
"Ariel cepat suap aku, sudah kelaparan nih."
"Iya...Bawel..!!"
Ariel pun menyuapi Alisa sambil makan baksonya juga. Sedangkan supirnya dari tadi habis, bahkan nombok satu mangkuk lagi.
Saat ini pasangan bucin itu, jadi tontonan gratis pengunjung di sana. Tapi mereka hanya tersenyum dan terlihat senang, melihat pasangan yang serasi itu, yang prianya sangat tampan sedang menyuapi pacarnya makan, sambil memakan baksonya juga, tapi hanya dengan satu sendok mereka pakai untuk berdua. Memang terlihat sangat romantis.
Selesai makan, Alisa menyuruh supir Ariel mengantar ke Bioskop, menyuruh pak supir Ariel pulang, nanti mereka akan naik Taxi pulang.
Sesudah membayar tagihan bakso, merekapun kembali ke mobil. Supir Ariel mulai melajukan mobilnya ke jalur jalan ke arah bioskop. setelah beberapa saat, mereka tiba di sana, mereka berdua pun turun. Supir Ariel pun minta pamit pulang.
Alisa merangkul lengan Ariel, mereka dengan masih pakaian seragam SMA, masuk ke Bioskop. Ariel memilih Film horor, agar Alisa ketakutan agar bisa terus memeluknya.
Di dalam Bioskop mereka sudah memesan karcis dan membeli PopCorn.
Ariel dan Alisa mulai masuk ke dalam Bioskop. Mereka duduk paling belakang. di sudut ruangan.
Baru di putar, Alisa sudah memeluk Ariel.
Pria tampan itu, sengaja membisik hal - hal yang lebih menakutkan, mulai membohongi Alisa yang sedang memeluknya erat dan menyimpan wajahnya telungkup di dada Ariel.
Untunglah di baris belakang. tidak ada orang, Ariel selalu mencium bibir Alisa setiap ada kesempatan. Walaupun Alisa tetap menutup mata, Ariel terus menciumnya gemas.
Alisa jadi kesal, Ariel benar - benar menyiksa bibirnya. Dan mulai merengek pulang. Ciuman terakhir Ariel sangat lama, menghisap dan mengecup bibir atas dan bibir bawah Alisa, tampa jeda, terus mencium dan mulai menyusupkan lidahnya, lebih dalam ke rongga mulut Alisa. Permainan lidahnya pun, semakin liar meliuk dan menari dan mengikat lidah Alisa, di sertai bekapan Bibir Ariel yang semakin ganas, menghisap bibir Atas dan bibir bawah Alisa dengan sangat gemas, membuat Alisa kesulitan bernafas. Dan mendorong paksa dada Ariel untuk melepaskan ciumannya.
Dengan nafas tersengal, Alisa menggelengkan kepalanya. Ariel pun pasrah dan tidak menciumnya lagi. Hanya bisa mengusap bibir Alisa yang sudah menjadi candu berat olehnya.
Film telah usai, Ariel menggandeng tangan Alisa keluar Bioskop.
Mereka terus berjalan, Langkah Alisa terhenti. Alisa sangat panik, keringat dingin mulai mengucur di keningnya. Dia di hadang dengan tatapan penuh kemarahan, dan kebencian.
Alisa menoleh ke Ariel yang juga menatapnya dengan tatapan mendakwa.
"Siapa dia...?"
Ariel menatap cemburu Karna lelaki di depannya juga sangatlah tampan.
Ariel membisik pelan.
"Apa kamu berselingkuh dariku Alisa."
Bibir Alisa kelu. Diapun memutar otaknya sangat keras.
"Mila...aku sangat butuh kamu sekarang....sepertinya aku sudah mau mati ketakutan di sini "
Alisa segera maju mendekati lelaki tampan di depannya.
"Hai...Didi perkenalkan ini Ariel, ini adalah teman kecilku sampai sedewasa ini, bukankah aku sering menceritakannya."
__ADS_1
Dengan wajah pucat, Alisa mengerjabkan matanya dengan tatapan memohon pada Didi agar jangan sampai Ariel tahu, jika mereka berpacaran.
Tatapan Didi Prayana mulai melunak, tapi ada rasa cemburu yang besar. Apalagi melihat Alisa dari kejauhan memeluk lengan seseorang Pria yang juga begitu tampan dan manis. Hatinya sungguh terbakar cemburu buta.
Alisa berbalik ke Ariel, yang sudah berwajah masam.
Menarik tangan Alisa untuk meninggalkan tempat itu.
Ingin sekali Didi Prayana meninju muka Ariel. Tapi di tahannya. Melihat tangan kekasihnya di pegang orang lain, membuatnya terbakar cemburu.
Dia hanya bisa menatap kepergian kekasihnya dengan hati yang sakit.
"Takkan kubiarkan kamu, menjadi milik orang lain Alisa...."
"Tunggu!!!"
Didi Prayana berteriak dan mengejar Ariel dan Alisa, menghadang jalannya.
Deg..
Deg..
Jantung Alisa terasa mau berhenti berdetak.
Ariel menghentikan Langkahnya dan mulai mengepalkan tangannya.
"Mengapa pria ini, sangat ngotot pada kekasihku...?
Takkan kubiarkan kamu menjadi milik orang lain Alisa."
Ujar Ariel sangat geram dalam hatinya.
Kedua Pria tampan ini, ternyata sangat mencintai Alisa. Dan akan bersaing mempertahankan Alisa.
"Kita belum berkenalan kawan, Aku Didi Prayana."
Menjulurkan tangannya ke Ariel.
Alisa menarik tangan Ariel, agar mau menerima uluran tangan Didi Prayana.
Didi sangat cemburu melihat Alisa memeluk lengan Ariel.
Ariel terpaksa menjulurkan tangannya.
"Ariel laksmana."
Ariel melepaskan tangannya dan mulai melangkah, tapi Didi Prayana masih menghalangi langkah mereka. Rasanya dia ingin berteriak marah kepada Alisa.
Mengapa dia selalu memeluk lengan Ariel.?
__ADS_1
Apa dia tidak mengerti, itu sangat membuatku cemburu Hahh?"
Didi Prayana sangat kesal.
"Tolong menyingkir lah...Anda sangat menghalangi jalanku.."
Menatap Kesal.
Didi Prayana menatap kesal, tapi tetap memberikan jalan. Didi Prayana menatap Alisa dengan tatapan terluka. Membuat Alisa sangat kasian, tapi saat ini, dia lebih takut kepada Ariel.
Diapun di tarik Ariel berjalan keluar Bioskop, terus berjalan dan menyetop Taxi yang lewat.
Di dalam mobil Ariel tidak berbicara, wajahnya penuh kemarahan. Alisa hanya bisa terdiam dan takut bicara, nanti salah kata - kata.
Sedangkan Didi Prayana pun sangat kesal, langsung pulang kerumah dan masuk kerumahnya, langsung meninju dinding kamarnya, menghempas tubuhnya kasar ke kasurnya. Rasanya ingin cepat pagi agar bisa bertemu Alisa.
Taxi Ariel dan Alisa sampai di depan rumah Ariel. Ariel menarik tangan Alisa turun dari Taxi.
Ariel membayar taxi dan berkata dengan nada pelan tapi mengancam.
"Kamu langsung masuk kamarku nanti."
Ariel melangkah duluan dan masuk ke rumahnya. Melihat tidak ada seorang pun di sana, dia langsung menarik tangan Alisa ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.
"Kamu jelaskan siapa pria itu Hahh,?
Mengapa sepertinya, kamu begitu ketakutan?
Alisa menangis dia tidak tahu mau jawab apa
Dia sangat menyesal telah membiarkan kedua pria ini, mencintainya semakin dalam.
Ariel luluh juga, melihat Alisa sudah menangis sesenggukan. Diapun memeluk Alisa.
"Maafkan aku sayang...aku sangat mencintaimu...aku tidak bisa kehilangan kamu sayang."
Alisa hanya bisa menangis Karna rasa bersalahnya yang tidak bisa memberikan ketegasan kepada kedua pria ini, yang begitu mencintainya, walau cintanya hanya pada Andre yang pasrah dan tak ada sedikitpun niat untuk mempertahankannya, karna rasa minder nya yang terlalu tinggi.
Ariel melepas pelukannya dan membelai kedua pipi Alisa lembut, mengusap air mata Alisa yang terus mengucur deras dari kedua matanya. Ariel mencium kening Alisa untuk menenangkannya.
Ariel membawa Alisa ke ranjangnya. Dan mereka saling duduk berhadapan.
"Alisa apakah kamu mencintai pria itu..."
Dengan tatapan yang sangat terluka dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
Alisa menatap sendu, air matanya tetap jatuh menetes di kedua pipinya.
"Maafkan aku...Ariel aku tidak bisa menyakiti hatimu terlalu lama"
__ADS_1
Tapi sayang kata - kata itu, cuma sampai di tenggorokannya saja.
Bersambung.