
Ilustrasi Rumah dan Pagar Rumah Didi Prayana.
Ilustrasi Foto Visual Didi Prayana
Akhirnya yang di tunggu datang juga. Jam pelajaran telah usai. Dona dan Mayang. Di tugaskan memanggil Ibu Nuraida dan Geng Boby di tugaskan memanggil Pak Sufi.
Misi berhasil, membawa kedua guru itu ke rumah Didi. Alisa menelpon Pak Amat antar Alisa dan teman - Temannya ke Rumah Didi. Dan Teman yang lain memakai kendaraan sendiri. Pak sufi dan Bu Nuraida jg punya motor sendiri.
Rumah Didi sudah hampir semua, teman Alisa tahu. Karna rumahnya di tengah kota yang ada gerbangnya paling tinggi dan mewah mencolok dengan warna Coklat Keemasan. Sangat Mewah dan besar sekitar 30 Hektar pekarangan di belakang rumahnya. Keluarga Didi memang termasuk Tuan Takur Kota ini
Sudah Tampan, Tajir dan Keluarganya sangat dermawan. Lengkap sudahlah Kriteria untuk calon Suami dan Mertua..
Mobil, motor bahkan sepeda sebagai alat kendaraan teman - teman Sekelas Alisa sudah sampai di rumah Didi. Mereka saat ini sangat bahagia. Seolah - olah mau pergi Piknik ke Taman yang indah.
Mereka berdecak kagum melihat rumah mewah Didi Prayana.
"Waaaahhhh.....Megaaaahnyaaa....Rumaaah Didi Prayana.......Beruntung sekali Alisa."
"Aaaaah.....jadi.....Iriiii....Jawab Teman Siswi yang lain sedikit Lebay.
Mereka sampai melongo seperti sapi ompong sangat terkesima, padahal mereka juga setiap hari melihatnya. Karna Di Tengah kota. Cuma Karna sudah berdiri tepat di depannya mereka baru menyadari kalau rumah itu memang sangat megah.
Didi yang tampan dan tajir melintir itupun menghampiri.
"Apa kalian saya buatkan saja Tenda camping di depan pagar rumahku Hahh...Mata kalian itu membuatku sangat takut membawa kalian masuk ke dalam rumahku...Kalian seperti ingin mengambil rumahku..."
Kata Didi bergidik ngeri.
"Waaah....kalau.....begini...sih!! Bukan saja Rumahnya kami mau curi, sekalian dengan Didi tampan. Kami masukkan dalam karung."
Dona, Mayang dan Nona langsung memeluk Didi dan Didi kelimpungan dan segera melepaskan diri dan masuk ke dalam rumahnya. Setengah berlari.
Ketiga teman Didi ini pun semakin iseng, mengejar Didi sampai ke dalam rumahnya. Di ikuti temannya yang lain yang terpingkal melihat Didi yang di kejar geng Nona.
Didi bersembunyi di belakang kakeknya yang tersenyum sangat lebar. Melihat barisan Putih dan Abu - abu masuk ke dalam pekarangannya. Serasa dia kembali muda kembali. Dan sangat senang melihat teman - teman cucunya yang tampang mereka semua menggemaskan.
Nona, Dona, dan Mayang sudah sampai di depan Kakek Didi.
Mereka bertiga pun merayu Sang Kakek.
__ADS_1
Nona. "Kakek yang tampan. Nikahkan aku..
dengan cucumu yang tampan itu..aku akan tiap hari mencuci kakimu kakek..."
Dengan melipat tangan.
Didi bergidik ngeri.
Dona. " Jangan kakek...Denganku saja...Aku akan selalu memasak yang enak - enak untuk Kakek dan selalu memijitmu Kakek...."
Mayang "Enak saja kalian...Denganku...saja Kakek...Aku akan menemanimu selalu kakek kemanapun kakek pergi sampai kakek Muak pun tetap aku dampingi kakek...."
Sang Kakek terpingkal. Kakek Merasa banyak Cucu saat ini.
"Waaaahhhh.....Tawaran...yang ...sangat..
menggiurkan ...Bagaimana...kalau...kalian bertiga jadi istri cucuku...Pasti aku akan banyak memiliki cicit....Hahaha...haha...Senangnya...Rumahku
..akan Ramai...Hahaha....."
Semua yang mendengarnya terpingkal.
"Hahaha....haha..."
Semua tertawa senang...Hanya Geng Nona yang ketiga nya menatap kakek dengan wajah cemberut.
Semua tambah terpingkal.
Kakek bertambah geli, mendengar jawaban Nona..Kakek pun terus tertawa sambil memegang perutnya. Seumur hidupnya barusan dia tertawa sebahagia itu. Sampai mengeluarkan air mata.
Didi sangat senang melihat kakeknya begitu bahagia, selama ini dia selalu membuat kakeknya marah, dan kesal padanya.
"Kakek...Maafkan Didi membuat kakek jadi sangat menderita selama ini..."
Didi memeluk kakeknya dari belakang penuh sayang.
Ayah Didi dan Mama Tiri Didi, yang berhati baik itu. meneteskan air mata. Akhirnya kebahagiaan di keluarga mereka telah hidup kembali. Mereka menatap mereka dari balkon lantai atas rumah Didi.
Merekapun segera turun untuk menyambut teman Didi.
Meja Makan yang sangat besar penuh makanan.
Dan Meja lainnya di ruang tamu pun penuh kue, Snack, dan minuman.
__ADS_1
Teman - Teman Didi. Dengan lahapnya memakan apa yang ada, semua di cobanya..Mereka sangat senang.
Pak guru dan Bu guru hanya bisa menunduk malu melihat tingkah Siswa dan Siswinya. Sangat rakus. Seperti tidak pernah di kasih makan oleh orang tuanya.
Mereka saling berebut bahkan sudah penuh di mulut. Masih saling berebut. Pak Sufi dan Ibu Nuraida cuma bisa menutup muka mereka dengan tas. Sangat malu melihat siswa dan siswinya yang berebut makanan. Membuat mereka sangat malu.
Lain halnya dengan keluarga Didi..Keluarga Didi sangat bahagia. Tawa kakek selalu terdengar, dia sangat bahagia melihat anak - anak itu menyukai makanan yang di suguhkan.
Sedangkan Didi tampak menyuapi Alisa. Kedua remaja ini sangat serasi dan kelihatan sangat romantis.
Kakek sangat kagum dengan kecantikan Alisa. Begitupun Ayah dan Ibu Didi.
"Pantas cucuku menyukainya...Anak gadis ini..memang sangat cantik.. Dan kelihatannya anak ini memiliki hati yang sangat baik, secantik wajahnya."
Tak jauh beda dengan Ayah dan Ibu Didi. Juga mengagumi kecantikan Alisa.
Senyum dan Tawa mewarnai acara makan - makan di rumah Didi. Dan betul saja Pak Sufi dan Bu Nuraida kelihatan akrab.
Sekali - kali Siswa dan Siswinya menggoda mereka.
"Ciye... ciyeeee.....Bapak dan ibu Guru...sangat Cocooook....Deeh..."
Pak sufi dan Bu Nuraida hanya bisa tersipu malu dan tambah di ejek muridnya.
"Ibu ngambek nih...mau pulang nihh...kalau di ejek teruus..."
Kata Ibu Nuraida cemberut.
Pak sufi merangkul Ibu Nuraida maksud hati menenangkan. Malah membuat tambah riuh anak muridnya.
"Cieee......ciyeeee ...... Ciyeeee.....Jadi.... Bapeeeer....deeh...."
"Semoga berjodoh...."
"Amiiiiiiiiin......"
Jawab mereka serempak sambil terpingkal. Wajah Ibu Nuraida bertambah merah..Sangat menyesal ikut dengan muridnya. Dia hanya bisa menutup wajahnya dengan tas dan pak Sufi tersipu malu. Dan tambah di ledek muridnya.
"Pak...sufiii...tambah....ganteng....dengan pipi merona nya.....!!!!!"
Celutuk Nona yang membuat semua murid terpingkal.
"Hahaha...haha..."
__ADS_1
Hari ini begitu indah...Karna Alisa buru - buru sudah di jemput pak Amat. Acara pun bubar. Setelah berpamitan dengan Didi dan keluarganya. merekapun pulang ke rumah masing - masing dengan perut kenyang dan kenangan baru yang sangat indah.
Bersambung