Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 114. Kamu Telah Berubah Sayang.


__ADS_3

Tak Terasa waktu terus bergulir dan Paman Alisa menyiksa Andre selama satu bulan lagi di gudang penampungan hasil buminya. Karna Paman Alisa juga adalah pengusaha cengkeh, jadi memiliki gudang yang sangat besar. Andre sangat di buatnya menderita menjadi kuli, tapi Andre sekuat tenaga bersabar, demi Istri dan anaknya. Tapi saat ini dia sudah tak mampu bertahan, dia sudah menyerah dan putus asa.


"Ya Allah Maafkan Aku, sungguh aku tidak bisa selamanya seperti ini. Mungkin lebih baik aku pisah saja dengan Istriku...aku tidak sanggup lagi..."


Dengan linangan air mata, Andre sudah pasrah dan menyerah dengan nasib nya."


Hari berganti hari dan Minggu berganti dengan Minggu dan akhirnya Alisa pun datang, tapi tidak membawa anaknya, dia menangis kalau Ayah dan ibunya menahannya membawanya. Andre hanya diam saja.


Alisa bingung dan sedih melihat suaminya banyak berubah, sosok romantis, sabar dan penyayang telah hilang dari sosok Andre.


Alisa selalu mencoba bersikap manis dan manja, tapi Suaminya sudah dingin dan tidak banyak bicara.


Rumah tangga mereka semakin kacau, Andre menjadi pribadi sensitif, dan pemarah dan cepat sekali tersinggung dan jarang di rumah.


Dia kebanyakan di pelabuhan padahal pekerjaannya sudah selesai. Dia banyak menghabiskan waktunya di luar.


Bahkan Andre sudah jarang menyentuhnya, tapi jika Suaminya menyentuhnya, Suaminya begitu lembut dan sangat menikmatinya, seperti menebus kesalahannya, telah memperlakukan istrinya dengan tidak baik .


Sampai suatu hari Alisa marah, dan mereka bertengkar.


Karna Andre memutuskan berhenti kerja dengan pamannya, dan mendaftar di perusahaan lain.

__ADS_1


"Sayang....tolong...aku tidak tahan lagi dengan sikap kamu sayang...kamu telah berubah sayang...kamu suka sekali menyakiti hatiku sekarang...kamu sangat pemarah..dan cepat tersinggung...kalau kamu begitu terus ...aku sungguh tidak tahan lagi hidup dengan kamu..!!"


"Baguslah....Mana yang saya mau tanda tangani sekarang, aku akan membebaskan mu, dan kita masing - masing mencari kebahagiaan kita sendiri."


Jawab Andre santai, padahal hatinya begitu terluka.


"Kamu sudah berubah sayang."


Alisa sangat shock dan sangat sedih dengan kata - kata Suaminya, yang seolah - olah mau berpisah dengannya. Air matanya semakin deras mengalir di kedua pipinya.


Alisa tidak mau melanjutkan pertengkaran, dia hanya masuk ke dalam kamar, dan menangis.


Andre tidur di luar kamar, sedangkan Alisa di dalam kamar.


Setiap hari Andre semakin dingin, dan selalu memancing pertengkaran.


Rumah tangga mereka semakin dingin, dan saling menyakiti.


Untunglah pamannya tidak tinggal disana, jadi hanya mereka berdua yang tahu, kalau keluarga mereka tidak harmonis lagi.


Sore itu Andre datang dari pelabuhan dan langsung mandi.

__ADS_1


Alisa mengetuk pintu kamar mandi, dan suaminya yang sedang mandi membukanya.


Alisa masuk dan membuka seluruh pakaiannya.


"Sayang...sudah dua minggu kamu tidak menyentuhku sayang...Apa kamu tidak merindukanku sayang ?"


Alisa merapatkan tubuh nya yang polos, merapat memeluk suaminya, yang sudah polos juga seperti dirinya.


Andre pun memeluk istrinya dan melampiaskan hasratnya, merekapun saling melepaskan kerinduan yang ada, dan saling mengejar kenikmatan mereka masing - masing. Tapi setelah itu suaminya kembali dingin kepadanya.


Alisa sangat bingung dengan perubahan Suaminya, yang sangat dingin, seolah pernikahan mereka sudah tidak berarti lagi baginya.


Hari berganti hari, minggu pun berganti minggu, dan bulan pun berganti bulan.


Andre semakin dingin, hanya Alisa yang selalu memancingnya, jika meminta jatah biologis pada suaminya. Memang suaminya memberikannya, tapi kembali dingin dan cuek kepadanya.


Semakin hari Alisa semakin muak dengan rumah tangganya.


Di dalam Shalatnya, dia terus menangis dan meratap agar suaminya kembali sadar, dan kembali lagi seperti dulu, sangat sayang padanya. Tapi saat ini dia sudah pasrah dengan nasib rumah tangganya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2