Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 101. Suami Anda Benar - Benar Tampan Nyonya.


__ADS_3

Fumiko sangat senang, bisa dekat dengan pria idamannya, bahkan sudah memeluknya, hatinya sungguh berbunga - bunga.


Ariel pun masuk ke dalam sebuah toko dengan berbagai jenis barang untuk kado. Untunglah ada di dekat tempat mereka.


Fumiko pun masuk tapi Ariel hanya berdiri mematung.


"Cepatlah pilih...aku menunggu disini.."


"Fumiko pun memasang wajah cemberut dan berkata dengan nada menyedihkan."


"Aku sangat sedih...tadi kamu mengatakan mau membantuku memilih hadiah...tapi mengapa kamu membohongiku...?"


Ariel menatap jengah, dan melihat mulai ada tanda - tanda menangis lebay seperti tadi, Ariel pun segera melangkah masuk.


" Cepatlah memilih, aku tak punya banyak waktu."


Ariel pun berjalan masuk, di ikuti Fumiko dengan wajah berseri - seri sangat senang.


Fumiko pun mulai memilih barang dan menunjukkannya, pada Ariel yang tetap berwajah jutek.


"Apa barang ini saja yah..., Bagaimana menurutmu.?"


"Cepatlah pilih Nona...saya sungguh terburu - buru."


Fumiko menatap kesal.


"Tadi anda mau membantuku, kenapa anda tidak mau menepatinya.."


"Saya tidak pernah bilang mau membantu anda, yang benar itu anda yang memaksa saya."


Ariel mulai kesal.


Fumiko menatap sedih.


"Baiklah...Anda sangat kasar dalam berbicara, padahal aku sangat butuh bantuan anda...Aku memang gadis yang sangat tak beruntung.."

__ADS_1


Ariel pun tersadar jika kata - katanya sangat kasar, kekesalannya pada Alisa dia tumpahkan pada orang lain. Ariel pun maju mendekati sebuah lemari Jam tangan. Dan mulai memperhatikan.


Diapun menunjuk sebuah Jam tangan yang bagus dan Model terbaru.


Ariel berbalik dan memanggil Fumiko.


"Ayo kemari...sepertinya ini Kado yang bagus."


Wajah gadis cantik itupun, berubah sangat bahagia dan mendekati Ariel.


Ariel menunjukkan Jam tangan itu, Fumiko langsung mengambilnya dengan senyum sumringah. Ariel baru menyadari senyuman dan tawa kecil gadis cantik di sampingnya itu, sangat manis dan menambah aura kecantikannya. Ariel segera memalingkan wajahnya dan memasang lagi wajah juteknya.


Pelayan toko yang ada di depan mereka pun tersenyum, melihat pasangan yang begitu serasi di matanya.


"Tuan dan Nyonya sungguh pasangan Suami Istri yang sangat serasi, kalian sangat tampan dan cantik saya tadi berpikir, Apakah kalian Artis ? Wajah kalian tak kalah dari Artis saat ini."


Mendengar pujian pelayan toko itu, Ariel salah tingkah. Fumiko sangat bahagia, secara tidak langsung dia telah di doakan menikah dengan pria pujaannya.


"Makasih yah...tolong di bungkus ini, saya ingin membelikan saudara sepupu ku, untuk kadonya. dibungkus yah."


"Baik Nona...."


Suara pelayan membuyarkan lamunannya


" Nona....ini kadonya.. dan ini nota pembayarannya."


"Ooohh...iya..."


Fumiko pun membuka tasnya dan membayarnya.


"Makasih yah..."


"Suami anda benar - benar tampan Nyonya...Kalian sungguh pasangan serasi.."


Fumiko tersenyum sumringah dan mengangguk kan kepalanya, dan berbalik melangkah mendekati Ariel.

__ADS_1


"Abang...saya sudah mengambil barangnya dan membayarnya."


Memperlihatkan kadonya dengan senyum manisnya kembali.


Ariel menatap jengah dan berjalan meninggalkannya.


Fumiko pun segera berjalan mengikutinya dan sampai diluar toko, Ariel berubah cuek dan acuh dan terus berjalan meninggalkan Fumiko.


Fumiko berlari dan menghadang langkah Ariel.


"Tunggu..."


"Apalagi...."


Ariel menatap kesal.


"Aku hanya ingin berterima kasih."


Fumiko pun berdiri tegak dan membungkuk kan tubuhnya, untuk ucapan trima kasih.


"Trima kasih bantuannya."


Ariel menjawab dengan nada bersahabat.


"Iya sama - sama, Nona tolong jangan mengikuti aku lagi yah, aku banyak pekerjaan hari ini."


Fumiko tersenyum bahagia dan mengangguk, melihat wajah pria idamannya, tersenyum rasanya tubuhnya terasa melayang - layang ke udara.


"Baiklah, maaf telah merepotkan Anda, bisa tahu nama Anda.


Menjulurkan tangannya, namun kali ini di sambut hangat oleh genggaman pria idamannya.


"Ariel...."


"Fumiko Sora....Dipanggil Fumi..."

__ADS_1


Ariel hanya tersenyum, dan melepaskan tangannya dari genggaman tangan Fumi, dan berlalu pergi, Fumiko hanya bisa berdiri mematung, melihat Pria idamannya berlalu meninggalkannya.


Bersambung


__ADS_2