di dekat rumahku.
Pimpinan Daerah kami, memang suka Hiburan untuk masyarakatnya. Kadang juga mengundang Artis Ibu Kota.
Kedua Bocah Cantik tetanggaku sudah datang mengajak adikku, nanti sore melihat peserta latihan, sebelum bertanding nanti malam, dan mereka pulang.
3 Jam kemudian mereka sudah nongol di rumahku dan kedua adik cantikku sudah bergabung dengannya, dan keluar rumah menuju lapangan itu.
Aku cuma melihat mereka dan bersiap juga kesana.
Dengan memakai baju kaos ketat putih berlambang beruang di depannya, di pasangkan Celana jeans ketat selutut. Akupun melangkah ke lapangan itu.
Tak lama jalan kaki, sampailah aku disana. sudah banyak pengunjung yang duduk di rerumputan melihat peserta latihan. Sudah sore sekitar jam 4 sore, matahari cukup bersahabat dan tidak terlalu terik menyinari Bumi yang kami pijak ini.
Beberapa pasang mata memperhatikanku, apalagi dari kaum Adam, tapi aku begitu cuek dan sibuk memperhatikan peserta yang latihan, di pandu bapak dan ibu guru mereka.
Siswa dan Siswi yang menjadi peserta begitu ceria dan semangat latihan. Karna mereka membawa nama besar sekolah mereka, untuk memperebutkan hadiah berupa uang dan yang terpenting Piala yang akan di pajang di sebuah lemari besar, di dalam ruangan kantor sekolah sebagai kebanggaan sekolah.
Akupun duduk di rerumputan dan aku juga melihat adikku jauh dariku, tapi aku malas mendekati, lebih baik sendiri saja duduk disini . Mereka adalah bocah yang berisik apalagi sekarang mereka sudah 4 orang. Pasti sangat berisik.
Akupun meluruskan kakiku dan menopang badanku dengan menyimpan kedua telapak tanganku ke belakang, menyentuh tanah. Sebagai penopang tubuhku.
Tiba - tiba ada yang menyapa.
"Hai, bisa kenalan."
Akupun berbalik, mencari suara itu. Aku sangat kaget, badanku terasa gemetar. Pria pujaan ku sudah jongkok di belakangku, tersenyum manis.
Tapi bukan dia yang menyapaku, tapi temannya yang disebelah nya. Seorang pria yang cukup manis dan tampan. Tapi masih jauh lebih tampan pria pujaan hatiku, yakni Andre. apalagi saat ini dia tersenyum manis kepadaku. terasa tubuhku melayang ke udara.
Aku tidak menyangka, bisa bertemu lagi dengannya.
__ADS_1
"Hai...bisa kenalan..., menyapa kembali dan menyodorkan tangannya.
Akupun memutar badanku menghadap dia dan menyambutnya dan menjabat tangannya. dan tersenyum manis.
"Dika Ardana"
Memperkenalkan namanya.
"Alisa"
Akupun memperkenalkan namaku.
Aku menoleh kesamping, menatap wajah tampan yang sudah membuatku jatuh cinta dan cemburu buta.
Diapun menjulurkan tangannya. Aku sangat senang bisa menyentuhnya.
"Dasar otak mesum."
Aku tersenyum sangat manis, menyambut tangannya dan merapatkan genggaman tanganku, sekedar mengambil kesempatan untuk menyentuhnya, apalagi jika bisa menciumnya. Bibirnya sangat merah dan indah, tak kalah seksi dari bibir Ariel.
"Dasar tolol dan mesum"
Akupun memarahi diriku sendiri.
"Andre"
Sapa nya dengan suara sangat lembut ditelinga ku, bagai suara bidadari. Beginilah rasanya jatuh cinta sungguh memabukkan.
Diapun menggoyangkan tangannya, dan menyadarkan ku dari khayalan indah ku. Aku buru - buru melepaskan tanganku.
"Aku pura - pura Oon, seolah tidak mengenalnya padahal amat sangat mengenalnya. Bahkan empunya tubuh pun. Yakni Andre. belum tahu kalau aku sudah jatuh cinta dengannya
Maaf, kayaknya aku mengenalmu, apa satu sekolah denganku.
__ADS_1
Raut wajahnya kelihatan kecewa dan mengangguk.
Aku jadi kikuk dan rasanya mau menghilang. Andai aku punya ilmu Halimun aku pasti sudah memakainya, biar tubuhku langsung menghilang dari hadapannya.
Akupun pura - pura cuek dan jual mahal, untuk jaga gengsi. Saat ini pikiranku hanya satu kabur.
"Aku tidak mau mengenalnya. Aku sangat membencinya. kenapa harus lebih memilih Mila daripada aku. Aku khan juga lebih cantik dari pada Mila."
Aku mulai menyombongkan diri dalam hati. menutupi rasa kecewaku, dan sakit hatiku.
Akupun buru - buru berdiri dan minta pamit pulang.
"Maaf aku pamit pulang dulu. ada hal yang mendesak aku kerjakan.
Akupun berdiri. Kedua pria tampan itupun berdiri juga. Saat ini kami sudah berdiri, berhadapan dan saling menatap.
Tampak raut kecewa terlihat di wajah Andre dan temannya.
Tapi aku tidak peduli. Melihatnya membuatku sakit hati saja. Akupun melangkah dan berlari pulang.
Saat ini aku jauh lebih kecewa daripada dia.
"Andre kamu sangat jahat, kenapa harus memilih Mila daripada aku."
Akupun menitikkan air mata, hatiku sangat sedih.
"Baru merasakan cinta, sudah tragis begini kisah cintaku."
Akupun masuk ke rumahku, langsung masuk ke kamarku dan menguncinya, dan menangis sepuasnya.
"Hu.hu..hu...Mengapa hatiku sangat sakit begini, aku benar - benar sangat mencintainya, walau belum mengenalnya.
Bersambung
__ADS_1