
Alisa sangat bahagia bisa bersama Suaminya setiap hari, mereka selalu bermesraan setiap hari.
Setiap Sore, Alisa selalu pergi bergabung dengan ibu - ibu, yang memiliki nasib seperti dirinya, yakni Istri seorang karyawan pabrik Tehel Marmer yang di miliki oleh beberapa orang etnis China.
Gaji karyawan yang bekerja di perusahaan ini, sangatlah kecil, bahkan uang jajan Alisa sebelum menikah dengan Suaminya jauh lebih banyak, Karna orang tua Alisa begitu royal pada anaknya.
Ada sekitar 7 orang ibu - ibu, yang bergabung duduk di balai - balai lebar, ukuran dua kali dua meter. Ada yang seumur juga dengan Alisa, dan juga pengantin baru, ada yang masih muda juga, yang memiliki anak 3 tahun sampai SD bahkan ada juga yang sudah SMP dan SMA.
"Alisa....kamu sangat putih dan cantik...saya pikir kamu itu seorang artis ibukota, pertama melihat suami mu pun, kami pikir artis. Hahaha....haha...kalian berdua sangat serasi.
Kata Mama Lia...Dia sudah agak berumur..sudah memiliki anak setingkat SMA.
Suaminya sudah hampir 9 tahun bekerja Di Pabrik.
"Iya...Alisa...kalian pasti sering melakukannya, yah.. tiga kali sehari yah...senam Hotnya yang maju mundur itu lho......wajarlah pengantin baru..lagi hot - hotnya.
Kata ibu Nando, yang anaknya sudah SMP, tapi yang paling kocak dan bar - bar.
Ibu - ibu lain pada tertawa bersamaan, kasian beberapa jomblo yang mendengarnya,.langsung mimisan. Dan terjadilah aksi saling dorong mendorong, sesama jomblo dan tertawa kecil.
Alisa sangat malu...tak menyangka, mendengar kata - kata yang sangat mesum di telinganya.
__ADS_1
Di pikirannya saat ini, yang melanglang buana..
"Untunglah aku hamil, kalau tidak pastinya Andre ..akan nagih terus, Karna Suaminya Andre adalah pejantan yang sangat tangguh, kokoh dan tahan lama...Hihihi..
kayak Motto iklan semen."
Alisa hanya bisa tersipu malu, dengan kedua pipinya yang sudah merah merona saking malunya.
"Jika di lihat postur tubuh Andre yang tinggi, pasti Burung Beonya...Big dan Long...Alisa pasti ketagihan..."
Hahahaha.....Ibu - ibu pun, tertawa keras dan Alisa hanya bisa tutup telinga, dan tertawa.
"Ampun Bu...nyerah Bu....jangan bahas itu Doong....aku sangat malu...."
Alisa rasanya mau kabur dan berlari masuk kamarnya, tapi nanti ibu - ibu...akan tambah mengoloknya.
Cukup lama mereka tertawa keras.
"Alisa...kalian ini pacaran atau di jodohkan sih...Tapi jika lihat caramu berpakaian, sepertinya kamu anak orang kaya raya dan tajir melintir yah..."
"Tidak juga kok Bu...Biasa saja..."
__ADS_1
"Iya ..aku tidak percaya...pasti kamu anak orang kaya."
"Oooh...iya...kata Suami mu kalian tetangga yah ..."
Kata Mama Dodi...."
"Waaaahhh ...berarti tetanggaku idolaku dooongg..."
Kata Mama Eka.
Saat ini...Alisa lah...yang ibu - ibu bahas sedari tadi, membicarakan tentang Alisa tidak membuat mereka bosan. Akhirnya satu persatu ibu - ibu minta permisi, dengan berbagai alasan.
"Mau masak, Mau kasih tidur anak. mau bersihkan rumah, dan mau bulan madu senam hot dengan Suami...Siapa lagi jika bukan ibu Nando, yang membuat tawa ibu - ibu di sana kembali pecah.
Alisa pun pamit ke kamarnya. Saat ini Suaminya masuk Pagi selama satu minggu, dan minggu depan lagi, satu minggu masuk malam lagi. Begitulah nasib dan aktivitas seorang karyawan perusahaan.
Alisa berbaring di kasur yang kecil, yang hanya cukup untuk dua orang, itupun harus berdempetan.
Dia selalu tersenyum geli, jika mengingat canda ibu - ibu, yang begitu baik, kocak, terbuka dan apa adanya.
Aku sangat senang dan bahagia.
__ADS_1
Bersambung.