Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 139. Tolong Bersihkan Sisa Lipstikku Di Bibir Kamu.


__ADS_3

Alisa tak peduli lagi kalau saat ini apa yang diperbuatnya adalah haram, karna dia dan Andre sudah bercerai. Mereka saling menatap dengan keempat pasang mata itu telah banjir air mata.


"Andre mengapa kamu menangis Andre...?


Apakah kamu masih mencintai aku Andre...?


Jika kamu mencintaiku...Mengapa kamu meninggalkan aku Andre...?


Apakah kamu tidak tahu Andre...? Aku hampir gila karna kehilangan kamu Andre .."


Alisa masih memeluk Andre, dan menatap wajah yang masih sangat di cintainya.


Andre terdiam, hanya kata hatinya yang terus bercerita.


"Alisa...andai kamu tahu...aku sangat mencintai kamu ..melebihi nyawaku Alisa...Apakah kamu tidak tahu demi kebahagiaan kamu..aku rela melakukan hal ini. Sayangku...aku jauh lebih menderita kehilangan kamu."


Wajah yang menatapnya begitu di rindukannya. Andre merengkuh wajah itu dan mencium kening dan seluruh wajah itu bahkan tak peduli lagi dengan apa yang dia lakukan. Diapun dengan berani membungkam bibir Alisa dengan sangat buas. Dia melepaskan kerinduannya dengan serakah, tampa mau tahu kalau wanita yang di ciumnya dengan liar itu, bukan istrinya lagi.


Alisa pun yang memang masih sangat mencintai Andre melayani dengan serakah permainan bibir Andre. Kedua bibir itu saling menelan dan menghisap dengan serakahnya.


Ponsel Alisa berdering menyadarkan mereka dari dosa yang mereka lakukan.


Tertera nama Didi Prayana, Alisa pun sadar jika saat ini dia tidak mungkin lagi bersatu dengan Andre, walau masih sangat dia cintai.


Keduanya nampak canggung, Alisa mundur dan duduk di sofa. Suaminya sedang video call dan tidak mungkin dia angkat.


Alisa mematikan ponselnya, dan menelpon biasa Suaminya.


"Halo sayang ...Mengapa di matikan video callnya sayang .? Aku merindukan kamu."

__ADS_1


"Iya sayang ..nanti kita ketemu juga dirumah sayang ..tidak enak aku lagi sama Orang Tua Andre..."


Andre begitu cemburu mendengar Alisa memanggil Didi Prayana dengan kata sayang.


"Baiklah sayang ..aku mencintai kamu sayang..berikan kecupan dong sayang..."


Terpaksa Alisa membunyikan kecupannya yang membuat hati Andre bertambah panas.


"Mengapa aku harus cemburu buta begini, ?Alisa sudah menjadi miliknya, bahkan tubuh Alisa yang dulu selalu jadi milikku..kini Didi Prayana juga telah memilikinya...Aaahhh....tidak lama aku gila di sini .."


Andre terbakar cemburu dan hanya bisa menumpahkan kecemburuannya dalam hati.


Alisa menutup ponselnya, melihat tatapan cemburu dari Andre, membuat hatinya begitu senang. Timbul hasrat membalas sakit hatinya.


"Mengapa kamu melihatku seperti itu...? Kasian benar kamu yah...


Andre mengalihkan pandangannya, dan hanya bisa terdiam. Dia akui dia sangat cemburu.


Alisa termenung menatap bibir mantan Suaminya, yang tadi melahapnya dengan sangat rakus.


"Mengapa ciumannya masih sangat aku inginkan dan rindukan..?"


Alisa mengalihkan secepatnya pandangannya. Bibir itu masih tampak basah Karna Alisa pun sangat buas melahap bibir mantan Suaminya itu. Bahkan sisa lipstiknya tercetak jelas disana.


Alisa mengambil tissu, dan memberikan pada Andre.


"Tolong bersihkan sisa lipstik ku di bibir kamu, malu dilihat orang tua kamu. "


Mendekati Andre dan membisik nya pelan.

__ADS_1


Andre pun masuk ke dapur dan masuk ke kamar mandi mencuci bersih wajahnya. Dan keluar kembali menemui Alisa.


Melihat bibir Alisa juga yang lipstiknya sudah keluar dari jalurnya.


Andre mengambil tissu dan mendekati mantan Istrinya, dan menarik pinggangnya dan memeluknya walau tak rapat, tapi kedua wajah itu begitu dekat. Andre mulai membersihkan sisa lipstik yang keluar dari jalur bibir Alisa.


Kedua jantung itu berdetak semakin kencang, rasanya mereka masih ingin mengulang ciuman terlarang itu, tapi mereka berdua mencoba menahannya.


Andre begitu detail mulai membersihkan sisa lipstik itu di bibir Alisa. Menyentuh bibir itu dengan lembut.


Alisa pun takut mereka akan ketahuan, jika ciuman itu terulang kembali, walau ciuman itu begitu dia inginkan terus terulang, dia segera mengambil tissu dari Andre.


Alisa melepaskan pelukan Andre dan berjalan ke kursi mengambil bedak dan lipstik yang di bawanya, membuka tas yang dibawa nya.


Alisa mengambil cermin kecil yang ada bedak padatnya. mulai berkaca dan membersihkan lipstik itu, dan mulai memasang kembali lipstik nya, serta mengoleskan bedak di wajahnya.


Andre begitu terpesona melihat kecantikan istrinya, bukannya berkurang malah semakin bertambah.


Alisa menyimpan lipstik, dan bedaknya kembali dalam tas.


Mereka pun saling menatap kembali dalam diam.


Pertemuan setelah tiga tahun lamanya, tidak membuat cinta keduanya pudar malah semakin bertambah.


Alisa pun memuja wajah yang masih sangat tampan itu, begitu menyejukkan sukmanya. Alisa tak bisa membohongi perasaannya, jika cintanya selama ini kepada Andre, sama sekali tak berubah, malah makin mencintainya. Rasanya dia ingin kembali menjalani rumah tangga dengan Andre, tapi semua itu hanya sebatas hayalan nya.


Mengingat kebaikan dan cinta yang sangat besar Didi Prayana kepadanya, Alisa takkan mampu menyakiti hatinya. Walau Didi Prayana tidak tahu kalau Alisa sengaja melakukan Suntik KB, agar dirinya tidak hamil, Karna Alisa masih belum mencintai Didi Prayana sepenuhnya, padahal Didi Prayana sangat mencintainya dan menginginkan anak dari Alisa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2