Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 128. Apakah Malam Ini, Aku Harus Melayani Suamiku ?


__ADS_3

Alisa sudah tiba di rumah Suaminya, anaknya Afkar di bawa orang tua Alisa ke rumah orang tuanya.


Kakek menyuruh Didi membawa istrinya, beristirahat di kamar pengantin mereka, yang sudah di persiapkan..Yakni kamar pribadi Didi Prayana yang sudah di hiasi dengan sangat cantik dan dipenuhi bunga - bunga.


Pengantin baru itu pun berjalan berdampingan, Didi merangkul pinggang istrinya menaiki tangga rumahnya, karna kamar Didi ada di lantai dua.


Mereka pun akhirnya sudah ada di dalam kamar, Alisa hanya diam melihat kamar yang sangat indah yang sudah di hias. Dan Didi mengerti kalau bayang - bayang Andre, masih sulit untuk istrinya lepaskan. Dan dia akan sabar menunggu istrinya mencintainya.


" Pergilah mandi sayang...kran sebelah kiri itu adalah air hangat, Kamu harus membersihkan make up kamu sayang..."


Alisa mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi, diapun meluapkan air matanya di sana sambil menyalakan krang air agar suaranya tidak terdengar oleh Didi. Setelah puas menangis diapun mandi. Sekitar satu jam dia di kamar mandi.


Alisa keluar dengan menggunakan baju mandi, dan rambutnya yang panjang dia biarkan tergerai basah. Dia pun mengeringkannya dengan handuk.


Didi sangat terpesona melihat kecantikan istrinya.


"Sungguh bodoh kamu Andre, melepaskan wanita yang sangat cantik dan baik hati ini, dan takkan aku biarkan kamu mengambilnya lagi dariku."

__ADS_1


Didi Prayana membantu Alisa mengeringkan rambutnya, membawa Alisa duduk di pangkuannya. Dia sangat tergoda dengan keharuman tubuh Alisa dan posisi Alisa yang sudah duduk di atas barang pamungkasnya, Didi Prayana berapa kali dia menahan ludah, dan menahan Abang Joni agar tidak bangun dari tidurnya.


Setelah tak kuasa lagi menahan Abang Joni nya tidak terbangun, diapun segera berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.


"Sayang...aku mandi dulu yah..."


Alisa pun bangun dari pangkuan Didi Prayana.


Didi Prayana pun bangun dari duduknya, dan segera masuk ke dalam kamar mandi dan melepaskan seluruh pakaiannya. Dia hanya bisa mengelus Abang Joni nya yang sudah terbangun.


"Kamu harus bersabar dulu yah..."


Di luar kamar mandi, Alisa menjadi canggung dan serba salah.


"Apakah malam ini, aku harus melayani Suamiku..?


Apakah jika aku melayani dia secepatnya, bisa membuatku bisa melupakan Andre..?

__ADS_1


Apakah sentuhan Didi pada tubuhku, bisa menghilangkan kerinduanku pada sentuhan Andre di tubuhku..?


Apakah Didi tidak jijik dengan tubuhku yang telah duluan Andre menikmatinya ?


Aku sangat bingung...aku akan pasrah apapun yang akan dilakukan Didi kepadaku, dia Suamiku saat ini, dan dia berhak secara penuh pada tubuhku."


Kata Hati Alisa terus berkecamuk di dalam hatinya. Dia hanya bisa bangun dan mencari gaun malam untuknya. Dia pun membuka lemari. dan hanya ada beberapa gaun tipis yang sangat seksi jauh di atas lutut, yang sangat tipis dan tembus pandang yang ada di dalam lemari itu.


"Keluarga Didi sengaja menyiapkan ini, agar malam ini aku menyerahkan tubuhku untuk Didi..Tapi memang harus aku lakukan secepatnya agar aku bisa melupakan Andre, saat ini mengingatnya saja aku sudah sangat membencinya..."


Alisa pun membuka baju mandinya, dan dia tidak memakai baju dalaman dan langsung memakai gaun tipis yang semua warna nya putih.


"Mereka sungguh mengerjai ku..Mengapa semua baju ini harus warna putih...? lebih baik aku telanjang saja sekalian untuk apa baju ini di simpan disini.


Alisa tidak menyadari sewaktu membuka baju mandinya, Didi Prayana sudah berdiri di belakangnya. Dia sangat shock melihat tubuh Alisa dari belakang tampa sehelai benang pun menutupinya. Tubuh itu begitu putih bersih dan sangat mulus dan berkilau. Sungguh pemandangan yang sangat indah di matanya, rasanya ingin sekali langsung menerkam istrinya, dan menikmati tubuhnya sepuasnya.


"Mengapa tubuhmu sangat seksi dan indah sayang..."

__ADS_1


Lirihnya dalam hati.


Bersambung.


__ADS_2