Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 99. Aku Sangat Membenci Menantuku Itu.


__ADS_3

Mereka berdua mandi bersama, Andre selalu mengelus perut istrinya, penuh kasih sayang.


"Sayang...aku sangat bahagia, buah cinta kita akan segera hadir di tengah - tengah kita sayang..."


"Iya ..sayang...kamu akan segera di panggil Papa dan saya pun akan di panggil Mama."


"Sayang...sekarang kamu jangan melakukan hal yang berat - berat sayang, aku akan sangat memanjakan mu mulai saat ini."


Mereka pun terus berbincang, mereka pun melanjutkan mandi bersama, Andre sangat memanjakan istrinya bahkan memandikannya dengan hati - hati, sesekali mengelus perut istrinya.


Selesai mandi pun, setelah berpakaian, Andre selalu menempel seperti prangko, membaringkan istrinya dan dia tidur di samping istrinya, mensejajarkan kepalanya di perut istrinya. Menyingkap baju istrinya ke atas memandang perut yang masih rata, mengelusnya dan menciumnya terus berulang, membuat Alisa tersenyum geli, dia hanya terus tertawa geli mendengar percakapan suaminya dengan anaknya dengan dua versi Ayah dan anak, jika Andre yang bicara suara sumbang jika anak yang menjawab suara lembut dan manja.


Andre.


"Sayang...baik - baik di sana yah, jangan nendang perut mama yah, kasian mama lho."


Anak. versi Andre.


"Iya papa, saya baik saja dan tidak nendang perut mama kok."


Andre


"Waahhh....anak papa pintar.."


Mencium perut istrinya lagi, dan berbincang kembali sambil mengusap perut istrinya.

__ADS_1


Andre


"Sayang....selalu bahagia yah, jika ada masalah curhat sama Papa yah...Karna Papa ini adalah Superman bisa menyelesaikan semua masalah satu kota, apalagi cuma masalah anakku sayang, itu sangat mudah dan sangat kecil bagi Papa....jadi jangan sungkan yah..."


Alisa mulai terkekeh geli.


Anak versi Andre.


"Waaahhh....Papa hebat yah...Superman itu sangat hebat dan jago...jangan khawatir Papa saya akan selalu curhat semua masalah ku sama Papa...aku janji Papa akan selalu bahagia..."


Andre


Mencium gemes perut istrinya berulang kali, membuat Alisa tertawa kegelian.


"Aaaahhh....anak Papa memang baik sekali ...Papa sangat bangga sekali sama kamu sayang....."


"Hahaha...haha....sudah aaahhh...sayang,


kamu itu seperti orang tidak waras saja sayang...."


Andre pun mensejajarkan kepalanya dengan istrinya dan merengkuhnya, dan mencium wajah cantik istrinya berulang kali.


"Sayang...mulai sekarang aku akan sangat hati - hati jika mau jenguk anak kita, aku tak akan menindihnya."


Alisa tersipu dan mencubit suaminya.

__ADS_1


"Dasar mesum....ada - ada saja modus kamu sayang...."


Andre membawa tangan istrinya menyentuh barang pamungkasnya yang sudah tegak sempurna, memasukkan tangan istrinya menyentuhnya secara langsung.


"Sayang....kamu harus selalu menyentuhnya...agar aku bisa tidak sering - sering menjenguknya, kamu harus pintar memainkannya mulai saat ini."


Alisa terkekeh geli, dan melakukan apa yang di minta suaminya. Terus mengelusnya dan membelai Abang pamungkas dengan lembut, sampai mereka tertidur.


***


Sementara itu dirumah Alisa, Mama Dan Papanya sedang berbincang.


"Mama...kenapa tidak bilang sama Papa kalau Alisa mau ke tempat Suaminya, Apakah Mama sudah membelikan perbekalan makan dan uang untuk anak kita,?"


"Sudah Papa....Anak itu kelihatan baik tapi sangat keras kepala, Papa tahu anak itu sampai nolak pemberian Mama, anak kita itu sok kuat, apa dia pikir di dunia ini bisa hidup tampa uang, ? Apa dia mau mati kelaparan di sana ? Sungguh anak yang betul - betul konyol dan bodoh."


"Iya mama....kita lihat saja nanti, sampai kapan dia akan mempertahankan Suaminya yang setingkat pelayan itu, anakmu itu pikir ganteng itu bisa di makan. Aku harap anak kita menyerah dan kembali kepada kita, dan kita bisa mencarikan yang setara di atas kita atau di atas kita. Dia lebih baik menikah dengan Ariel daripada Andre brengsek itu, setidaknya walau masih di bawahku tapi mereka mapan dan terhormat.


"Iya Pak...saya dengar Ariel kuliah di Jepang...Semoga mereka berjodoh yah Pak..."


"Iya mama....semoga saja, aku sungguh malu punya menantu seperti Andre, semoga mereka cepat pisah..."


"Iya Papa....aku akan selalu mendukungmu...


Aku sangat membenci menantu ku itu."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2