
Alisa Menyusul Mila. Tampak Teman sekelasnya masih mengerubungi Mila.
"Bagaimana Andre?"
Tanya Mila, Bertanya. Keempat temannya pria di kelasnya pun, memasang telinga siap siaga 86. Dan teman sekelasnya yang lain, yang sempat juga mendengar, dengan seksama.
"Ku Tolak...."
Kata Spontan Alisa, Tampa beban dan duduk di sebelah Mila.
Keempat teman prianya pun terpingkal. Dan berkata kocak.
Andre saja yang ganteng lewat, seperti iklan dan Dia, kasian sekali, ibarat kaleng kosong, di buang begitu saja, di tempat sampah. Apalagi pada kita - kita ini, yang muka pas - Pasan.
Kata Doni. Disambut gelak tawa ketiga temannya.
"Hahaha....haha..."
Keempat teman pria Alisa pun terpingkal dan saling memukul bahu satu sama lain.
Dan kembali ke bangku masing - masing.
Iren teman sekelas nya pun, yang mendengar.nya. Berpindah tempat ke depan dan berbaur dengan teman wanita lainnya, dan bergunjing.
"Haaiiii.., Gaeeees Ada gosip Gaeees. Ayang ganteng kita Andreee...., di tolak Alisa. Mereka tidak jadi berpacaran."
"Aaaaaah......Kasian, Abaaang. goaenteeeng..., Andai dia mau denganku...Pasti aku akan sangat senang menerimanya."
Jawab Dea, sedih.
"Jangan Halu...."
Kata Ina.
"Yang namanya makhluk hawa di sekolah ini. Semua maulah sama Kak Andre. Padahal mereka pasangan serasi yah."
Kata Dea.
Katanya sih, Alisa itu. Keluarganya sangat ketat dan mengatur perjodohan.
Kata Dea selanjutnya.
"Serius nih..."
__ADS_1
Jawab temannya yang lain bersamaan.
Dea mengangguk.
"Kasian Alisa kalau di jodohkan dengan lelaki seumuran Ayahnya."
Ucap Iren. Dengan wajah sedih. Tapi disambut gelak tawa temannya yang lain.
"Hehehe...hehe..., merekapun terpingkal bersama."
Sedangkan yang di gosip. Sibuk membaca buku. Sedangkan Mila mengernyitkan keningnya. Dan tidak percaya.
"Pasti akal - akal dia saja. Diakan wanita serakah punya dua cinta. Bahkan tidak bisa memilih salah satunya
Pasti dia tidak mau Ariel mengetahuinya."
Kata Mila kesal dalam hatinya.
Guru pun sudah masuk kembali lagi, ke kelas dan aktifitas belajar berjalan kembali.
Waktu terus bergulir, Aktifitas belajar hari ini telah usai. Dan Para Siswa dan Siswi sibuk berjejer dan berbaris pulang.
Mila mulai mengikuti langkah Alisa.
Tanya Mila jengah.
Alisa tersenyum bahagia.
"Beli Amplop pink dan kertas pink, tanda cinta."
Kata Alisa bahagia.
"Tunggu...,"
Menarik tangan Alisa dan menahan langkahnya.
"Maksud kamu, aku jadi bingung."
Kata Mila kebingungan.
Mila sini, Menarik Mila di taman di depan mereka, dan mulai berbisik pelan.
"Dia bercerita panjang lebar, menjelaskan rencananya dengan Andre. Untuk berhubungan sembunyi - sembunyi. Dan kata terakhirnya membuat Mila berteriak kesal"
__ADS_1
"Pengantar suraaat..!! Gila eloh..yah!!"
Alisa menutup mulut Mila. Sisa mata Mila yang membeliak marah dan kesal.
Alisa melepas bekapan tangannya. Dan mulai memasang wajah memohon.
"Please....yah...yah...!!"
Memijit bahu Mila.
"Jangan merayuku....Kamu sungguh sangat merepotkan. Dan menyebalkan!!"
Kata Mila kesal.
Mila berdiri dan Alisa mengekornya dan terus membujuknya.
Mila hanya mendengus kesal.
"Belum selesai membantunya mengakui Ariel sebagai pacarku, sekarang aku lagi di suruh menjadi pelayan kantor posnya. Entah apa lagi besok kebohongannya...Pusing..
padahal bukan aku yang punya masalah. Aaaaaaaahh.....Alisa kamu sangat menyebalkan."
Kata Mila dalam hati dan
Menggaruk rambutnya yang tidak gatal saking kesalnya.
Alisa terus merayu sahabatnya. Dan mereka pun berpisah.
Pak Amat sudah ada menjemputnya dan tak lupa Alisa singgah di toko buku. Membeli Amplop Pink, dan kertas cantik yang berwarna pink juga, bahkan pulpen pink. Untuk mulai besok membuat surat cinta untuk Andre tersayangnya.
Dan menyembunyikannya dalam tasnya.
Alisa pun kembali ke mobilnya dan Mobilnya pun melaju ke arah rumahnya.
"Amplop Pink tanda cinta"
Alisa tersenyum bahagia.
Bersambung
.
.
__ADS_1
Dengan santainya,