Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku

Haruskah. Masih Memilihmu Sayangku
Bab 119. Afkar Akan Selamanya Menjadi Anak Andre.


__ADS_3

Ibu Andre mengusap air mata anaknya.


"Iya nak..besok pagi kami akan antar kamu nak, kamipun sangat merindukan cucu kami nak."


Ibu pun menangis dan Ayah segera berdiri, dan membawa istrinya ke kamar.


"Andre pergilah tidur nak, besok pagi kita mau ketemu Afkar."


Andre mengangguk sedih.


Andre pun beranjak ke kamarnya.


*****


Sementara Ibu Andre, sesampai di kamarnya langsung bersimpuh menangis dengan menutup mulutnya, agar tak terdengar Andre dan anak perempuannya.


Suaminya duduk dan memeluk bahu istrinya.


"Sabar Bu...Doakan anak kita. Memang dunia kita saat ini, Antara Kaya dan tak berpunya ada jurang yang sangat lebar diantaranya. Setidaknya Andre sudah mencoba melaluinya kalau pun tak berhasil, Semoga dia mendapatkan yang lebih baik. Kita tak boleh rapuh sayang, kasian Andre dia butuh tongkat saat ini, untuk melanjutkan hidupnya. Kita harus berpura - pura kuat untuk anak kita. Kita juga tidak boleh membenci Alisa bagaimanapun anak itu pun, sama menderitanya dengan anak kita. Kasian mereka berdua."


Ibu hanya bisa memeluk Suaminya.


"Sayang mari kita shalat, kita doakan anak kita agar tabah menjalani kehidupannya, dan mereka berdua Andre dan Alisa semoga suatu hari nanti bisa bersatu kembali, dan takkan ada yang menghalangi cinta mereka dan jika memang mereka tidak bisa bersatu lagi, kita doakan ada yang terbaik untuk mereka berdua dan bisa menyembuhkan luka hati mereka saat ini.


Ibu pun menghapus air matanya, dan berdiri mengikuti Suaminya untuk pergi berwudhu.

__ADS_1


Setelah berwudhu mereka pun shalat bersama dan setelah itu dengan air mata yang berlinang. Kedua orang tua yang baik hati ini, mendoakan yang terbaik untuk anak mereka dan pasangannya, agar tabah dan kuat menjalani cobaan mereka dan akan ada hikmah yang besar yang akan mereka dapatkan nantinya dari Sang Pencipta..Tuhan Yang Maha Esa.


*****


Keesokan paginya Andre, Ayah dan Ibu Andre.


Ke rumah Alisa dan mulai mengetuk pintu Rumah Alisa.


Tampak Ibu Alisa sedang menggendong Afkar, keluar rumah. Wajahnya terlihat canggung tapi hanya bisa memaksakan senyumnya.


"Bisa Bu ..Andre menggendong anaknya Bu."


Ibu Alisa pun memberikan Afkar yang sudah bisa menegakkan kepalanya, Bayi Afkar sudah berusia 4 bulan.


Andre pun segera menggendong Afkar dan menciumnya.


"Silahkan masuk, saya ke dalam dulu."


Ibu Alisa segera masuk kedalam rumah, dan Orang Tua Andre pun masuk ke rumah Alisa, begitupun Andre.


Andre tak mampu menahan air matanya, dia menangis sambil mencium anaknya. Ayah dan ibunya terus mengusap punggung anaknya.


"Maafkan Papa nak...huhuhu...huhu...Papa bukannya tidak mencintai kamu nak. Tapi Papa sangat teramat sangat mencintai kamu nak, Papa hanya berkorban demi kebahagiaan kalian anakku sayang...Huhuhu..huhu...Bantu Papa Jaga Mama Yah...Papa juga sangat mencintainya nak. Hanya keadaan lah yang sangat kejam nak, yang harus memisahkan kita. Huhuhu...huhu..."


Andre terus mencium anaknya, dan Afkar pun sangat tenang bahkan mencoba mengajak Papanya tersenyum.

__ADS_1


"Sudahlah Andre anakku sayang...Kamu harus tabah yah nak. Ini rumah mertua kamu nak..Lihatlah nak..Afkar tersenyum untuk kamu nak. Kamu harus bahagiakan anak kamu nak, Karna entah kapan lagi kamu akan bertemu dengannya lagi."


Andre pun tersadar dan mulai memperhatikan anaknya yang tersenyum manis kepadanya.


Andre pun mengecup kening dan seluruh wajah anak yang sangat di cintainya. Afkar sangat tenang dan bahkan mengajak Papanya berbicara.


"Uuuuh...uuu...uuuuhhh..."


Ayah dan ibu Andre tertawa, mendengar kata pertama cucunya dan Andre pun mulai tersenyum.


Tak lama Ayah dan Ibu Alisa keluar dan duduk di depan Ayah dan Ibu Andre.


Ayah Alisa membuka pembicaraan.


"Maafkan kami, Karna harus menempuh jalan ini, kami tidak ingin mendapatkan tekanan terus menerus dari keluarga kami. Karna keluarga kami sudah terlanjur terbiasa menjodohkan anak - anak kami, dengan keluarga kami juga, kamu sangat tersisih dan selalu menjadi pembicaraan yang tidak baik, jadi aku harap kalian mengerti dan Tolong Alisa tidak boleh tahu ini, biar kami akan bantu menyembuhkan luka dia"


Ayah Andre pun berbicara.


"Ini memang sangat tidak adil bagi kedua anak kita berdua. tapi sebagai orang tua Andre, kami pun tidak ingin anak kami menderita. Anda sayang anak anda begitupun kami. Jika Takdir memang masih mempertemukan mereka berdua nantinya, berarti itu sudah kehendak yang maha kuasa, dan takkan ada lagi yang bisa menghalangi kecuali hanya bisa mendukungnya. Tetapi jika memang sudah tak ada takdir,


Afkar akan selamanya menjadi anak Andre, dan tak ada yang boleh menghalangi Andre bertemu dengan anaknya dan semoga Andre dan Alisa akan mendapatkan pasangan yang terbaik yang bisa menyembuhkan luka hati mereka saat ini.


Andre hanya bisa tertunduk dan menitikkan air mata juga Ibu Andre.


Orang Tua Andre hanya terdiam. Harga diri, kedudukan dan martabat adalah harga mati bagi mereka, dan perasaan tidak bisa mereka bawa di hubungan anak nya Alisa dan Andre.

__ADS_1


Bisa Afkar kami bawa dulu, kita suruh saja pengasuhnya mengikutinya. Tidak mungkin Andre membawanya Karna dia akan pergi keluar negeri bekerja sebagai TKI.


Bersambung


__ADS_2