Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
BAB 13. Menangis Dalam Pelukan Ariel


__ADS_3

Bang Amat mencoba bertanya pada nona nya.


"Nona, ada apa kok murung, tidak seperti biasanya."


Berbalik melihat Nona cantiknya.


Bang Amat, bawa aku jemput Ariel, Aku mau kerumahnya. Yah,


Bang Amat mengangguk.


Dia tidak ingin bertanya lagi, diapun mulai melajukan mobilnya ke arah sekolah Ariel.


Beberapa saat kemudian, Bang Amat sudah sampai didepan gerbang sekolah Ariel.


Tampak Ariel baru keluar sekolahnya


"Bang Amat, tolong kita yang panggil Ariel." Kata Alisa.


Bang Amat terbengong merasa heran, dan tidak ingin bertanya lagi. Dia keluar mobilnya dan mulai memanggil Ariel.


Melihat Alisa tidak nampak, karna kaca mobil tertutup. Ariel pun mulai menyebrang dan menghampiri.


""Ada apa, Bang Amat"


Setelah Ariel sudah ada di depan Bang Amat.


"Tidak tahu Ariel. Nonaku kelihatannya sedih seperti orang patah hati"


Dengan suara pelan, biar tidak terdengar oleh Alisa.


Ariel mengernyitkan keningnya.


"Tumben dia kalem sekali, Tampa suara. Biasanya sangat berisik."


Katanya dalam hati.


Ariel langsung membuka pintu mobil, yang ada Alisa di dalamnya.


Diapun masuk, Alisa terlihat murung bahkan tersenyum pun tidak. Dia hanya menoleh kesamping, entah apa yang dilihatnya.


"Anak ini, kenapa sih.? Ariel pun kebingungan.


Tapi dia memilih diam.


Bang Amat melajukan mobilnya kerumah Ariel.


Ariel hanya bisa penasaran dalam hati. Melihat Alisa begitu tenang. Ariel tidak bisa membohongi perasaannya. Jika Alisa sangat cantik dan anggun jika terlihat diam begitu.

__ADS_1


"Dia memang sangat cantik, tapi aku gengsi mengakuinya. Aku tidak mau menjatuhkan harga diriku di hadapannya.


Betapa aku ingin sekali membalas ciumannya, jika dia mencium bibirku. Tapi aku akan jatuh gengsi di hadapannya."


Hati Ariel terus berkicau.


Sebenarnya Ariel menyukai Alisa dan setiap sentuhannya. Tapi dia sangat gengsi mengakuinya. Apalagi tahu ada yang di sukai Alisa selain dirinya. Sungguh membuatnya cemburu.


Alisa merapatkan tubuhnya ke Ariel dan memeluknya. Dan membawa tangan Ariel untuk merangkulnya. Dan mengarahkan wajahnya melihat Ariel yang juga sudah menatapnya.


"Segeralah melamarku Ariel, aku tidak mau pergi sekolah. Besok kita langsung menikah. Aku cuma ingin menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak - anak kita.


Bang Amat melongo dengan bibir terbuka begitu juga dengan Ariel.


"Ada apa sih, dengan Alisa. Apa dia ditolak sama cowok yang ditaksirnya. Ariel terkekeh dalam hati dan hanya tersenyum tipis diluar. Takut Alisa marah.


Tak terasa sampailah dirumah Ariel.


Bang Amat seperti biasa meninggalkan Alisa. Membawa mobil ke kantor. Karna kedua adik Alisa sudah ada Taxi langganan mereka yang antar jemput.


Alisa merangkul lengan Ariel, mereka berdua masuk ke dalam rumah.


Rumah sangat sepi. Ariel baru ingat. Papa dan Mamanya keluar kota dengan adiknya. Besok baru pulang. Mau menjemput nenek dari ibunya. Karna nenek suka berpindah dari anak yang satu ke anak yang lainnya.


Alisa sangat senang, Ariel begitu jinak kepadanya.


Mereka masuk ke dalam rumah.


"Aku mau mandi dan ganti baju dulu."


Kata Ariel sangat lembut. Alisa sampai terbuai dan bahagia.


Diapun memeluk Ariel dengan erat,.


"Teruslah lembut seperti ini."


Kata Alisa manja.


Ariel pun kesal.


"Lepaskan Aku, jangan membuatku kesal."


Mulai mengomel.


Alisa melepaskan pelukannya dan cemberut.


"Kenapa saat ini, bentakanmu membuatku ingin menangis, saat ini hatiku sangat sedih."

__ADS_1


Alisa tertunduk sedih, Mengingat Mila telah menikung nya. Alisa pun menangis tersedu - sedu.


"huhuhuhu........, "


Alisa Menangis memeluk Ariel. Saat ini dia menangis dalam pelukan Ariel.


Ariel merasa bersalah dan memeluk Alisa dengan erat.


"Mengapa semua lelaki yang kusukai, tidak ada yang menyukaiku......"


Menangis tersedu - sedu.


Huhuhu......., huhuhu..........,"


Air matanya telah berderai di kedua pipinya yang halus.


"Apa benar wajahku sangat jelek.....,


Huhuhu......,


"Apa aku begitu sangat menyebalkan."


Alisa terus menangis dan telah berlinangan air mata.


Ariel panik, Dia terus memeluk Alisa dan mengusap punggungnya, mencoba menenangkan hatinya. Ariel merasa bersalah. Tampa sadar, Ariel mencium kening Alisa, menghapus air matanya yang begitu deras, mengalir di kedua pipinya.


Ariel telah hilang kontrol. Tampa sadar dia mencium setiap inci wajah Alisa menghujani wajah cantik itu dengan bibirnya, tak ada yang di lewatinya.


Alisa terus menangis, ciuman Ariel tidak berguna saat ini, dia sangat sedih. Mila telah merebut kekasihnya.


Dengan keberanian penuh. Ariel memberanikan diri mencium bibir Alisa. mengecupnya sekali dan akhirnya berkali - kali, dan membuatnya kecanduan. Bibir Alisa terasa sangat manis di bibirnya.


Ciuman Ariel terus memanas dan bergelora Ariel bahkan sudah mulai menghisap lembut bibir Alisa dan menggigitnya halus, kemudian dengan rakusnya menghisap dan memaksa lidahnya masuk mengabsen di setiap inci rongga mulut Alisa.


Dia pernah membaca novel panas, dia Tampa sadar telah mengikutinya.


Bibir Ariel, begitu ganas, menyerang Bibir Alisa dan Alisa pun menikmati, Karna dia juga sering membaca novel panas.


Alisa pun, membalas setiap tangkapan bibir Ariel, mereka saling menghisap dan menggigit dan membalas tarian lidah Ariel di dalam rongga mulutnya.


Alisa menarik bibirnya Karna hampir kehabisan nafas. Merekapun mengatur nafas dengan menempelkan kedua kening mereka.


Ariel menggendong Alisa ke kamarnya dan membaringkannya di kasurnya dan menindihnya.


Bersambung.


Dukung Author dengan Vote, Like dengan Comment.

__ADS_1


Love love You All.


__ADS_2